You are hereBerita Mitra

Berita Mitra


Kompas: A-H1N1 Tak Terbendung

sumber: http://matanews.com/Rabu, 15 Juli 2009 | 03:22 WIB
Jakarta, Kompas - Pandemi influenza A-H1N1 semakin tak terbendung. Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, Senin (13/7), mencatat saat ini terdapat 94.512 kasus positif influenza A-H1N1 di sejumlah negara dan 429 penderita di antaranya meninggal.

Di Indonesia, kasus positif influenza A-H1N1 juga terus melonjak dengan 60 kasus baru dalam tiga hari terakhir sehingga seluruhnya mencapai 112 kasus positif. Lonjakan paling tinggi terjadi Selasa kemarin dengan 26 kasus, terdiri atas 11 laki-laki dan 15 perempuan. Dua pasien suspect influenza A-H1N1 juga meninggal, yaitu di Padang, Sumatera Barat, dan Denpasar, Bali, tetapi pemerintah belum bisa memastikan penyebab kematiannya.

PENELITI INDONESIA RAIH "SASAKA AWARD"

PENELITI INDONESIA RAIH "SASAKA AWARD"

 Wednesday, 17 June 2009 13:27

Peneliti dari Indonesia, Dr. Eko Teguh Paripurno, berhasil meraih "Sasaka Award", sebuah penghargaan bergengsi yang diberikan kepada mereka yang telah berkontribusi pada upaya mengurangi risiko bencana.

Jenewa, 17/6 (Roll News) - Peneliti dari Indonesia, Dr. Eko Teguh Paripurno, berhasil meraih "Sasaka Award", sebuah penghargaan bergengsi yang diberikan kepada mereka yang telah berkontribusi pada upaya mengurangi risiko bencana.

Penghargaan terhadap Para Peneliti

PENELITI Indonesia, Dr. Eko Teguh Paripurno, berhasil meraih "Sasaka Award", pada konferensi antarbangsa untuk "Global Platform" tentang  Pengurangan Risiko Bencana  di Jenewa baru-baru ini.
Sasaka  Award merupakan penghargaan bergengsi yang diberikan kepada mereka yang telah berkontribusi pada upaya mengurangi risiko bencana. Ia merupakan penghargaan dari Yayasan Nippon Jepang.

Peneliti Indonesia Raih Sasaka Award tentang Bencana

KESRA-- 18 JUNI:   Peneliti dari Indonesia, Dr Eko Teguh Paripurno meraih Sasaka Award, sebuah penghargaan bergengsi yang diberikan kepada mereka yang telah berkontribusi pada upaya mengurangi risiko bencana.

 Sasakawa Award merupakan penghargaan dari Yayasan Nippon Jepang, diberikan bagi mereka yang telah berkomitmen untuk mengurangi risiko bencana.

INDONESIA RAIH UNITED NATIONS SASAKAWA AWARD

Tuesday, June 16, 2009
INDONESIA RAIH UNITED NATIONS SASAKAWA AWARD

Peneliti Indonesia Terima Sasaka Award

Peneliti Indonesia Terima Sasaka Award
Rabu, 17 Juni 2009 | 10:54 WIB

TEMPO Interaktif, Jenewa: Dr. Eko teguh Peripurno, dosen dan peneliti dari Universitas Pembangunan Nasional Yogyakarta, menerima Sasaka Award, penghargaan bergengsi yang diberikan kepada mereka yang telah berkontribusi dalam upaya mengurangi risiko bencana, di Jenewa, Swiss, hari ini.

Sasakawa Award: Press Release UNISDR 16 Juni 2009

Press Release

UNISDR 2009/No 9
16 June 2009

Indonesian scientist Eko Teguh Paripurno wins 2009 UN Sasakawa Award for
his outstanding achievements in disaster reduction

Sasakawa Award: Interview with Laureate Dr Eko Teguh Paripurno

UN Sasakawa Award for Disaster Reduction

Interview with Laureate Dr Eko Teguh Paripurno

Sasakawa Award: About the recipients of the 2009 UN Sasakawa Prize for Disaster Reduction

UN Sasakawa Award for Disaster Reduction

About the recipients of the 2009 UN Sasakawa Prize for Disaster Reduction

FGD Finalisasi Pengkajian Impelementasi Pengurangan Risiko Bencana 2007-2009

MPBI News, Jakarta
Kerja-kerja pengurangan risiko bencana (PRB) saat ini bukanlah sesuatu hal yang asing lagi di Indonesia. Sekarang sudah banyak lembaga yang bekerja di bidang PRB. Bahkan lembaga-lembaga yang dulunya hanya bergerak di bidang respon atau tanggap darurat saja kini menambahkan satu agenda lagi, yaitu PRB.

Memandang pentingnya pelaksanaan PRB maka Platform Nasional (Planas) PRB Indonesia mengadakan acara “Focus Group Discussion (FGD) Pengkajian Kemajuan PRB: Pelaksanaan PRB 2007-2009” pada tanggal 8 Mei 2009 di Hotel Millenium, Jakarta. Peserta FGD ini mencapai 45 orang yang berasal dari unsur pemerintah, LSM nasional, LSM internasional, badan PBB, sektor swasta, perguruan tinggi dan media massa. Kegiatan ini dapat terlaksana oleh Planas PRB berkat dukungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional  (Bappenas) dan Safer Communities Disaster Risk Reduction (SCDRR).

Central government blames local authorities for tragedies

Central government blames local authorities for tragedies

The Jakarta Post ,  Jakarta   |  Thu, 04/30/2009 3:14 PM  |  National

The National Disaster Management Body (BNPB) has blamed local authorities and their environmentally unfriendly policies for the recent spate of disasters nationwide.

BNPB: Pemerintah lambat respon terhadap bencana

BNPB: Pemerintah lambat respon terhadap bencana
Tanggal :     29 Apr 2009
Sumber :     Harian Terbit

JAKARTA - Pemerintah dinilai tidak cepat tanggap terhadap bencana. Upaya ini justeru lebih cepat masyarakat. Padahal, bencana menjadi salah satu faktor penyebab menurunnya tingkat kesejahteraan masyarakat.

Indonesia Meresmikan Pembentukan PLANAS PRB

Indonesia Meresmikan Pembentukan PLANAS PRB
Rabu, 29/04/2009 09:39:39

Platform Nasional Pengurangan Risiko Bencana (PLANAS PRB) resmi dibentuk pada hari Selasa, 28 April 2009, atas dukungan para pemangku kepentingan PRB di Indonesia yang terdiri dari pemerintah, masyarakat sipil, akademisi, dunia usaha, media dan komunitas internasional.

Planas PRB Paradigma Baru Penanggulangan Bencana di Indonesia

Planas PRB Paradigma Baru Penanggulangan Bencana di Indonesia
April 28, 2009, 6:44 pm| Berita Pemerintahan | Klik: 6

Jakarta
, 28/4/2009 (Kominfo-Newsroom) � Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Syamsul Maarif mengatakan, peluncuran Platform Nasional Pengurangan Risiko Bencana (Planas PRB) merupakan salah satu langkah maju pembangunan sistem penanggulangan dalam sejarah penanggulangan bencana.

Disaster Plan To Rely on Local Citizens During Crises

Disaster Plan To Rely on Local Citizens During Crises
April 28, 2009  
Nurfika Osman

Disaster officials on Tuesday called on Indonesians to be ready to help during natural calamities in their region because local people are the key to a fast response to emergencies.