You are hereIndonesia mengikrarkan lebih dari 3.000 sekolah dan 100 rumah sakit aman
Indonesia mengikrarkan lebih dari 3.000 sekolah dan 100 rumah sakit aman
Indonesia mengikrarkan lebih dari 3.000 sekolah dan 100 rumah sakit aman
-- Kementrian Pendidikan dan Kesehatan bergabung dalam Kampanye "Satu Juta Sekolah dan Rumah Sakit Aman"
Jakarta, 29 Juli 2010 - Indonesia saat ini telah berkomitmen untuk meningkatkan keselamatan 3.156 sekolah dan 105 rumah sakit sebagai bagian dari Kampanye "Satu Juta Sekolah dan Rumah Sakit Aman", yang sebelumnya telah diluncurkan secara global di Manila pada bulan April 2010 yang lalu.
"Infrastruktur Rumah sakit dan sekolah adalah hal yang kritis, khususnya terhadap resiko ketika bencana menyerang. Melalui inisiatif dalam Kampanye ini, kami ingin memastikan bahwa keamanan sekolah dan rumah sakit bergerak naik dalam agenda politik untuk menjadi prioritas bagi setiap negara. Tidak ada anak yang harus menjadi korban karena sekolah atau rumah sakit tidak aman ketika bencana terjadi," demikian menurut Margareta Wahlström, Wakil Khusus Sekretaris-Jenderal PBB untuk Pengurangan Risiko Bencana.
Indonesia sangat rentan terhadap bahaya gempa bumi, dan dalam dekade terakhir mengalami beberapa bencana besar di Bengkulu (2000), Aceh (2004), Nias (2005), Yogyakarta (2006), Bengkulu (2007), Jawa Barat (2009) dan Padang, Sumatera Barat (2009), selain juga bahaya bencana alam lain seperti letusan gunung berapi, banjir dan kekeringan, yang dalam 10 tahun terakhir ini telah menewaskan lebih dari 160.000 orang dan menghancurkan sejumlah besar rumah sakit dan sekolah.
Gempa terakhir di Sumatra di kota Padang pada bulan September 2009, telah merusak 270.000 bangunan termasuk lebih dari 3.500 ruang kelas dan 85 rumah sakit dan fasilitas kesehatan.
Pejabat tinggi dari tiga departemen - Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Kementrian Kesehatan dan Kementrian Pendidikan Nasional - bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana meluncurkan kampanye nasional untuk sekolah dan rumah sakit yang aman, bekerja-sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Platform Nasional untuk Pengurangan Risiko Bencana.
Dalam kesempatan ini, Menteri Kesehatan menjanjikan 100 rumah sakit yang aman, serta menginstruksikan departemen kesehatan lokal di tingkat provinsi dan kabupaten untuk mengalokasikan dana dan mengembangkan program untuk membangun rumah sakit dan fasilitas kesehatan lain yang lebih aman. Baik Rumah Sakit swasta maupun negeri akan didorong agar mengambil tindakan untuk menjamin kesiapsiagaan menghadapi resiko terjadinya bencana.
Wakil Menteri Pendidikan Nasional berjanji untuk memastikan bahwa seribu sekolah akan sesuai dengan standar keamanan sekolah, dan menambahkan bahwa ia akan mendorong departemen pendidikan di tingkat kabupaten dan provinsi untuk ikut berpartisipasi dalam kampanye ini.
Badan Nasional Penanganan Bencana juga berjanji untuk melakukan sosialisasi dan promosi akan kesadaran terhadap sekolah dan rumah sakit yang aman, dimulai dengan sebuah pertemuan yang melibatkan lima kabupaten di Sumatera.
Dr Agung Laksono, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, menekankan pentingnya rumah sakit yang aman, setelah beliau menyaksikan sendiri pada saat bencana orang-orang sakit dievakuasi dari rumah sakit di Yogyakarta dan Padang. Pada saat bencana, rumah sakit diperlukan untuk merawat yang terluka dan sakit. Beliau mengatakan bahwa ia akan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kampanye ini. Selain itu, beliau juga mengatakan bahwa ia akan mendorong para kepala pemerintah daerah untuk mengalokasikan dana untuk program-program dan kegiatan yang akan mendukung pendirian sekolah dan rumah sakit yang aman.
Lebih dari 200 peserta dari instansi pemerintah, LSM lokal dan internasional, serta para perwakilan dari sekolah dan rumah sakit melakukan ikrar secara online di website kampanye global (http://www.safe-schools-hospitals.net/) dan berkomitmen untuk mengikuti berbagai kegiatan untuk meningkatkan ketahanan sekolah dan rumah sakit di seluruh Indonesia. Alamat dari website ini yang tersedia dalam Bahasa Indonesia adalah http://safe-schools-hospitals.net/id/Beranda.aspx.
Peluncuran di Jakarta diselenggarakan oleh Perkumpulan Skala dan didukung oleh Palang Merah Indonesia, Perkumpulan Kerlip, Kantor UNESCO Jakarta, Fasilitas Pengurangan Risiko Bencana Australia-Indonesia, Plan International, dan UNILEVER Indonesia. Setidaknya 27 organisasi (lembaga Pemerintah, Badan-badan PBB, LSM, LSM internasional, Lembaga Donor, dan Sektor Swasta) akan mendukung berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kampanye sampai Juli 2011.
Kampanye Satu Juta Sekolah dan Rumah Sakit Aman merupakan inisiatif global untuk membuat sekolah dan rumah sakit yang lebih aman dari bencana sebagai bagian dari Bencana 2010-2011 Kampanye Dunia Pengurangan Resiko: "Bangunan Ketahanan Kota terhadap Bencana - kota saya siap!"
Artikel ini ditermahkan oleh Ardito Kodijat dari artikel yang berjudul "Indonesia Pledges Safety of Over 3,000 Schools and 100-plus hospitals" di http://www.unisdr.org/news/v.php?id=14779


Post new comment