The Inter-Agency Network for Education in Emergencies (INEE) Jejaring Antar Lembaga untuk Pendidikan dalam Situasi DArurat adalah suatu jejaring terbuka global perwakilan-perwakilan dari NGOs, badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa, pemerintah, lembaga pendidikan, sekolah-sekolah dan masyarakat terkena bencana yang bekerja sama untuk memastikan semua orang memperoleh hak atas pendidikan yang bermutu dan aman dalam situasi darurat dan pemulihan pasca krisis.
Sejarah INEE
INEE dilahirkan pada tahun 2000 pada saat the World Education Forum’s Strategy Session on Education in Emergencies in Dakar. Pada saat itu gagasan diusulkan untuk mengembangkan suatu proses yang memperbaiki komunikasi dan kerjasama antar lembaga dalam konteks pendidikan dalam situasi darurat. Sebagai tindaklanjutnya suatu konsultasi antar lembaga dilakukan di Geneva pada bulan November 2000, INEE secara resmi dibentuk dan mengkonsolidasikan jejaring yang sudah ada. Pekerjaan INEE berdasarkan sejumlah konvensi-konvensi hukum dan dokumen internasional.
Visi dan Misi
Tujuan INEE adalah untuk melayani sebagai jejaring global para anggota yang bekerjasama dalam suatu kerangka kerja kemanusiaan dan pembangunan untuk memastikan hak semua orang atas pendidikan yang bermutu dan aman dalam situasi darurat dan pemulihan pasca krisis. INEE mempunyai visi suatu dunia di mana:
· Semua orang yang terkena krisis dan instabilitas mempunyai akses terhadap pendidikan yang bermutu, relevan dan aman;
· Layanan pendidikan terpadu dalam semua intervensi tanggap darurat sebagai penyelamatan hidup dasar dan komponen pemeliharaan hidup respons kemanusiaan.
· Pemerintah dan donor memberikan donasi berkelanjutan dan mengembangkan kebijakan terpadu untuk memastikan pendidikan untuk kesiap-siagaan, pencegahan krisis, mitigasi, tanggap darurat dan pemulihan;
· Semua program pendidikan disiapkan untuk menanggapi situasi darurat, krisis kronis dan pemulihan yang selaras dengan standar minimum INEE dan akuntabel untuk mutu dan hasilnya.
Prinsip-prinsip dan nilai
Dalam INEE kami percaya, bahwa:
· Pendidikan adalah hak dasar semua orang yang terkena krisis dan instabilitas;
· Pendidikan terlindung selama krisis dan membangun dasar berkelanjutan untuk pemulihan, perdamaian dan pembangunan;
· Pendidikan harus dimasukkan dalam semua respons kemanusiaan;
· Kebijakan dan layanan pendidikan harus secara aktif dilanjutkan dan dikoordinasikan melintasi jaras kemanusiaan – pembangunan sebelum, pada saat dan dalam pemulihan dari krisis;
· Krisis yang melabilkan pendidikan dapat dipandang tidak hanya sebagai suatu situasi mendesak yang butuh bantuan segera, namun juga sebagai peluang untuk perubahan positif;
· INEE berusaha menjadi suatu jejaring yang terbuka, luwes dengan struktur formal yang minimum, kepemimpinan bersama, keanggotaan non-kompetitif dan relasi kerjasama antar lembaga yang kuat, memainkan peran sebagai pelancar bukan peran operasional.
· INEE melengkapi mekanisme antar lembaga lain yang lebih formal dengan menggunakan “the ‘soft power’ untuk mempertemukan, melancarkan, bukan mengarahkan dan berkompetisi, menyatukan lembaga-lembaga bersama, melanjutkan komitmen dan menguatkan kerjasama untuk pendidikan kesiapsiagaan, tanggap darurat dan pemulihan pasca krisis.
· Pendidikan, seperti kegiatan kemanusiaan dan pembangunan lainnya, harus melekat pada standar mutu yang jelas dan akuntabel terhadap hasil.
Bagaimana INEE bekerja?
Sejak dilahirkannya pada tahun 2000, INEE telah berkembang menjadi suatu jejaring dunia yang terbuka meliputi lebih dari 5,700 praktisi, pelajar, guru, staf dari badan-badan PBB, NGO, donor, pemerintah dan universitas yang bekerjasama untuk memastikan hak atas pendidikan dalam sitausi darurat dan pemulihan awal. Anggota-anggota INEE:
· Berkomunitasi terutama melalui suatu milist yand dimoderatori dan situs jejaring;
· Swa-organisir dan terlibat melalui kelompok kerja jejaring, kelompok tugas, kelompok minat, komunitas bahasa dan inisiatif anggota perorangan dan organisasi;
· Didukung oleh sekretariat inti berbasis di kantor UNICEF dan International Rescue Committee di New York dan di kantor UNESCO di Paris.
INEE dibangun bukan sebagai organisasi formal dengan fungsi birokrat, melainkan suatu mekanisme yang tanggap dan luwes yang menyatukan organisasi-organisasi dan perorangan bersama-sama untuk melancarkan kerjasama, berbagi pengalaman dan sumber-sumber, menetapkan standar-standar lapangan, dan terlibat dalam advokasi hak atas pendidikan. Jejaring secara khusus mencegah duplikasi sambil mempromosikan keragaman gagasan, pendekatan dan kepekaan gender. INEE tidak melaksanakan proyek atau mengkoordinir lembaga-lembaga, namun bekerja untuk memampukan anggota-anggota untuk lebih efektif. Sejauh ini sudah menjadi jelas bahwa membangun dan memelihara pendekatan jejaring unik ini dan metoda kerjasama melibatkan sejumlah pilihan dan karakter perilaku khusus yang akhirnya menjadi ‘budaya’ INEE, misalnya:
· Suatu visi yang jelas dan keputusan bersama untuk memastikan pendidikan menjadi suatu prioritas respons kemanusiaan;
· Suatu tim global yang bermotivasi dan responsive dari anggota perorangan, perwakilan kelompok pengarah dan staf secretariat yang bekerja dengan dan untuk organisasi-organisasi yang memimpin di lapangan;
· Suatu komitmen kerjasama, keluwesan, keterbukaan dan transparansi;
· Pendanaan inti, sumber-sumber dan kontribusi barang disampaikan dari dan melalui sumber beragam;
· Mekanisme komunikasi keanggotaan inklusif dan interaktif termasuk milist, konsultasi standar-standar minimum dan pelatihan, kelompok tugas, kelompok minat, komunitas bahasa Perancis, Spanyol dan Portugis;
· Suatu pendekatan strategis yang menumbuhkan kekuatan suatu jejaring kerja global untuk menentukan prioritas dan respons secara konsultatif terhadap situasi dinamis di lapangan.
Siapa yang dapat menggunakan Standar Minimum INEE?
Edisi baru buku pedoman, “INEE Standar Minimum untuk Pendidikan: Kesiapsiagaan, Tanggap Darurat, Pemulihan” memaparkan hasil konsensus banyak praktisi dan pembuat kebijakan di bidang pendidikan dalam situasi mengenai praktik baik dalam pemenuhan hak-hak dan kebutuhan pendidikan masyarakat yang terdampak oleh bencana dan krisis yang menegaskan martabat populasi terdampak.
Buku pedoman INEE adalah suatu alat yang dapat digunakan oleh beragam pemangku kepentingan pada tingkatan yang berbeda-beda, di antaranya:
· Pihak berwewenang bidang pendidikan, misalnya untuk kebijakan pendidikan, perencanaan kontinjensi sector atau tanggap darurat langsung dalam bidang pendidikan;
· Lembaga donor bilateral dan multilateral;
· Badan-badan PBB, NGOs dan organisasi berbasis komunitas;
· Guru, peneliti, akademisi, konsultan yang bekerja dalam bidang pendidikan dalam situasi darurat.
Bagaimana Standar Minimum INEE diorganisir?
Buku pedoman Standar Minimum INEE terdiri dari 19 standar, masing-masing diikuti dengan aksi kunci dan catatan panduan. Ke 19 standar diorganisir dalam 5 domain, yang semuanya kritis untuk memastikan akses terhadap pendidikan yang bermutu dan aman bagi semua pembelajar pada saat tanggap darurat sampai pemulihan. Ke 5 domain adalah Standar Dasar, Akses dan Lingkungan Belajar, Pengajaran dan Pembelajaran, Guru dan Staf Pendidikan Lain, dan Kebijakan Pendidikan. Standar Minimum didasarkan pada Konvensi Hak Anak, Dakar 2000 sasaran Pendidikan untuk Semua, dan Piagam Kemanusiaan Sphere Project.
Apa yang baru dalam edisi 2010 buku pedoman Standar Minimum INEE?
Mereka yang akrab dengan edisi 2004 akan mengenai isinya. Perubahan yang ada:
· Penguatan analisis konteks dan isu kunci: perlindungan, dukungan psikososial, mitigasi konflik, pengurangan risiko bencana, perkembangan anak usia dini, gender,
HIV dan AIDS, hak asasi manusia, pendidikan inklusif, kaitan lintas sector (kesehatan; air, sanitasi dan promosi kebersihan; hunian, pangan dan gizi) dan kaum muda. Untuk perangkat melaksanakan isu-isu kunci ini, silakan INEE Toolkit: www.ineesite.org/toolkit.
· Masuknya aksi kunci daripada indikator kunci, yang perlu dilakukan untuk memenuhi standar;
· Suatu perubahan nama domain pertama dari “Standar Umum untuk Semua Kategori” ke “Standar-standar Dasar”, merefleksikan perlunya menggunakan standar-standar ini sebagai dasar untuk semua pekerjaan pendidikan. Sebagai tambahan, berhbuung perlunya koordinasi dalam semua pekerjaan pendidikan, maka standar koordinasi dipindahkan dari domain kebijakan pendidikan.
Bagaimana saya memperoleh buku pegangan INEE Edisi 2010 ?
Untuk edisi berbahasa Indonesia dapat menghubungi :
Buku pegangan INEE edisi 2010 ini juga dapat diakses secara elektronik di :