You are hereKliping Berita Bencana MPBI Tanggal 01 Februari 2010
Kliping Berita Bencana MPBI Tanggal 01 Februari 2010
Kliping Berita Bencana MPBI
Tanggal 29 Januari 2010
Daftar Isi:
- Out of Aceh's experience, hope for rebuilding Haiti
- TNI AU Alokasikan 55.252 Jam Terbang untuk Penanggulangan Bencana
- Pemerintah Pusat Dinilai Tidak Memperhatikan Masalah Penyumbatan Pintu Waduk Pacal
- Kerugian Bencana Puting Beliung di Garut Masih Dihitung
- Rapat Kerja Gubernur Jawa Barat dengan Wapres soal Penanganan Pasca Bencana
- Banser Jatim Siap Tangani Bencana
- Healthcare scheme moves ahead despite critics
- Indonesia: The World's Most Dangerous Destinations
- Perbaikan Rumah Korban Gempa Padang Harus Diperkuat
- Perbaikan Rumah Korban Gempa Sumatera Barat Dimulai Februari
- Perbaikan Bangunan Publik Korban Gempa Tanpa Pengawasan
- Lirik Lagu “Telaga Dan Bencana" oleh Iwan Fals
Out of Aceh's experience, hope for rebuilding Haiti
By Joachim von Amsberg
Friday, January 29, 2010
The official death toll of the recent earthquake in Haiti is more than 110,000. That tens of thousands more may have been killed puts this tragedy on par with that wrought by the tsunami that struck South Asia in December 2004, killing about 200,000 people and displacing more than half a million just in Indonesia's Aceh province. There are other parallels between these disasters. Haiti is a poor country long plagued by governance issues. Even though Indonesia is a well-functioning state, Aceh at that time had been ravaged by decades of conflict between the Indonesian government and Acehnese groups fighting for independence. Whatever government had existed in Aceh was severely diminished by the tsunami.
Yet Aceh today is a vibrant place where families live in houses and communities, children attend school and farmers tend to their fields. Its reconstruction is widely recognized as a success, and that work could offer a silver lining for Haiti.
TNI AU Alokasikan 55.252 Jam Terbang untuk Penanggulangan Bencana
Rabu, 27 Januari 2010 14:55 WIB
Penulis : Sulistiono
YOGYAKARTA--MI: TNI AU mengalokasikan 55.252 jam terbang untuk penanggulangan bencana di Indonesia.
Hal tersebut tertuang dalam rencana kesiapan alutsita tahun anggaran 2010 yang disampaikan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Madya TNI Imam Sufaat di sela-sela Rapat Pimpinan TNI AU sekaligus Apel Komandan Satuan Tahun 2010 di Akademi Angkatan Udata Yogyakarta, Rabu (27/1).
Pemerintah Pusat Dinilai Tidak Memperhatikan Masalah Penyumbatan Pintu Waduk Pacal
Jum'at, 29 Januari 2010 | 15:27 WIB
TEMPO Interaktif, BOJONEGORO - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menilai Pemerintah Pusat tidak cepat merespon masalah pintu Waduk Pacal yang tersumbat. Padahal, akibat tersumbatnya pintu waduk terbesar di Bojonegoro itu bisa menimbulkan bencana alam. “Kami sudah melaporkannya kepada Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, tapi tidak direspon,” kata Kepala Dinas Pengairan Bojonegoro Bambang Budi Susanto kepada Tempo, Jumat (29/1).
Kerugian Bencana Puting Beliung di Garut Masih Dihitung
29 January 2010, 03:00 pm
Tim teknis Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat, hingga sepekan mendatang menilai kerusakan rumah penduduk akibat diterjang puting beliung pada delapan desa di kecamatan Kadungora.
“Hasil kajian tersebut, akan segera disampaikan kepada bupati setempat guna mendapatkan persetujuan pemberian bantuan bersumber dari dana biaya tak terduga (BTT) APBD 2010,” kata Kepala Bagian Administrasi Kesra Setda Garut Drs H Rachmat Wijaya, Jumat (29/1).
Rapat Kerja Gubernur Jawa Barat dengan Wapres soal Penanganan Pasca Bencana
Friday, 29 January 2010 15:02
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan melakukan Rapat Kerja dengan Wakil Presiden Budiono dalam rangka membahas pelaksanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Gempa Bumi Jawa Barat. Hadir dalam rapat tersebut, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menteri Keuangan Srimulyani Indrawati, Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufrie, Bupati Bandung Obar Subarna, Bupati Garut Aceng Fikri, Bupati Cianjur Tjetjep M Soleh, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat Sigit Udjwalaprana dan Asisten III Kesra Pery Soeparman.
“Pemerintah Pusat bersama Pemerintah Daerah bertekad untuk segera melaksanakan tahapan rekonstruksi dan rehabilitasi, khususnya untuk melakukan perbaikan rumah dan bangunan. Diharapkan alokasi anggaran yang sudah disepakati dapat segera dicairkan seluruhnya maupun bertahap, sehingga pelaksanaan rehab rekonstruksi dapat dilaksanakan sesuai dengan target. Kami butuh sekitar Rp 1,3 triliun lagi untuk melaksanakan maksud tersebut,” ujar Heryawan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (28/1) siang.
Banser Jatim Siap Tangani Bencana
Minggu, 31 Januari 2010 23:17 WIB
Surabaya (ANTARA News) - Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur siap membantu menangani dampak bencana alam, demikian Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (PP GP) Ansor Saifullah Yusuf saat Apel Banser NU Jatim menyambut Hari Lahir ke-84 NU di Gedung PWNU Jatim, Minggu.
"Kami sudah menyiapkan Tim Khusus untuk membantu pemerintah menangani bencana," kata Wagub Jatim itu saat menghadiri apel bersama Gubernur Jatim Soekarwo.
Monday, February 1, 2010 11:39 AM
Healthcare scheme moves ahead despite critics
Desy Nurhayati , The Jakarta Post , Denpasar | Mon, 02/01/2010 10:55 AM | Bali
Bali governor Made Mangku Pastika admitted that the provincial administration faced difficulties and complaints in rolling out the Bali Mandara healthcare scheme (JKBM) and promised to continuously evaluate to improve the free program.
The governor spoke Saturday to residents during a monthly public forum held in Banjar Poh Gading in North Denpasar, during which residents asked questions and criticize the administration’s programs.
Indonesia: The World's Most Dangerous Destinations
Sunday, January 31, 2010
By Paul Eisenberg
Mother Nature doesn’t really care if her unpredictability irritates you.
Take volcanoes. In 2002, ten of the world’s major active ones erupted, including Italy’s Etna and Stromboli. In 2003, Mama cut eruptions to six, four of which were in Indonesia. Would she continue the trend? Well, no. In 2004, 26 major volcanoes erupted worldwide in places as far flung as Guatemala, Japan, Mexico, Alaska and, once again, Indonesia.
It gets more unpredictable, of course. Volcanic eruptions sometimes kill, force evacuations, or trigger earthquakes, and sometimes they don’t. Locals live with this uncertainty and often not by choice. As travelers we often can choose, and while we can’t always predict what nature has in store, some destinations harbor more natural dangers than others.
Perbaikan Rumah Korban Gempa Padang Harus Diperkuat
Senin, 01 Februari 2010 | 10:19 WIB
TEMPO Interaktif, Padang — Kawasan pesisir Padang, Sumatera Barat, rawan likuifaksi sehingga banyak bangunan yang rusak berat dan ambles hingga 30 centimeter ke dalam tanah saat gempa 30 September 2009 terjadi.
Likuifaksi adalah fenomena lapisan tanah pasir berubah menjadi cairan sehingga tak mampu menopang beban bangunan di dalam atau di atasnya.
Tim Pendukung Teknis Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascagempa Sumatera Barat Bidang Perumahan, Febrin Anas Ismail, Senin (1/2), mengatakan untuk perbaikan rumah korban gempa yang berada di daerah rawan likuifaksi, pondai rumah harus diperkuat.
Perbaikan Rumah Korban Gempa Sumatera Barat Dimulai Februari
Kamis, 28 Januari 2010 | 14:49 WIB
TEMPO Interaktif, Padang - Bantuan perbaikan rumah korban gempa di Sumatera Barat akan dimulai Februari mendatang. Dana pembangunan rumah berasal dari dana pemulihan dini dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk perbaikan rumah rusak berat dan rusak sedang senilai Rp 115,18 miliar.
Gubernur Sumatera Barat Marlis Rahman mengatakan bantuan pembangunan tahap awal ini merupakan proyek percontohan yang akan dilakukan di satu kelurahan yang mewakili satu kecamatan di daerah yang terparah kena gempa.
Menurut Marlis, dari pertemuan dengan bupati dan wali kota kemarin, sudah disetujui akan dipilih perbaikan rumah tahap awal ini untuk rumah warga yang terparah dalam satu kelurahan yang mewakili satu kecamatan.
Perbaikan Bangunan Publik Korban Gempa Tanpa Pengawasan
Kamis, 28 Januari 2010 | 10:20 WIB
TEMPO Interaktif, Padang - Perbaikan bangunan publik yang rusak karena gempa 30 September lalu di Padang tanpa pengawasan pemerintah. Pemilik bangunan hotel, lembaga kursus, dan swalayan yang rusak karena gempa kini sedang memperbaiki sendiri bangunannya, bahkan ada yang sudah mulai beroperasi kembali.
Anggota Tim Pendukung Teknis Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Gempa Sumatera Barat Febrin Anas Ismail menyayangkan sudah banyak bangunan publik yang diperbaiki tanpa pengawasan dari pemerintah.
Lirik Lagu “Telaga Dan Bencana" oleh Iwan Fals
aku Sering Menyesali
Sebab Tak Mampu Memahami
Sulit Membaca Isyaratmu
Kata Katamu Penuh Arti
Lidahku Bagai Api
Menghanguskan Harapanmu
Ada Air Jernih Mengalir
Dari Dua Matamu


Post new comment