You are hereLP2DER Bima Gelar Pelatihan Pengintegrasian PRB ke dalam Kurikulum
LP2DER Bima Gelar Pelatihan Pengintegrasian PRB ke dalam Kurikulum
LP2DER Bima Gelar Pelatihan Pengintegrasian PRB ke dalam Kurikulum
26 Juli 2011.
Lembaga Pengembangan Partisipasi Demokrasi dan Ekonomi Rakyat (LP2DER) mengadakan pelatihan Pengintegrasian Pengurangan Risiko Bencana (PRB) ke Dalam Kurikulum selama tiga hari (25-27 Juli) di Hotel Parewa, Kota Bima. Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 30 orang yang terdiri dari guru dan pengawas dari Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (DIKPORA) dari empat kecamatan dampingan lembaga ini.
“Pengintegrasian PRB ke dalam kurikulum sangat penting untuk dilakukan mengingat bencana sering mengancam jiwa masyarakat, khususnya peserta didik yang masuk ke dalam kelompok rentan,” ujar Bambang, direktur LP2DER.
Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan-pelatihan yang sudah dilakukan oleh LP2DER sebelumnya. Bahkan sampai saat ini, LP2DER sedang mendorong pemerintah Kabupaten Bima agar segera membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang Penanggulangan Bencana sesuai dengan amanat Undang-Undang (UU) No. 24 Tahun 2007, tambah Bambang di hadapan peserta pelatihan.
Sementara itu, Pejabat Dinas DIKPORA Kabupaten Bima yang diwakili oleh Arsyad dalam kata sambutannya mengatakan bahwa kegiatan semacam ini perlu didukung, mengingat pengintegrasian PRB ke dalam kurikulum itu merupakan langkah strategis dalam membangun sumber daya manusia. “Selain itu, kesepakatan-kesepakatan yang tertuang dalam aksi-aksi bersama dunia tentang kebencanaan di Beijing, Hyogo, dan Bali, serta surat Kementerian Pendidikan Nasional (Mendiknas) memperkuat dasar hukum tentang hal ini,” jelas Arsyad.
Bicara mengenai pengintegrasian, DIKPORA kabupaten ini sudah memiliki pengalaman sebelumnya. Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah salah satu contoh yang sudah berhasil mendapatkan dukungan pemerintah daerah bahkan sudah memiliki Perda dan Surat Keputusannya. Sehingga diharapkan pengintegrasian PRB ke dalam kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler akan menjadi mudah berlandaskan pengalaman yang sudah ada.
Tujuan dari pengintegrasian PRB ke dalam kurikulum bukan untuk menjadikan PRB sebagai mata pelajaran baru. Tetapi lebih ke arah mengembangkan strategi dengan memperhatikan teknik-teknik serta unsur yang dimasukkan ke dalam indikator pembelajaran. Jadi inti dari pelatihan ini adalah bagaimana menyusun silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dalam proses pelaksanaan pembalajaran di sekolah.
LP2DER melakukan usaha-usaha kerja pengarusutamaan PRB di Kabupaten Bima tidak dilakukan di tingkat sekolah saja, tetapi di komunitas dan pemerintahan juga. Kegiatan ini dilakukan dalam kerangka proyek membangun ketahanan masyarakat di kawasan timur Indonesia yang didukung oleh Oxfam di Indonesia dan Kemitraan Australia Indonesia.
***


Post new comment