You are hereMELEMBAGAKAN KETAHANAN MASYARAKAT MENGHADAPI RISIKO BENCANA: Komunitas Mengurangi Risiko Bencana Berkaitan Perubahan Iklim

MELEMBAGAKAN KETAHANAN MASYARAKAT MENGHADAPI RISIKO BENCANA: Komunitas Mengurangi Risiko Bencana Berkaitan Perubahan Iklim


By djuni - Posted on 07 October 2009

MELEMBAGAKAN KETAHANAN MASYARAKAT MENGHADAPI RISIKO BENCANA
Komunitas Mengurangi Risiko Bencana Berkaitan Perubahan Iklim

Laporan Penilaian Global Pengurangan Risiko Bencana tahun 2009  mengatakan  bahwa beragam pendekatan dan perangkat dalam pemerintahan perkotaan, pengelolaan lingkungan dan mata pencaharian yang berkelanjutan, pengelolaan dan pengalihan risiko dan pendekatan berbasis komunitas telah dilaksanakan untuk mengurangi risiko bencana di tingkat komunitas dan lintas sektor di negara sedang berkembang. Beberapa ‘pekerjaan rumah’ untuk pengurangan risiko bencana masa mendatang terutama adalah koordinasi upaya-upaya pengurangan risiko bencana, pengurangan kemiskinan dan adaptasi perubahan iklim, juga di Indonesia.

Sejak tahun 2004 Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI), memprakarsai kegiatan  tahunan bagi para praktisi pengurangan risiko bencana berbasis komunitas untuk saling berbagi, bertukar pengalaman, mengembangkan piranti serta kerangka kerja untuk membangun jaringan. Untuk memperingati Hari Peredaman Bencana Sedunia tahun 2009 ini kegiatan tahunan Konferensi Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Komunitas akan  berlangsung di Makassar sejak hari Senin, 5 Oktober 2009 hingga Kamis, 8 Oktober 2009 – di Hotel Sahid Jaya, Jalan Dr. Sam Ratulangi No. 33, Makassar. Acara yang dinamai Konferensi Nasional PRBBK V ini mempunyai tujuan hakiki untuk menguji  efektivitas perangkat dan kerangka kerja PRBBK (Pengelolaan Risiko Bencana Berbasis Komunitas) dalam perubahan iklim serta membangun pelembagaan PRBBK sebagai sebentuk wadah gerakan. Kegiatan Konferensi Nasional PRBBK V ini dapat terlaksana berkat kerjasama   Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Safer Communities through Disaster Risk Reduction (SCDRR), Oxfam GB dan MPBI.

PRBBK sebagai sebuah gerakan yang mengutamakan peran internal komunitas  akan menjadi topik menarik pada hari Selasa, 6 Oktober 2009 di sesi 1 pukul 09.00-10.45. Dilanjutkan dengan topik peran eksternal seperti pemberdayaan program-program sektoral dan urusan pendanaan pembangunan sebagai sesi 2 pada pukul 11.00-12.30. Dan diskusi menarik serta interaktif akan terjadi pada sesi 3- pukul 13.30-15.30 yang terbagi pada enam (6) ruang dengan tema diskusi   memperkuat peran media, peran pemerintah lokal/desa, peran perguruan tinggi, peran organisasi masyarakat sipil, dan peran lembaga internasional dalam membangun gerakan PRBBK.

Konferensi Nasional PRBB V tersebut juga memaparkan persoalan dampak perubahan iklim dalam bencana yang akan diadakan pada Rabu 7 Oktober 2009 di sesi 1 pukul 09.00-11.00. Dan untuk lebih memahami akan dampak tersebut, akan diputarkan film selama 30 menit dan kemudian dilanjutkan dengan curah gagasan yang juga terbagi dalam enam (6) ruang. Agar hasil konferensi dapat lebih diaplikasikan pada masyarakat lokal, maka pada sesi 3 – pukul 13.30-15.30, merupakan praktik-praktik serta tata pemerintahan dalam pengintegrasian PRBBK dengan perubahan iklim. Untuk mewujudnyatakan pelembagaan PRBBK sebagai sebuah medium gerakan, pada hari Kamis 8 Oktober 2009 sejak pukul 09.00-12.30 akan diisi topik-topik yang memotivasi seperti  harmonisasi interaksi pelaku dan fasilitator PRBBK (pemerintah, komunitas/NGO, bisnis/swasta) dan strategi-strategi yang mendukung pelembagaan tersebut.

Konferensi   akan diawali dengan peluncuran buku “Kiat Tepat Mengurangi Risiko Bencana –Pengelolaan Risiko Bencana Berbasis Komunitas (PRBBK)” pada hari Senin 5 Oktober 2009 pukul 16.00-17.00 dan dilanjutkan dengan peluncuran buku “International Law and Standards Applicable in Natural Disaster Situations – Perlindungan Hak-hak Warga Sipil dalam Situasi Bencana”, pada pukul 17.00-18.00. 
Kegiatan pendukung selama konferensi adalah pameran untuk umum mengenai ketahanan masyarakat  dalam bencana yang diisi oleh 15 organisasi peserta konperensi dari dalam dan luar negeri antara lain: Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia, Oxfam GB, Konsorsium Pendidikan Bencana, Plan International, International Organization for Migration, International Federation of Red Cross and Red Crescent, World Vision International, Komunitas PASAG Merapi, dan 4 LSM dari Makassar.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai  rincian acara silakan hubungi:

SEKRETARIAT KONFERENSI NASIONAL PRBBK KE-V
Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI)
Website: http://mpbi.org
Jl. Kebon Sirih 5G, Jakarta 10340
Telp. 021-3147321 - Fax. 021-3103535 - Email. info@mpbi.org, website: http://www.mpbi.org

Penghubung:
Nama:  Ferry Suferilla
No. HP: 0852-7743-7969
Email: suferilla.fr@gmail.com
 

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
9 + 1 =
Solve this simple math problem and enter the result. E.g. for 1+3, enter 4.