You are hereMPBI Selenggarakan Pelatihan PRBBK Pesisir
MPBI Selenggarakan Pelatihan PRBBK Pesisir
MPBI SELENGGARAKAN PELATIHAN PRBBK PESISIR
MPBI News, Bantul, Yogyakarta
Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI) menyelenggarakan “Pelatihan Pengelolaan Risiko Bencana Berbasis Komunitas (PRBBK) dengan fokus masyarakat pantai dan pesisir” dari tanggal 11-16 Agustus 2010 di Dusun Depok, RT 003 RW 011 Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pelatihan ini diikuti oleh 15 orang dari lembaga Plan Indonesia dan International Federation Red Cross (IFRC) Sumatera Barat. Peserta dari Plan Indonesia berasal dari berbagai unit program di daerah, antara lain Program Unit Jawa Tengah (Grobogan, Rembang, Purwodadi), Program Unit NTT (Lembata, Sikka, Kefamenanu) dan Program Unit Dompu, NTB, Kegiatan ini didukung oleh Pusat Studi Manajemen Bencana (PSMB) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta. Fasilitator pelatihan adalah Dr. Ir. Eko Teguh Paripurno, M. Sc. (Kepala PSMB UPN Veteran Yogyakarta, dr. H. Iskandar Leman, MDM. (Wakil Sekjen MPBI) dan drs. Benny Usdianto (konsultan GTZ-IS). Panitia pelatihan terdiri dari Catur Sudiro (MPBI), Dewi Andaruni (MPBI), Rosalynd Hasibuan (MPBI), Bambang Sasongko (MPBI), Indra Baskoro Adi (PSMB), dan Wana Kristanto (PSMB)
“Pelatihan PRBBK Pesisir” bertujuan untuk meletakkan dasar pengetahuan dan pemahaman tentang prinsip-prinsip PRBBK untuk wilayah pantai / pesisir yang dapat menjadi arahan program, sektor dan konteks kerja pelaku PB di Indonesia. Di samping itu pelatihan ini mempunyai tujuan khusus agar para peserta pelatihan di akhir acara akan:
- Memiliki dasar pengetahuan dan pemahaman tentang prinsip-prinsip dan isu-isu utama dalam PRBBK untuk wilayah pantai / pesisir, dengan ancaman rob, gempa, dan tsunami.
- Memiliki dasar arahan untuk pengarusutamaan pengurangan risiko bencana ke dalam perencanaan dan pelaksanaan program yang sesuai dengan sektor dan konteks kerja masing-masing.
- Memiliki dasar pemahaman dan ketrampilan tentang penerapan prinsip-prinsip PRBBK dalam program, kebijakan, perencanaan dan prosedur lembaga yang sesuai dengan sektor dan konteks kerja mereka masing-masing.
Pelatihan ini merupakan bagian pra-konferensi PRBBK tahun 2010 dan pewujudan rekomendasi peserta konferensi PRBBK tahun 2009.
Selama pelatihan, para peserta belajar bersama, mendiskusikan dan berlatih mengenai ancaman, kerentanan, kapasitas mengelola bencana, kaitan antara bencana, kemiskinan dan pembangunan, prinsip PRBBK, dan alat-alat kajian risiko bencana partisipatoris. Para peserta belajar menggunakan metoda presentasi interaktif, latihan, berbagi, diskusi, dan ungkapan-ungkapan kreatif. Para peserta diajak melihat dan mendiskusikan UU No. 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana, Kerangka Aksi Hyogo 2005-2015, Rencana Aksi Nasional Pengurangan Risiko Bencana 2010-2012, Rencana Nasional Penanggulangan Bencana 2010-2014, Pemetaan Risiko Bencana dan Kiat Jitu Pengelolaan Risiko Bencana Berbasis Komunitas. Selama pelatihan mitra latih juga menyaksikan tayangan film “Oceans” (BBC), Jermal (film komersial), 10 menit kehidupan (Yayasan IDEP), Menghadapi Tsunami (GTZ-IS-GITEWS, dan Budi Jadi Sunatan (GTZ-IS GITEWS).
Para peserta pelatihan yang berasal dari beragam daerah ini mengungkapkan harapan mereka mengikuti pelatihan, yaitu ingin lebih mengetahui, mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan mengenai PRBBK melalui proses yang menyenangkan, santai, serius, tepat waktu, logistik yang terjamin, menggunakan metode sharing, diskusi, juga membahas pengelolaan risiko bencana berbasis anak.
Pada hari kedua, Para peserta pelatihan mengatakan pelatihan ini bermanfaat, bermutu, sesuai harapan. Pelatihan pada hari kedua ini lebih ditekankan kepada proses pemetaan partisipatoris.
Hari ketiga diisi dengan kunjungan ke Laboratorium Geospatial, Parangtritis, Yogyakarta. Peserta pelatihan diterima dengan baik oleh Dr. I Nyoman Sukmantalya K MSc, Kepala Laboratorium. Kunjungan yang direncanakan hanya 1 (satu) jam; pukul 09:00 – 10:00 WIB, akhirnya berlangsung selama 3 (tiga) jam lebih. Pemanjangan waktu ini karena menariknya bahan sajian, cara pemaparan, serta si pemapar sendiri, Pak Nyoman.
Kembali dari kunjungan ke Laboratorium Geospatial, peserta langsung dilatih tentang pendampingan dan pendekatan ke masyarakat melalui praktik-praktik secara berkelompok. Sesi ini menarik karena semua kelompok maupun peserta mendapat giliran untuk mengekspresikan kemampuan mereka melalui interaksi-interaksi sesama peserta dan diiringi oleh suara-suara alat-alat musik yang disiapkan dan disediakan oleh panitia / pelatih.
Pada malam hari, dimulai pukul 20:30 sampai dengan 22:00 WIB, sesi pelatihan diisi dengan pemutaran film tentang kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana (Nias, MPBI-UNESCO), seri 10 menit kehidupan (Yayasan IDEP), Hari ketiga ditutup dengan diskusi pendek tentang film-film yang diputar serta doa bersama.
Gambar 1 Peserta pelatihan mendapat sesi diskusi di luar ruangan, halaman bpk Suroso sebagai basis tempat pelatihan.
Daftar peserta antara lain:
- Abidin (DRR Fasilitator Plan Indonesia Program Unit Lembata, NTT)
- Agustinus Paju (Community Transformation Agent (CTA )Plan Indonesia Prog. Unit Kefamenanu, NTT)
- Andy Wahyu Widayat (DRR Fasilitator Plan Indonesia Program Unit Rembang, Jawa Tengah
- Berliana Paulina Dana Dasa (DRR Fasilitator Plan Indonesia Prog. Unit Kefamenanu, NTT)
- Handoko (DRR Fasilitator Plan Indonesia Program Unit Grobogan, Purwodadi, Jawa Tengah).
- Hasan Ahmad (CTA-Plan Indonesia Program Unit Dompu, NTB)
- Kanisius Ukeng (Staf Lapangan CTA Plan Indonesia Program Unit Lembata, NTT)
- Muhammad Juarsa (DRR Fasilitator Plan Indonesia Program Unit Dompu, NTB)
- Nurul Isneni (CTA Plan Indonesia Program Unit Rembang, Jawa Tengah
- Muhammad Robbi Qawi ( CTA Plan Indonesia Program Unit Grobogan, Purwodadi, Jawa Tengah)
- Paulus Toon Tukan (Staf Lapangan CTA Plan Indonesia Program Unit Lembata, NTT)
- Reftalina Rachman (Sr. Health Officer IFRC Sumatera Barat)
- Robert Desilfa Saunoah (CTA- Plan Indonesia Prog. Unit Kefamenanu, NTT)
- Yoseph Marianus Pedor (CTA Plan Indonesia Prog. Unit Sikka, NTT
- Vincentius Sales (CTA Plan Indonesia Prog. Unit Sikka, NTT


Post new comment