You are hereBlogs / djuni's blog / Pemahaman wartawan terhadap isu PB

Pemahaman wartawan terhadap isu PB


By djuni - Posted on 17 April 2009

Pada tanggal 15 April 2009 saya ikut acara yang diadakan oleh BNPB di Hotel Millenium, Jakarta, yaitu “Rapat Konsolidasi dan dan Percepatan Pembentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)”. Setelah acara pembukaan selesai dilakukan kemudian diadakan acara konperensi pers oleh petinggi BNPB.

Yang menjadi sumber utama dalam konperensi pers ini adalah Kepala BNPB, Pak Syamsul Ma’arif dengan disaksikan oleh para Deputi BNPB. Wartawan yang hadir ada sekitar 20 orang, yang berasal dari media cetak, media elektronik dan media online. Saya sebagai "tukang berita" Website MPBI merasa diri saya sebagai "wartawan online" walaupun saya sama sekali tidak mempunyai kartu wartawan dari asosiasi manapun he....he.....he......

Yang manarik hati saya selama proses konperensi pers itu adalah pertanyaan-pertanyaan yang diajukan para wartawan. Dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan para wartawan kepada Kepala BNPB itu saya dapat mengambil kesimpulan kalau pemahaman atau persepsi para wartawan terhadap isu PB masih sangatlah lemah. Mengapa? Karena  pertanyaan-pertanyaan yang diajukan itu terasa dangkal dan tidak cerdik. Bila para wartawan tersebut paham atau menguasai isu PB maka pertanyaan-pertanyaan mereka akan terlihat cerdik, tangkas dan mendalam. Dari situ banyak hal bisa diinvestigasikan mengenai pelaksanaan PB.

Lalu pertanyaan saya adalah:

  • Bagaimana meningkatkan pemahaman para wartawan (cetak, elektronik, online) terhadap isu PB sehingga mereka dapat meliput dan melaporkan kerja-kerja PB secara cerdik, tangkas dan mendalam?
  • Bagaimana agar para wartawan dapat memberitakan "good news is good news" bukan hanya yang terjadi selama ini berupa "bad news is good news". 

Salam,
djuni

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
1 + 0 =
Solve this simple math problem and enter the result. E.g. for 1+3, enter 4.