You are herePembahasan Masukan Diskusi tentang "Peran dan Strategi Masyarakat Adab dalam PB di Indonesia"
Pembahasan Masukan Diskusi tentang "Peran dan Strategi Masyarakat Adab dalam PB di Indonesia"
Diskusi tentang "Peran dan Strategi Masyarakat Adab dalam PB di Indonesia" disebar di milis-milis dan Website MPBI selama tanggal 13 – 26 Februari 2009. Ada 5 orang yang memberikan masukan kepada MPBI melalui media email, hasil lengkap dapat dibaca disini. Masukan-masukan tersebut disusun menurut daftar pertanyaan yang diluncurkan sebagai pancingan diskusi.
Berikut ini pembahasan dan tanggapan balik dari Tim Pembahas MPBI. Bila ada hal-hal yang kurang jelas atau ada masukan-masukan tambahan atau pemikiran lain, silahkan dikirim melalui email ke: diskusipb@mpbi.org
--------------------------------------------------------------------
Diskusi elektronik menggarisbawahi beberapa hal:
1. Tantangan dan hambatan dalam penyelenggaraan PB:
- Sistem penanggulangan bencana yang belum jelas. Peserta mengamati adanya suatu sistem yang belum tertata, masih bersifat birokratis, dan rawan penyalahgunaan politik.
- Terpenggalnya antara proses pengurangan risiko dan respon tanggap darurat, dan antara penyelenggaraaan oleh pemerintah dengan kegiatan masyarakat dan NGO/masyarakat internasional. Upaya-upaya penghimpunan ke dalam proses perencanana pembangunan masih bersifat normatif.
- Ketidakjelasan peran badan-badan penanggulangan bencana dalam konteks daerah dan sektor
- Kurangnya kerangka dasar, pemahaman, dan kapasitas masyarakat untuk hidup dengan risiko bencana pada konteksnya masing-masing.
2. Peluang / kesempatan untuk meningkatkan penyelenggaraan PB:
- Proses perencanaan pembangunan yang sudah cukup terbuka untuk menyerap elemen PB.
- Terdapat banyak organisasi yang faham dan melaksanakan program PB.
- Sudah ada gagasan tentang PB diantara pemangku kepentingan walaupun mungkin untuknya belum sempurna.
- Terus bertambahnya informasi tentang PB.
3. Peran-peran masyarakat adab:
- Masyarakat adab adalah pelaku PB yang dapat membantu masyarakat mengidentifikasi dan menganalisis risiko dan memberikan motivasi dan pendampingan untuk mencari kiat-kiat PB.
- Sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah.
- Penyebar norma, teknik, dan informasi.
- Pelaku peningkatan partisipasi masyarakat.
4. Analisis paling sentral dari diskusi elektronik ini adalah tentang strategi apa yang seharusnya digunakan oleh warga masyarakat adab untuk melaksanakan peran-peran PB di atas:
- Penyebaran informasi.
- Kolaborasi dengan pemerintah.
- Jejaring diantara pegiat PB.
- Pengembangan kapasitas warga masyarakat adab dan masyarakat luas.
- Mencobakan, memperbaiki dan mengadvokasikan penerapan upaya-upaya PB di sektor dan di lapangan.
Peserta diskusi elektronik menyatakan harapan agar MPBI dapat menunjang strategi-strategi masyarakat adab di atas dengan cara, antara lain:
- Menjadi wahana diskursus antara masyarakat adab dalam rangka membangun kerangka kerjasama, pengawasan kinerja, dan pelaksanaan tanggung gugat terhadap pemerintah dalam penyelenggaraan PB
- Menjadi suatu sarana penghimpunan dan pemanfaatan norma-norma PB baik yang bersifat ilmiah, legal/kebijakan, maupun praktik program kegiatan penyelenggaraan PB.
- Menjadi pendamping untuk mengoptimalkan potensi masyarakat adab dalam penyelenggaraan PB baik melalui penyebaran informasi, pelaksanaan latihan-pelatihan, maupun penghubungan warga masyarakat adab dengan sumberdaya kegiatan PB.
- Menjadi titik tumpu komunikasi dan kerjasama diantara sesama warga masyarakat adab dalam bidang PB dan dalam beberapa situasi, mewakili masyarakat adab dalam fungsi-fungsinya untuk pendampingan dan pengawasan terhadap pemerintah.
Post new comment