You are herePemerintah Pusat Dinilai Tidak Memperhatikan Masalah Penyumbatan Pintu Waduk Pacal
Pemerintah Pusat Dinilai Tidak Memperhatikan Masalah Penyumbatan Pintu Waduk Pacal
Pemerintah Pusat Dinilai Tidak Memperhatikan Masalah Penyumbatan Pintu Waduk Pacal
Jum'at, 29 Januari 2010 | 15:27 WIB
TEMPO Interaktif, BOJONEGORO - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menilai Pemerintah Pusat tidak cepat merespon masalah pintu Waduk Pacal yang tersumbat. Padahal, akibat tersumbatnya pintu waduk terbesar di Bojonegoro itu bisa menimbulkan bencana alam. “Kami sudah melaporkannya kepada Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, tapi tidak direspon,” kata Kepala Dinas Pengairan Bojonegoro Bambang Budi Susanto kepada Tempo, Jumat (29/1).
Pemerintah Bojonegoro telah melakukan berbagai upaya untuk mencari penyebab tersumbatnya pintu waduk. Selain menggunakan alat penyedot lumpur, juga mendatangkan penyelam dari Marinir Surabaya. Bahkan melibatkan tenaga paranormal. Namun tidak membawa hasil.
Masalah tersebut juga sudah dibahas bersama Balai Besar Pengelolaan Sumber Daya Air (BPSDA) Bengawan Solo, di Solo, Senin 25 Januari lalu. Sebab, dalam sepekan terakhir ini curah hujan di Bojonegoro dan sekitarnya cukup tinggi.
Debit air di waduk buatan Belanda tahun 1933 itu pun terus meningkat. Saat ini sudah mencapai 14 juta meter kubik. Masalah diperparah oleh sedimentasi di dasar waduk yang ketebalannya mencapai 11 meter. Dikhawatirkan waduk jebol yang bisa menimbulkan banjir besar. SUJATMIKO.
Sumber: Tempo Interaktif


Post new comment