You are herePENELITI INDONESIA RAIH "SASAKA AWARD"

PENELITI INDONESIA RAIH "SASAKA AWARD"


By djuni - Posted on 18 June 2009

PENELITI INDONESIA RAIH "SASAKA AWARD"

 Wednesday, 17 June 2009 13:27

Peneliti dari Indonesia, Dr. Eko Teguh Paripurno, berhasil meraih "Sasaka Award", sebuah penghargaan bergengsi yang diberikan kepada mereka yang telah berkontribusi pada upaya mengurangi risiko bencana.

Jenewa, 17/6 (Roll News) - Peneliti dari Indonesia, Dr. Eko Teguh Paripurno, berhasil meraih "Sasaka Award", sebuah penghargaan bergengsi yang diberikan kepada mereka yang telah berkontribusi pada upaya mengurangi risiko bencana.

Anggota delegasi Indonesia dalam konferensi antarbangsa untuk "Global Platform" tentang "Pengurangan Risiko Bencana" di Jenewa, Swiss, yang menghubungi ANTARA, Rabu dinihari menjelaskan, Eko Teguh Paripurno, berhak atas uang sebesar 50.000 dolar AS.

"Sasakawa Award" merupakan penghargaan dari Yayasan Nippon Jepang, diberikan bagi mereka yang telah berkomitmen untuk mengurangi risiko bencana.

Eko Teguh Paripurno, staf pengajar sekaligus peneliti di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Yogyakarta itu, memperoleh penghargaan ini atas upayanya memperkenalkan teknologi tepat guna bagi masyarakat lokal di sekitar Gunung Merapi.

"Penghargaan ini akan saya gunakan untuk membangun kapasitas masyarakat di sekitar gunung Merapi, bagaimana agar mereka mengenal dengan baik tentang gunung Merapi. Ini adalah langkah awal upaya untuk mengurangi risiko bencana," kata Eko memberikan penjelasannya di pertemuan "Global Platform" yang diselenggarakan di Jenewa.

Saat ini, Eko Teguh Paripurno adalah Direktur Pusat Penelitian untuk Manajemen Bencana UPN di Yogyakarta, dan konsultan pemerintah baik lokal maupun nasional serta terlibat aktif dalam beberapa organisasi LSM.

Kirim ahli

Sementara itu, Wakil Tetap Republik Indonesia (Watapri) untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), WTO dan Organisasi Internasional lainnya, Dubes Dian Triansyah Djani mengemukakan bahwa sudah saatnya Indonesia mengirimkan ahli-ahlinya keluar wilayah-wilayah bencana lainnya.

"Karena memang orang Indonesia lah yang memiliki pengalaman begitu hebat dalam menangani bencana tsunami yang terjadi tahun 2006," katanya pada pidato jamuan makan malam di Kantor PTRI (Perutusan Tetap Republik Indonesia) Jenewa, Swiss, Selasa (16/6) malam.

Pernyataan Dubes Dian Triansyah Djani itu disampaikan di depan sekitar 35 orang delegasi RI konferensi antarbangsa untuk "Global Platform" tentang "Pengurangan Risiko Bencana" di Jenewa, 20 orang staf PTRI, dan juga termasuk Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Dr. Syamsul Maarif.

Ia mengemukakan, pascatsunami di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Nias, banyak permintaan melalui PTRI di Jenewa untuk tenaga ahli.

"Ketika terjadi bencana di Myanmar, saya sendiri terlibat langsung untuk menangani bencana yang terjadi 2008. Kami berharap delegasi RI saat ini dapat menyuarakan pengalaman tersebut dengan baik, karena memang kita saat ini telah memiliki keahlian dalam mengelola bencana," katanya.

Sementara itu, Kepala BNBP Syamsul Maarif dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa Indonesia bukan lagi "supermarket" bencana, tetapi kini sudah menjadi laboratorium bencana.

Menurut Rini Trinirmala, "Global Platform" untuk pengurangan risiko bencana di Jenewa itu adalah pertemuan kedua, yang diharapkan dari kegiatan tersebut akan dihasilkan agenda dan strategi yang akan dilakukan untuk masa dua tahun.

Selain itu, pertemuan ini juga merupakan pertemuan evaluasi kerangka kerja Hyogo (HFA), di mana Indonesia adalah salah satu penandatangannya.

Pertemuan yang dihadiri lebih dari 1.500 utusan dari 150 negara dan lebih dari 120 lembaga antarbangsa dan nasional, LSM dan peneliti itu, berlangsung dari tanggal 16-19 Juni. Konferensi ini dijadwalkan dibuka oleh oleh Sekjen PBB Ban Ki-Moon dan juga Presiden Swiss Hans Rudolf Merz. (A035) (

http://www.news.id.finroll.com/nasional/71892-____peneliti-indonesia-rai...
 

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
1 + 0 =
Solve this simple math problem and enter the result. E.g. for 1+3, enter 4.