You are herePengetahuan tentang bencana masuk kurikulum
Pengetahuan tentang bencana masuk kurikulum
Kamis, 29/07/2010 18:37:53 WIB
Pengetahuan tentang bencana masuk kurikulum
Oleh: Hilda Sabri Sulistyo
JAKARTA (Bisnis.com): Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) akan mengintegrasikan pengetahuan pengurangan risiko bencana (PRB) ke dalam kurikulum sekolah dasar (SD) sampai sekolah menengah atas (SMA) agar siswa terampil menyelamatkan diri.
Hal itu dituangkan dalam Surat Edaran Menteri Pendidikan Nasional No. 70a/SE/MPN/2010 tentang Pengarusutamaan Pengurangan Risiko Bencana di Sekolah. "Pemerintah mengimbau gubernur, bupati, dan walikota untuk menyelenggarakan penanggulangan bencana di sekolah,”ungkap Bambang Indriyanto, Sekretaris Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdiknas pada sosialisasi SE Mendiknas itu di Kemdiknashari ini.
Pembelajaran tentang bencana diprioritaskan di Bengkulu, Sumatra Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Bali, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara Timur. Adapun topik bencana yang dikenalkan meliputi gempa, tsunami, banjir, kekeringan, dan kebakaran. Ada tiga kegiatan yang perlu dilakukan yaitu pemberdayaan peran kelembagaan dan kemampuan komunitas sekolah.
Kedua, pengintegrasian PRB ke dalam kurikulum satuan pendidikan formal, baik intra maupun ekstrakurikuler. Ketiga adalah membangun kemitraan dan jaringan antar pihak untuk mendukung pelaksanaan PRB di sekolah.
“Secara intuisi, setiap orang mempunyai naluri untuk menyelamatkan diri dari bencana. Namun, dengan pengetahuan untuk menyelamatkan diri secara cerdas dan sistematis, dapat mengurangi risiko bencana. Dalam penyelamatan juga akan terlihat solidaritas dalam berempati dan simpati dari siswa ketika terjadi bencana alam," katanya.
Bambang menjelaskan, pengintegrasian materi dilakukan pada tingkat topik bahasan, sehingga tidak membebankan dan tidak berpengaruh pada standar isi.(msb)


Post new comment