You are herePraktik Desa Tangguh di Yogyakarta dan Jawa Tengah oleh Untung Tri Winarso

Praktik Desa Tangguh di Yogyakarta dan Jawa Tengah oleh Untung Tri Winarso


By djuni - Posted on 07 December 2011

PRAKTIK PENGEMBANGAN DESA TANGGUH DI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DAN JAWA TENGAH OLEH PERKUMPULAN LINGKAR
Oleh: Untung Tri Winarso
(Anggota Perkumpulan Lingkar Yogyakarta)

LATAR BELAKANG

Komunitas sebagai pelaku utama dalam menggali informasi, menganalisis, menyimpulkan, merencanaan, melaksanaan, memantau dan mengevaluasi kegiatan untuk mengurangi kerentanannya sekaligus meningkatkan kemampuannya. Prakarsa atau inisiatif lokal dari masyarakat dipercaya efektif untuk mengurangi risiko bencana, sebab masyarakatlah yang memahami wilayah dan kebutuhannya serta mampu menggunakan kemampuannya bagi perubahan diri dan lingkungannya. Pengembangan Desa Tangguh dilaksanakan untuk mencapai komunitas yang mampu mengelola risiko dengan memaksimalkan sumber daya yang ada di komunitas tersebut. Komunitas yang tangguh diartikan sebagai komunitas yang dapat mengelola tekanan atau kekuatan yang menghancurkan (menyerap, mengurangi, menahan, mengalihkan, menghindar, adaptasi) dengan mempertahankan struktur dan fungsi aset penghidupan untuk memulihkan diri setelah bencana.

Pendekatan pengurangan risiko bencana berbasis komunitas (PRBBK) merupakan kerangka kerja untuk mewujudkan komunitas yang mampu mengelola risiko bencana dengan memobilisasi sumber daya yang dimiliki dengan menekan keterlibatan pihak luar (external input), lebih dari itu diharapkan masyarakat dapat segera bangkit dari kondisi keterpurukan akibat/dampak bencana. Rangkaian kerja dalam PRBBK diantaranya pengkajian ancaman—kerentanan—kapasitas—risiko, pemaduan PRB di dalam perencanaan pembangunan, pembentukan forum PRB desa,  perencanaan penanggulangan bencana, aksi PRB komunitas, serta adaya upaya pelembagaan pada sistem dan mekanisme yang telah mapan di masyarakat.

Disadari bahwa masyarakat sebagai pihak pertama yang menghadapi ancaman sekaligus aktor utama dalam penanggulangan bencana, maka inisiatif masyarakat harus mendapatkan ruang sehingga penanggulangan bencana. Maka pelaksanaan program secara khusus bertujuan untuk melindungi masayarakat yang rentan terhadap bencana sekaligus melindungi aset-aset penghidupan mereka dari dampak yang merugikan akibat bencana dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, di sisi lain untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan masyarakat dan pemerintah serta meningkatkan kerjasama lintas sektor.

Pengembangan Desa Tangguh dilaksanakan di 4 Desa, yaitu Desa Pengkok Kecamatan Patuk dan Desa Sampang Kecamatan Gedangsari, keduanya di Kabupaten Gunungkidul Provinsi DIY; Desa Negarajati Kecamatan Cimanggu dan Desa Panulisan Barat Kecamatan Dayeuhluhur, keduanya di Kabupaten Cilacap Provinsi Jawa Tengah, 

Unduh file lengkap: Praktik Desa Tangguh di Yogyakarta dan Jawa Tengah oleh Untung Tri Winarso
 

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
1 + 5 =
Solve this simple math problem and enter the result. E.g. for 1+3, enter 4.