You are hereRekonstruksi Akses dan Kontrol Lahan terhadap Aset Penghidupan Pascabencana Erupsi Merapi 2010 oleh Petrasa Wacana dkk
Rekonstruksi Akses dan Kontrol Lahan terhadap Aset Penghidupan Pascabencana Erupsi Merapi 2010 oleh Petrasa Wacana dkk
REKONSTRUKSI AKSES DAN KONTROL LAHAN TERHADAP ASET PENGHIDUPAN MASYARAKAT PASCA BENCANA ERUPSI GUNUNGAPI MERAPI 2010
Oleh: Petrasa Wacana1,2, Prof. Dr Sutikno3, Dr. M Baiquni3
1. Mahasiswa Ilmu Lingkungan Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada
2. Pusat Studi Manajemen Bencana UPN ”Veteran” Yogyakarta
3. Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada
Abstrak
Lingkungan Gunungapi Merapi adalah kesatuan ruang yang di dalamnya terdapat komponen-komponen makluk hidup yaitu tumbuhan, hewan dan manusia sebagai komponen utamanya yang saling berinteraksi antara satu dengan lainnya, dimana Gunungapi Merapi adalah sebagai pusatnya. Bencana erupsi Gunungapi Merapi 2010 yang terjadi telah mengakibatkan dampak yang besar berupa hilangnya aset penghidupan masyarakat antara lain permukiman, peternakan, hutan, lahan perkebunan, lahan pertanian serta adanya korban jiwa manusia.
PRBBK telah dikembangkan bersama masyarakat di kawasan rawan bencana, dan telah menumbuhkan kemandirian masyarakat dalam upaya pengurangan risiko bencana mulai dari pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, sistem komunikasi, peringatan dini dan kelembagaan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dalam menghadapi ancaman erupsi Gunungapi Merapi.
Bencana erupsi Gunungapi Merapi 2010 telah membawa dampak yang sangat luar biasa bagi penghidupan dan kehidupan masyarakat, disisi lain akses dan kontrol lahan terhadap aset penghidupan akan tetap mempengaruhi kerentanan dan risiko masyarakat selama tidak ada mekanisme yang dibangun sebagai strategi pengaman aset penghidupan terutama pada lahan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.
Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Cangkringan Kabupten Sleman, D.I. Yogyakarta, bertujuan untuk (1) mengkaji karateristik ancaman awan panas berdasarkan sifat, sebaran dan distribusi endapan piroklastik; (2) mengkaji akses dan kontrol lahan terhadap aset penghidupan masyarakat; dan (3) merekonstruksi akses dan kontrol lahan terhadap aset penghidupan masyarakat. Penelitian ini merupakan penggabungan metode kuantitatif dan kualitatif yang bersifat partisipatif. Metodologi pengambilan data melalui survey dan observasi dilapangan dengan pengambilan sampel secara purposive sampling di 84 lokasi pengamatan yang terkena dampak langsung erupsi Gunungapi Merapi 2010 serta wawancara mendalam (in-dept interview), pemilihan sampel secara purposive sampling dengan populasi sampel 53 keluarga yang terkena dampak langsung bencana erupsi Gunungapi Merapi. Analisis data dilakukan secara kualitatif deskriptif berdasarkan pengumpulan data-data kualitatif dan kuantitatif.
Akses dan kontrol lahan terhadap aset penghidupan masyarakat adalah akses masyarakat terhadap hak atas kepemilikan lahan dan hak atas pengelolaan lahan sehingga, lahan menjadi sumber-sumber penting bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup, kebutuhan ekonomi, kebutuhan sosial, kebutuhan tempat berlindung dan kebutuhan untuk beradaptasi dalam menghadapi ancaman bencana erupsi Gunungapi Merapi terutama di Kawasan Rawan Bencana Gunungapi Merapi Berdasarkan hasil. rekonstruksi di Kecamatan Cangkringan dampak bencana dipengaruhi oleh keberadaan aset penghidupan masyarakat pada lahan-lahan yang masuk ke dalam Kawasan Rawan Bencana Gunungapi Merapi terutama lahan yang menjadi sumber mata pencaharian dan tempat tinggal.
Kata Kunci : PRBBK, akses dan kontrol, strategi pengamanan aset, kerentanan dan risiko.
Petrasa Wacana
Email : petrasawacana@gmail.com
Unduh materi lengkap: Rekonstruksi Akses dan Kontrol Lahan terhadap Aset Penghidupan Pascabencana Erupsi Merapi 2010 oleh Petrasa Wacana dkk (makalah, power point BW, power point color)


Post new comment