You are hereRilis Pers: Pertemuan Tahunan dan Sidang Umum ADRRN 2010, Yogyakarta, 8 - 10 Desember 2010
Rilis Pers: Pertemuan Tahunan dan Sidang Umum ADRRN 2010, Yogyakarta, 8 - 10 Desember 2010
PRESS Release
Pertemuan Tahunan dan Sidang Umum ADRRN 2010
8 - 10 Desember 2010
Hotel Jayakarta, Yogyakarta
Tinjauan Statistik Bencana Tahun 2009 (The Annual Disaster Statistical Review 2009) melaporkan ada 335 kejadian bencana di seluruh dunia yang menewaskan 10.655 jiwa dan menyebabkan 119 juta penduduk menderita kerugian ekonomi sebesar US$ 41,3 milyar. Dari keseluruhan itu 40,3% bencana terjadi di kawasan Asia dengan rincian 89,1% korban bencana alam dan 38,5% merupakan kerusakan materil. Hal ini mencerminkan bahwa kawasan Asia adalah kawasan yang paling rawan dalam menghadapi ancaman bencana alam.
Unduh file rilis pers (pdf, 192 kb) disini.
Berdasarkan laporan tersebut pada tahun 2009 jumlah terbesar di seluruh dunia untuk korban yang dilaporkan terjadi pada gempa bumi di Padang, Sumatera Barat tanggal 30 September, yaitu 1.117 jiwa tewas dan lebih dari 2,5 juta orang terkena dampak bencana itu. Banjir di China Selatan dan China Tengah pada bulan Juli ikut menyumbangkan jumlah terbesar untuk orang-orang yang terkena bencana (39,4 juta jiwa). Sedangkan Indonesia terdapat korban tewas lebih dari 165.000 jiwa karena tsunami pada akhir 2004 dan menderita kerugian sebesar lebih dari US$ 4 milyar yang membuat Indonesia menjadi lebih waspada akan pentingnya pengurangan risiko bencana (PRB).
Berbicara tentang PRB di kawasan Asia Pasifik, Indonesia sudah tentu menjadi fokus penting karena hampir semua jenis bencana alam ada di Indonesia dari tsunami, gempa bumi, erupsi gunung berapi, longsor, banjir, angin puting beliung, badai siklon, dll. Pada konferensi PRB di Yokohama, Jepang pasca tsunami Aceh, Indonesia menjadi fokus kegiatan PRB di Asia Pasifik.
Hal ini sangat relevan dengan kondisi sekarang ini di Indonesia yang sering dilanda kejadian bencana, seperti erupsi Gunung Merapi, tsunami Mentawai, banjir bandang Wasior, gempa Sumbar, dll. Kejadian-kejadian bencana menimbulkan kerusakan dan kerugian, baik jiwa manusia, harta benda, infrastruktur dan asset penghidupan serta pengungsian penduduk ke tempat-tempat yang lebih aman.
Sudah saatnya bila bicara tentang PRB harus sudah punya strategi dan kebijakan yang efektif untuk melakukan penanggulangan bencana, khususnya pengungsian penduduk akibat bencana alam. Hal ini difokuskan juga peran serta organisasi masyarakat sipil dan partisipasi warga yang sangat luarbiasa dalam membantu para pengungsi dan penyitas (survivor).
Melihat pentingnya Indonesia dalam percaturan isu-isu PRB di tingkat global maka diselenggarakanlah acara “Pertemuan Tahunan dan Sidang Umum ADRRN (ADRRN Annual Meeting) 2010” pada tanggal 8-10 Desember 2010 di Hotel Jayakarta, Yogyakarta. ADRRN merupakan jaringan pengurangan risiko bencana di Asia Pasifik dengan anggota antara lain Afghanistan, Australia, Bangladesh, Kamboja, India, Indonesia, Malaysia, Maldives, Myanmar, Nepal, Pakistan, Philipina dan Srilanka. Di Indonesia anggota ADRRN antara lain adalah Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI), SHEEP Indonesia, Forum Bangun Aceh (FBA), Yayasan Ambulans Gawat Darurat 118, Komunitas Siaga Tsunami (KOGAMI), dan Humanitarian Forum Indonesia (HFI). Pelaksanaan acara ADRRN tersebut didukung oleh United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (UN OCHA), The Australia-Indonesia Facility for Disaster Reduction (AIFDR), ADRRN, serta seluruh anggota ADRRN di Indonesia antara lain Yayasan SHEEP Indonesia, MPBI, FBA, Yayasan Ambulance 118, Kogami, HFI.
Topik “Pertemuan Tahunan dan Sidang Umum ADRRN 2010” ini adalah "Membangun Strategi dan kebijakan untuk pengungsi akibat bencana maupun perubahan iklim". Sedangkan tujuan pertemuan ini antara lain:
- Membahas laporan tahunan, mengimplementasikan pemilihan ADRRN dan materi keorganisasian ADRRN.
- Merumuskan strategi kebijakan ADRRN berkaitan dengan isu pengungsi akibat kejadian bencana dan perubahan iklim.
- Saling belajar dan berbagi mengenai isu kemanusiaan dan kebencanaan.
Pertemuan Tahunan dan Sidang Umum ADRRN ini diselenggarakan di Hotel Jayakarta, Yogyakarta pada tanggal 8-10 Desember 2010. Kami ingin berpartisipasi untuk mewujudkan Negara dan Masyarakat yang adaptif terhadap Bencana sehingga akan meminimalisir resiko baik jatuhnya korban maupun kerugian lain. Kami juga berharap event ini dapat memulihkan pariwisata dengan meningkatnya jumlah wisatawan ke Yogyakarta melalui kesan dan keyakinan publik nasional maupun internasional bahwa Yogyakarta aman dan nyaman sebagai tempat kegiatan seminar/konferensi internasional (MICE).
Memilih lokasi kegiatan di Yogyakarta adalah suatu pekerjaan lobby dan pendekatan kepada jaringan ADRRN di tingkat internasional. Sejak awal para anggota dari Indonesia telah mengajukan Yogyakarta sebagai tempat yang layak untuk digunakan sebagai lokasi Pertemuan Tahunan dan Sidang Umum ADRRN 2010 itu. Ini tidak mudah karena adanya erupsi G. Merapi dan berita di tingkat nasional dan internasional yang sangat luarbiasa. Dampak pemberitaan tersebut sempat membuat keraguan jaringan ADRRN di tingkat internasional. Akan tetapi dengan lobby dan pendekatan yang intensif maka akhirnya Yogyakarta tetap berhasil digunakan sebagai tempat pertemuan ADRRN ini.
Pada Hari Pertama acara Pertemuan Tahunan dan Sidang Umum ADRRN adalah pembukaan yang dilakukan oleh Ketua Dewan Penasihat SHEEP Rev Dr.Humphrey SK, Presiden ADRRN Dr.Manu Gupta; wakil AusAID Anita Dwyer, wakil UNOCHA dari Kantor Regional Asia Pasifik di Bangkok, Pidato kunci Sri Sultan Hamengku Buwono X. Selanjutnya acara diisi dengan pemaparan oleh Dr.Randoph Kent dari King's college London, Antonio Massela dari UNOCHA dan wakil dari Save the Children.
Pada Hari Kedua diisi dengan pemaparan laporan tahunan ADRRN oleh Mihir Joshi, berbagi pengalaman di antara para anggota ADRRN. Setelah itu dilanjutkan dengan diskusi panel yang membahas isu pengungsi akibat bencana alam dan perubahan iklim dengan panelis Prof. Dr. Susetiawan yang akan memberikan Analisa Geopolitis dalam Konteks Asia atas Pengungsi Bencana dan Perubahan Iklim, panelis kedua dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dr. Sutopo Purwo Nugroho yang akan berbicara mengenai strategi Nasional untuk Pengungsi Bencana dan Perubahan Iklim, serta Jonathan Lassa (Phd. Candidate) yang akan berbicara mengenai peran Organisasi Masyarakat Sipil untuk pengungsi bencana dan perubahan iklim. Proses selanjutnya adalah acara internal ADRRN, yaitu pemilihan pengurus ADRRN. Kami juga akan mengunjungi Dusun Kinahrejo .
Hari Ketiga diisi dengan diskusi mengenai strategi dan prioritas aksi ADRRN dalam menghadapi pengungsi akibat bencana alam dan perubahan iklim. Sebagai akhir dari acara ini adalah pemaparan hasil-hasil kegiatan selama tiga hari itu dan makan malam yang diisi dengan seni budaya.
Para peserta acara ini pada umumnya berasal dari negara-negara di Asia Pasifik, oleh karena itu ketika acara berakhir maka sebelum pulang ke negaranya masing-masing dipersilakan melakukan kunjungan ke Candi Borobudur.
Yogyakarta, 7 Desember 2010
Panitia “Pertemuan Tahunan dan Sidang Umum ADRRN (ADRRN Annual Meeting) 2010”
(Timotius Apriyanto)
Kontak person Pertemuan Tahunan dan Sidang Umum ADRRN 2010
Timotius Apriyanto (Aan)
Yayasan SHEEP Indonesia.
Alamat: Jl. Bimokurdo 11, Sapen, Yogyakarta 55221
Telp/fax: 0274-542030
Email: tim.apriyanto@gmail.com


Post new comment