You are hereRisiko Bencana Masuk Kurikulum Sekolah

Risiko Bencana Masuk Kurikulum Sekolah


By djuni - Posted on 06 August 2010

Risiko Bencana Masuk Kurikulum Sekolah
Tribunnews.com - Sabtu, 31 Juli 2010 20:51 WIB

Seorang warga sedang membersihkan puing-puing direruntuhan SD Negeri 14 Bandar Gadang Kecamata Tanjjung Mutiara Kabupaten Agam yang hancur akibat gempa, Kamis (1/10/2009).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Sesuai surat edaran Mendiknas 2010, pengetahuan pengurangan risiko bencana dimasukkan dalam kurikulum sekolah. Hal itu sebagai bentuk kerjasama antara Kemendiknas dengan United Nations Development Programme (UNDP).

Hal itu menjadi kebijakan nasional dan dituangkan melalui Surat Edaran Menteri Pendidikan Nasional No. 70a/SE/MPN/2010 tentang Pengarusutamaan Pengurangan Risiko Bencana di Sekolah. Sosialisasi Surat Edaran Mendiknas ini telah dimulai Kamis kemarin di gedung Ditjen Dikti Jakarta.

Acara ini dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota di Seluruh Indonesia, Perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dari provinsi Sumatera Barat, DIY, dan kota Palu, United Nations Development Programme (UNDP), Pusat Kurikulum, Kementerian Agama, Kementeria Riset dan Teknologi, LIPI, Kementerian Kesehatan, dan lembaga pemerintah terkait lainnya serta beberapa perwakilan dari lembaga donor seperti DFID, GTZ, Aus-AID, European Commision, Ford Foundation, UASID, JICA dan lainnya.

Kerjasama ini dimaksudkan untuk menumbuhkan pengarusutamaan pengurangan risiko bencana dalam sistem pendidikan nasional. Dalam rangka pengurusutamaan tersebut, dirjen mandikdasmen membentuk gugus tugas yang keanggotaannya mewakili keterlibatan berbagai institusi pemerintah berasal dari kementerian dan atau instansi lain.

Sekretaris Dirjen Mandikdasmen, Bambang Indriyanto menegaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan kampanye dunia dalam mewujudkan 1 juta sekolah dan rumah sakit aman di dunia. Program ini bertujuan untuk membantu pemerintah Indonesia dalam membangun masyarakat yang lebih aman terhadap bencana.

UNDP melalui program SCDRR telah melakukan dukungan kepada 9 sekolah di 3 kabupaten/kota (Bengkulu, Bantul dan Palu) untuk membentuk sekolah model siaga bencana. Demikian dirilis kemendiknas, Jumat (30/7).

Sekolah-sekolah tersebut diberi dana hibah yang digunakan untuk menyusun peta risiko bencana di sekolah, latihan simulasi bencana, perbaikan infrastruktur sekolah, membangun sistem peringatan dini di sekolah, serta penyusunan rencana kontingensi sekolah. (*)

http://www.tribunnews.com/2010/07/31/risiko-bencana-masuk-kurikulum-sekolah
 

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
9 + 8 =
Solve this simple math problem and enter the result. E.g. for 1+3, enter 4.