You are hereSejuta sekolah tahan gempa dibangun

Sejuta sekolah tahan gempa dibangun


By djuni - Posted on 06 August 2010

Sejuta sekolah tahan gempadi bangun
30 Jul 2010

JAKARTA Lebih dari 60.000 sekolah mulai dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas di Indonesia berada di daerah rawan bencana alam sehingga membutuhkan penanganan serius.

Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal mengatakan sebanyak 25% dari total 258.000 sekolah di Indonesia berada di daerah rawan bencana alam gempa, longsor, dan banjir.

Indonesia, katanya, termasuk negara yang memiliki titik rawan bencana cukup tinggi, antara lain Aceh, Sumatra Barat, Bengkulu, Jawa Barat, Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, dan Papua.

"Kami baru punya data sekolah per provinsi. Banyak sekolah berada di daerah rawan bencana. Bahkan sebagian di antaranya sudah pernah menjadi korban bencana," katanya di sela-sela peluncuran Kampanye Satu Juta Sekolah dan Rumah Sakit Aman, kemarin.

Mulai saat ini hingga November 2011, pihaknya berkomftmen mengembangkan 1.000 sekolah aman yang tangguh untuk mendukung gerakan kampanye tersebut. Dia menginginkan sekolah menjadi shelter bernaung bagi masyarakat, terutama ketika terjadi bencana.

Dia berharap dengan kampanye tersebut, sekolah-sekolah di Indonesia dapat menjadi tempat yang ramah terhadap penduduk baik sebelum terjadi bencana, terutama ketika terjadi bencana.

"Oleh karena itu pengembangannya tidak hanya dalam bentuk infrastruktur tetapi juga dalam bentuk pelatihan untuk berbagi pengetahuan penanganan bencana,"katanya.

Menkes dukung

Pada kesempatan yang sama, Kementerian Kesehatan juga berkomitmen mengembangkan 100 rumah sakit (RS) aman untuk mendukung gerakan kampanye itu.

Kampanye digagas oleh Badan Pendidikan dan Kebudayaan Dunia

(UNESCO) untuk melindungi anak-anak dan masyarakat umum.

"Para dokter dan petugas kesehatan wajib mengetahui potensi bencana di wilayahnya. Lakukan perencanaan yang matang termasuk infrastruktur dan bangunan," kata Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih.

Dia mengatakan beberapa perbaikan yang akan dilakukan oleh manajemen RS antara lain pembenahan pintu darurat, arus evakuasi, hingga pembenahan sistem informasi untuk memudahkan komunikasi ketika terjadi bencana.

Dalam perkembangan lain, Kementerian Pendidikan Nasional akan mengintegrasikan pengetahuan pengurangan risiko bencana (PRB) ke dalam kurikulum mulai nngkat sekolah dasar (SD) sampai sekolah menengah atas (SMA) agar siswa terampil menyelamatkan diri saat terjadi bencana.

"Kemendiknas keluarkan Surat Edaran Menteri Pendidikan Nasional No. 70a/SE/MPN/2010 tentang Pengarusutamaan Pengurangan Risiko Bencana di Sekolah dan mengimbau gubernur, bupati, dan wali kota untuk menyelenggarakan penanggulangan bencana di sekolah, "ungkap Bambang Indriyanto, Sekretaris Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendiknas. (02/HILO* SABRI SULISTYO)

http://bataviase.co.id/node/317814
 

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
1 + 5 =
Solve this simple math problem and enter the result. E.g. for 1+3, enter 4.