You are hereSelenggarakan Penanggulangan Bencana Di Sekolah

Selenggarakan Penanggulangan Bencana Di Sekolah


By djuni - Posted on 04 August 2010

Selenggarakan Penanggulangan Bencana Di Sekolah

Kamis, 29 Juli 2010
JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Pendidikan Nasional menyatakan, seluruh pemerintah daerah diimbau menyelenggarakan penanggulangan bencana di sekolah di tengah kurangnya pengetahuan anak terhadap bencana alam.

"Kementerian Pendidikan Nasional membuat kebijakan untuk membuat anak Indonesia memiliki pengetahuan tentang bagaimana menghadapi bencana karena hal ini sangat penting," kata Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendiknas Suyanto, di Jakarta, Kamis.

Dalam pidato pembuka acara "Sosialisasi Surat Edaran Menteri tentang Pengarusutamaan Pengurangan Risiko Bencana di Sekolah", Suyanto mengatakan, program ini dilakukan atas dasar kebijakan nasional melalui Surat Edaran Menteri Pendidikan Nasional No 70a/SE/MPN/2010 tentang pengarusutamaan pengurangan risiko bencana di sekolah.

Menurut dia, pemberitahuan pengetahuan tentang penanggulangan bencana kepada anak tidak hanya disampaikan melalui teori, tetapi dengan simulasi seperti bagaimana cara memadamkan api ketika terjadi kebakaran.

Menurut Suyanto, anak-anak daerah rawan bencana seperti di pantai selatan Jawa, Aceh, Yogyakarta, Maluku, dan Papua harus paham tentang upaya menyelamatkan diri ketika terjadi bencana.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendiknas Bambang Indriyanto mengatakan, Kemendiknas didukung oleh badan pembangunan PBB (UNDP) telah memutuskan bekerjasama dalam memasukkan pengetahuan pengurangan risiko bencana ke dalam kurikulum sekolah.

"Pengarusutamaan itu ke dalam kurikulum sekolah memiliki beberapa tujuan yaitu tujuan jangka pendek untuk membuat anak-anak aman saat terjadi bencana dan menjadi agen perubahan penyebaran pengetahuan terutama keluarga mereka sendiri," ungkap Bambang

Tujuan jangka panjangnya adalah mempersiapkan anak-anak sebagai generasi masa depan dengan pengetahuan pencegahan, mitigasi, dan kesiapan terhadap bencana. "Anak-anak adalah aset negara yang perlu dilindungi sebagai investasi bagi generasi masa depan dan sekolah merupakan tempat anak-anak menghabiskan sebagian waktunya," kata Bambang.

Dia mengatakan, sekolah harus menjadi tempat yang aman terhadap bencana sekaligus tempat anak-anak mempelajari pengetahuan tentang penyelamatan diri dan mengurangi risiko bencana. Pejabat UNDP Indonesia Kristanto Sinandang dalam kesempatan yang sama mengatakan, sosialisasi penanggulangan bencana di daerah merupakan prioritas dan komitmen global 168 negara anggota UNDP, termasuk Indonesia. (Antara)

http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=258643
 

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
1 + 1 =
Solve this simple math problem and enter the result. E.g. for 1+3, enter 4.