You are hereSemiloka PRB di Sulawesi Tengah

Semiloka PRB di Sulawesi Tengah


By djuni - Posted on 02 August 2011

Semiloka PRB di Sulawesi Tengah

26 Juli 2011
Yayasan Jambata melaksanakan seminar dan lokakarya (semiloka) untuk mendorong perluasan upaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB) di Sulawesi Tengah pada 27 Juli di Palu. Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama Yayasan Jambata Palu, Oxfam dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Propinsi Sulawesi Tengah atas dukungan Pemerintah Australia melalui Kemitraan Australia Indonesia.

Kegiatan semiloka ini bermaksud untuk mengenalkan model pendekatan Jambata dan Oxfam di Indonesia dan berbagi pengalaman usaha-usaha kerja PRB dari Kabupaten Donggala kepada kalangan yang lebih luas di Sulawesi Tengah. Kurang lebih 65 orang mengikuti semiloka ini yang terdiri dari BPBD kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah, instansi pemerintah, TNI dan POLRI, lembaga swadaya masyarakat (LSM), masyaraka, akademisi dan media.

Sulawesi Tengah merupakan salah satu daerah yang rawan terhadap berbagai ancaman bencana. Pengkajian risiko bencana yang dilakukan oleh Yayasan Jambata dan Relawan untuk Orang dan Alam (ROA) atas dukungan Oxfam pada 2007, menunjukkan bahwa semua kabupaten/kota (11) di Sulawesi Tengah berisiko terhadap bencana. Hasil kajian tersebut menyatakan bahwa Kabupaten Donggala paling berisiko terhadap bencana alam.

Sebagai tindak lanjut dari kajian risiko bencana tersebut, Yayasan Jambata bekerjasama dengan Oxfam sejak 2008 memulai inisiatif PRB di Sulawesi Tengah dan Kabupaten Donggala menjadi lokasi pilot. Tiga komponen utama program PRB adalah memfasilitasi penguatan kapasitas pemerindah daerah, penguatan masyarakat dan kesiapsiagaan bencana di sekolah.

Sementara Jambata dan Oxfam mendorong upaya PRB di Donggala, pada saat yang bersamaan, pemerintah daerah dan parapihak lainnya juga melakukan upaya-upaya PRB di sejumlah kabupaten/kota lainnya di Sulawesi Tengah. Oleh karena itu, penting untuk berbagi pengalaman dan pembelajaran dari proses PRB di wilayah masing-masing untuk memperkuat upaya-upaya PRB di Sulawesi Tengah ke depan.

Rekomendasi-rekomendasi yang dihasilkan dari semiloka ini adalah BPBD Propinsi Tengah perlu memperbarui kajian risiko bencana sebagai landasan rumusan sistem penanggulangan bencana secara kebijakan, kelembagaan, perencanaa dan penganggaran; setiap daerah kabupaten/kota perlu menyusun rencana penanggulangan bencana, rencana aksi daerah PRB, rencana kontijensi dan aturan-aturan lainnya; dan perlunya membentuk forum PRB kabupaten/kota dan pendampingan yang berkelanjutan di masyarakat untuk membangun kesiapsiagaan dan ketahanan masyarakat terhadap bencana.

***

 

 

Bookmark and Share

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
3 + 8 =
Solve this simple math problem and enter the result. E.g. for 1+3, enter 4.