You are hereSphere Humanitarian Standards
Sphere Humanitarian Standards
SPHERE: Piagam Kemanusiaan dan Standar Minimum
:: Pelatihan Dasar Sphere Tingkat Nasional, Bogor-Jawa Barat
:: Pelatihan Dasar Sphere Tingkat Nasional, Denpasar-Bali
:: Pelatihan Dasar Sphere Tingkat Nasional, Makassar-Sulawesi Selatan
:: Pelatihan untuk Pelatih Sphere Tingkat Nasional, Magelang-Indonesia
Apa itu SPHERE?
Memenuhi kebutuhan paling hakiki dan pemulihan kehidupan secara bermartabat merupakan prinsip inti dari semua upaya atau tindakan kemanusiaan.
Tujuan dari piagam kemanusiaan dan Standar Minimum adalah untuk meningkatkan efektifitas bantuan kemanusiaan, dan membuat organisasi kemanusiaan lebih bertanggungjawab. Hal ini berdasarkan pada dua keyakinan utama: (1) segala cara yang mungkin hendaknya digunakan untuk meringankan penderitaan manusia akibat konflik atau bencana, dan (2) korban bencana mempunyai hak untuk hidup bermartabat dan oleh karenanya berhak terhadap bantuan.
Prakarsa tentang Sphere diluncurkan pada tahun 1997 oleh suatu kelompok Organisasi non Pemerintah (ORNOP) kemanusiaan dan gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yang merumuskan suatu Piagam Kemanusiaan (Humanitarian Charter) dan menentukan Standar-Standar Minimum (Minimum Standars) untuk dicapai dalam respons bencana, pada tiap-tiap dari lima sektor kunci (sanitasi dan pasokan air, gizi, bantuan pangan, hunian dan pelayanan kesehatan). Proses ini menghasilkan diterbitkannya Buku Pegangan Sphere yang pertama pada tahun 2000.
Piagam Kemanusiaan
Inti dari Buku Sphere adalah Piagam Kemanusiaan. Berdasarkan prinsip hukum kemanusiaan internasional, hokum hak asasi manusia internasional, hokum pengungsi, dank ode etik bagi Gerakan Palang merah dan Bulan Sabit Internasional serta LSM dalam penanggulangan bencana, Piagam Kemanusiaan menyatakan prinsip inti yang mengatur upaya atau tindakan kemanusiaan dan menegaskan hak korban bencana terhadap perlindungan dan bantuan. Piagam Kemanusiaan juga menegaskan tanggungjawab secara hokum Negara dan mereka yang bertikai untuk menjamin hak korban terhadap bantuan dan perlindungan. Jika mereka tidak dapat menjamin hak tersebut, mereka selayaknya memberikan izin organisasi kemanusiaan untuk melakukan upaya tersebut.
Standar Minimum
Minimum Standar dikembangkan dengan memanfaatkan jaringan pakar yang sangat luas untuk setiap sektornya. Kebanyakan dari Minimum Standar, dan indikatornya, bukanlah hal baru, tetapi merupakan kumpulan dan adaptasi dari pengetahuan dan praktik yang berkembang saat itu. Secara keseluruhan, Minimum Standar mewakili kesepakatan antara berbagai organisasi, dan menandai sebuah tekad baru guna meyakinkan bahwa prinsip kemanusiaan diwujudkan dalam setiap upaya kemanusiaan.
Cakupan dan Keterbatasan Piagam Kemanusiaan dan Standar Minimum
Kemampuan stiap organisasi mencapai Standar Minimum sangat tergantung dari berbagai faktor. Beberapa diantaranya dalam jangkauan control mereka, sementara itu terdapat faktor seperti politik dan keamanan yang berada di luar jangkauan kontrolnya. Faktor yang paling penting adalah sejauh mana sebuah organisasi kemanusiaan memperoleh akses kepada korban bencana, apakah mereka memperoleh dukungan dan kerjasama dari penguasa, dan apakah mereka dapat beroperasi dalam kondisi keamanan yang ada. Ketersediaan dana, sumberdaya manusia dan material yang cukup juga sangat mutlak adanya.
Sementara Piagam Kemanusiaan merupakan pernyataan umum tentang prinsip kemanusiaan, Standar Minimum tidak dimaksudkan mengatasi seluruh masalah upaya atau tindak kemanusiaan. Pertama, Standar Minimum tidak mencakup semua bentuk bantuan kemanusiaan yang dibutuhkan. Kedua, dan yang lebih penting, Standar Minimum tidak mengatasi masalah Perlindungan kemanusiaan.
Untuk memahani lebih jauh tentang Sphere, bisa dibaca di Buku"Sphere: Piagam Kemanusiaan dan Standar Minimum dalam Respons Bencana", Penerbit PT. Grasindo, Jakarta, April 2005.
::Pelatihan Dasar Sphere Tingkat Nasional, Bogor-Jawa Barat
Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI) telah menyelenggarakan Pelatihan Dasar Sphere Tingkat Nasional pada tanggal 29 Agustus 2005 sampai tanggal 1 September 2005, di Bogor. Pelatihan ini diikuti oleh 24 peserta dari berbagai institusi/organisasi, baik wakil dari pemerintah, akademisi, LSM lokal dan internasional, masyarakat, dan sebagainya. Berikut ini nama-nama yang mengikuti kegiatan pelatihan Sphere di Bogor :
1. Andi Saguni (Depkes RI)
2. dr. Aronica T.A. (B. S. M. I.(Bulan Sabit Merah Indonesia)
3. Benny B. Arnoldo (YKPMI)
4. Catur J. Sudira (MPBI)
5. Chairuddin (Peran)
6. Chandra Lukitasari (MPBI)
7. Christina M. Rantetana (Polhukam)
8. Efendi Panjaitan (Elsaka Sumut)
9. Hendra Permana S. (Mercy Corps.)
10. M. Hidayatussyadiqin (Kesbanglinmas Prop. Kalsel)
11. Maya Satochid (DiaKonie Emergency Aid)
12. Mufandi (Kesbanglimas Prop.Jambi)
13. Muhammad Saleh (HRC(Humanitarian Relief Center)
14. Nurjanah (Puskasi STKS Bandung)
15. Oya Rochita (Kerlip)
16. Raja Surya DM. (Polhukam)
17. Siswanto B.P. (Bakornas PBP Jakarta)
18. Siti Mulyati, Sip. (Dinas Trantib Jakarta Barat/Satkorlak DKI Jakarta)
19. Kompol. Susajato (Biro Ops Polda Metro Jaya)
20. Surya Aslim (Islamic Relief)
21. Teruna Jaya (CARE Internasional)
22. Tukino (Puskasi STKS Bandung)
23. Winarno Yusdi (IIDP)
24. Wuri Andayani (Cerdas Bangsa)
Fasilitator Training :
H. Iskandar Leman (Oxfam International, Oxfam Amerika)
:: Pelatihan Dasar Sphere Tingkat Nasional, Denpasar-Bali
Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI) telah menyelenggarakan Pelatihan Dasar Sphere Tingkat Nasional pada tanggal 29 Agustus 2005 sampai tanggal 1 September 2005 di Denpasar, Bali. Pelatihan ini diikuti oleh 25 peserta dari berbagai institusi/organisasi, baik wakil dari pemerintah, akademisi, LSM lokal dan internasional, masyarakat, dan sebagainya. Berikut ini nama-nama yang mengikuti kegiatan pelatihan Sphere di Denpasar :
1. Frans. K. Samon (SATKORLAK NTT)
2. Nike (CWS Nias)
3. Herman Waruwu (Surfaid Intl-Nias)
4. Agus Sardiyarso (BAKORNAS PBP Jakarta)
5. Didik S Mulyana (Komunitas Peduli Bencana)
6. Ose Luan (SATLAK KAB. BELU)
7. ET Paripurno (Pusat Studi Bencana-UPN Yogya)
8. Jus Nakmofa (FKPB – Kupang)
9. Aminuddin Kirom (MPBI)
10. Aron Hutasoit (PMK HKP Jakarta)
11. Achfas Zacoeb (UNIBRAW – Malang)
12. Tonny S bengu (Care Intl Indonesia)
13. Endra (PMI daerah Bali)
14. Yanto (Care international)
15. Indro (PPMK – Depkes)
16. Sutrisna (Islamic Relief Indonesia)
17. Ketut Nendra (Kesbang Linmas Bali)
18. Nyoman Cindra (SATKORLAK NTB)
19. Petra Schneider (Yayasan IDEP)
20. Sofyan (WALHI EKNAS)
21. Tiromsa Sinaga (Yayasan IDEP)
22. Gendon (Kappala Indonesia-Jogja)
23. A. Junaidi (WALHI – NTB)
24. Eko Supeno (LPPM – UNAIR)
25. Nus Silli (Fird Ende)
Fasilitator Training
1. Benny Usdianto (Oxfam GB)
2. Dr. R. Heru Ariyadi, MPH. (Indonesian Red Cross/PMI)
3. Banu Subagyo (Oxfam GB)
4. Theresia Wuryantari (MPBI)
:: Pelatihan Dasar Sphere Tingkat Nasional, Makassar-Sulawesi Selatan
Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI) telah menyelenggarakan Pelatihan Dasar Sphere Tingkat Nasional pada tanggal 5-8 September 2005 di Makassar-Sulawesi Selatan. Pelatihan ini diikuti oleh 34 peserta dari berbagai institusi/organisasi, baik wakil dari pemerintah, akademisi, LSM lokal dan internasional, masyarakat, dan sebagainya. Berikut ini nama-nama yang mengikuti kegiatan pelatihan Sphere di Makassar :
1. Agus Setiawan (Oxfam Banda Aceh)
2. Ambo Tang (YSBB)
3. Arief Rachman (YPSHK)
4. Asmar Exwar (Jurnal Celebes)
5. Eddy Purwanto (YEU – Ambon)
6. Eko Yuli Handoko (Pusat Studi Bencana ITS – Surabaya)
7. Faisal Djalal (Como Consulting)
8. Fatchul Hadi (Bakornas PBP)
9. Hasan S.Pd (LEMM Lembaga Eksistensi Muslim Maluku)
10. Heryansyah (Oxfam Banda Aceh)
11. Inda Fatinaware (Pokja Analisis dan Studi Kebijakan)
12. Irmalisa (Oxfam Banda Aceh)
13. Iskandar Lamuka (LPMS Sulteng)
14. Johny D.A. Saptenno (CARDI Maluku)
15. Junet da Costa (Yayasan Hualopu Ambon)
16. Dr. Kusrini (Dinas Kesehatan Sulsel
17. Masna Indra Ria (Perhimpunan KPKP ST)
18. Moersen SB SE (SATKORLAK PBP Dinas Kessolinmas)
19. Muh. Artsal (SAR UNHAS)
20. Muh. Yusuf (Yay. Biasreka)
21. Murkdianingsih (YAKKUM Emergency Unit)
22. Okta Fitrianos (OXFAM Banda Aceh)
23. Saiful Bahri (Oxfam Banda Aceh)
24. Saiful Syahman (Islamic Relief)
25. Sang Anggapratiwi (Depkes RI Jakarta)
26. Sri Eddy Kuncoro (ACT DD)
27. Supardi Lasaming (WALHI Sulteng)
28. Tonny Victor (Oxfam Banda Aceh)
29. Tri Dani Widyastuti (Pusat Studi Bencana ITS)
30. Usman Fabanyo (LSM Primari Nabire Papua)
31. Vandayani I.Y. Lumunon (CARDI Maluku Utara)
32. Yozia Tikupadang (CWS)
33. Nurdin Amir (Walhi Sulsel)
34. Dandy (YLK Sulsel)
Fasilitator Training :
1. Benny Usdianto (Oxfam GB)
2. H. Iskandar Leman (Oxfam International, Oxfam America)
:: Pelatihan untuk Pelatih Sphere Tingkat Nasional, Magelang-Indonesia
Pelatihan untuk Pelatih Sphere Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh MPBI ini berlangsung dari tanggal 18-23 September 2005, di Magelang-Jawa Tengah. Kegiatan ini merupakan pelatihan ketiga untuk wilayah Asia Timur dan Pasifik, dan pertamakali diselenggarakan di Indonesia. Peserta yang mengikuti pelatihan ini sebanyak 22 orang, yang sebelumnya para peserta ini telah mengikuti pelatihan dasar Sphere di tiga kota (Bogor, Denpasar, dan Denpasar).
Selain berasal dari beragam latarbelakang (pemerintah, akademisi, LSM lokal/internasional, masyarakat), ke-22 peserta tersebut merepresentasikan wilayah yang berbeda-beda: 10 peserta berasal dari Jakarta, 3 dari Jawa Tengah, 2 dari Jawa Timur, 2 dari Sulawesi Selatan, 2 dari Aceh, 1 dari Bali, 1 dari Papua, dan 1 peserta dari Nusa Tenggara Timur. Berikut ini nama-nama peserta yang ikut TOT Sphere di Magelang.
1. Adi Nugroho (SHEEP Indonesia
2. Ambo Tang (YSBB-Makassar)
3. Banu Subagyo (Oxfam GB)
4. Catur J. Sudira (MPBI)
5. Didik S. Mulyana (Komunitas Peduli Bencana)
6. Edi Purwanto (YEU – Ambon)
7. Eko Supeno (LPPM-UNAIR)
8. Endra Setyawan (PMI Bali)
9. Faisal Djalal (Como Consulting-Jakarta)
10. Inda Fatinaware (Pokja Analisis dan Studi Kebijakan-Makassar)
11. Julius Nakmofa (FKPB-Kupang)
12. Nurjanah (Puskasi STKS-Bandung)
13. Oya Rocita (Kerlip-Bandung)
14. Raja Surya DM. (Polhukam)
15. Saiful Syahman (Islamic Relief)
16. Sigit Gendon Widdiyanto (Kappala Indonesia-Yogyakarta)
17. Sofyan (Desk Aceh-Walhi Eknas)
18. Surya Aslim (Islamic Relief)
19. Tri Dani Widyastuti (Pusat Studi Bencana ITS-Surabaya)
20. Usman Fabanyo (LSM Primari-Nabire, Papua)
21. Wanti Maulidar (Yayasan Bungoeng Jeumpa)
22. Winarno Yusdi (IIDP-Jakarta).
Fasilitator Training :
1. Mark Prasopa-Plaizier (pernah di RedR, sekarang di Oxfam International, Geneva)
2. Lusi (Oxfam Australia)
3. Ginny (Oxfam Australia)
4. Benny Usdianto (Oxfam GB)
5. H. Iskandar Leman (Oxfam International, Oxfam America)
6. Eko Prasetyo (CWS)