You are hereThe Sphere Project Humanitarian Standards
The Sphere Project Humanitarian Standards
THE SPHERE PROJECT
[Strategi The Sphere Project 2015]
Meningkatnya keterlibatan pemerintah dan militer dalam fase tanggap darurat bencana” dapat juga juga mengakibatkan kesulitan. Menurut Konoé, "salah satu tantangan utama dalam menjembatani bantuan nasional dan internasional adalah kurangnya kesepahaman, dialog dan sharing-pengetahuan di antara pemerintah yang terkena bencana dan masyarakat internasional. Ini mengakibatkan kesenjangan kepercayaan, juga kegagalan berkoordinasi, dan menghambat kemampuan bekerjasama dengan tepat."
SPHERE: Piagam Kemanusiaan dan Standar Minimum :
Pelatihan Dasar Sphere Tingkat Nasional, Bogor-Jawa Barat :: Pelatihan Dasar Sphere Tingkat Nasional, Denpasar-Bali :: Pelatihan Dasar Sphere Tingkat Nasional, Makassar-Sulawesi Selatan :: Pelatihan untuk Pelatih Sphere Tingkat Nasional, Magelang-Indonesia
Apa itu SPHERE? Memenuhi kebutuhan paling hakiki dan pemulihan kehidupan secara bermartabat merupakan prinsip inti dari semua upaya atau tindakan kemanusiaan. Tujuan dari piagam kemanusiaan dan Standar Minimum adalah untuk meningkatkan efektifitas bantuan kemanusiaan, dan membuat organisasi kemanusiaan lebih bertanggungjawab.
Hal ini berdasarkan pada dua keyakinan utama:
(1) segala cara yang mungkin hendaknya digunakan untuk meringankan penderitaan manusia akibat konflik atau bencana, dan
(2) korban bencana mempunyai hak untuk hidup bermartabat dan oleh karenanya berhak terhadap bantuan. Prakarsa tentang Sphere diluncurkan pada tahun 1997 oleh suatu kelompok Organisasi non Pemerintah (ORNOP) kemanusiaan dan gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yang merumuskan suatu Piagam Kemanusiaan (Humanitarian Charter) dan menentukan Standar-Standar Minimum (Minimum Standars) untuk dicapai dalam respons bencana, pada tiap-tiap dari lima sektor kunci (sanitasi dan pasokan air, gizi, bantuan pangan, hunian dan pelayanan kesehatan). Proses ini menghasilkan diterbitkannya Buku Pegangan Sphere yang pertama pada tahun 2000.
Piagam Kemanusiaan Inti dari Buku Sphere adalah Piagam Kemanusiaan. Berdasarkan prinsip hukum kemanusiaan internasional, hokum hak asasi manusia internasional, hokum pengungsi, dank ode etik bagi Gerakan Palang merah dan Bulan Sabit Internasional serta LSM dalam penanggulangan bencana, Piagam Kemanusiaan menyatakan prinsip inti yang mengatur upaya atau tindakan kemanusiaan dan menegaskan hak korban bencana terhadap perlindungan dan bantuan. Piagam Kemanusiaan juga menegaskan tanggungjawab secara hokum Negara dan mereka yang bertikai untuk menjamin hak korban terhadap bantuan dan perlindungan. Jika mereka tidak dapat menjamin hak tersebut, mereka selayaknya memberikan izin organisasi kemanusiaan untuk melakukan upaya tersebut. Standar Minimum Minimum Standar dikembangkan dengan memanfaatkan jaringan pakar yang sangat luas untuk setiap sektornya. Kebanyakan dari Minimum Standar, dan indikatornya, bukanlah hal baru, tetapi merupakan kumpulan dan adaptasi dari pengetahuan dan praktik yang berkembang saat itu. Secara keseluruhan, Minimum Standar mewakili kesepakatan antara berbagai organisasi, dan menandai sebuah tekad baru guna meyakinkan bahwa prinsip kemanusiaan diwujudkan dalam setiap upaya kemanusiaan. Cakupan dan Keterbatasan Piagam Kemanusiaan dan Standar Minimum Kemampuan stiap organisasi mencapai Standar Minimum sangat tergantung dari berbagai faktor. Beberapa diantaranya dalam jangkauan control mereka, sementara itu terdapat faktor seperti politik dan keamanan yang berada di luar jangkauan kontrolnya. Faktor yang paling penting adalah sejauh mana sebuah organisasi kemanusiaan memperoleh akses kepada korban bencana, apakah mereka memperoleh dukungan dan kerjasama dari penguasa, dan apakah mereka dapat beroperasi dalam kondisi keamanan yang ada. Ketersediaan dana, sumberdaya manusia dan material yang cukup juga sangat mutlak adanya. Sementara Piagam Kemanusiaan merupakan pernyataan umum tentang prinsip kemanusiaan, Standar Minimum tidak dimaksudkan mengatasi seluruh masalah upaya atau tindak kemanusiaan. Pertama, Standar Minimum tidak mencakup semua bentuk bantuan kemanusiaan yang dibutuhkan. Kedua, dan yang lebih penting, Standar Minimum tidak mengatasi masalah Perlindungan kemanusiaan. Untuk memahani lebih jauh tentang Sphere, bisa dibaca di Buku"Sphere: Piagam Kemanusiaan dan Standar Minimum dalam Respons Bencana", Penerbit PT. Grasindo, Jakarta, April 2005.
Pelatihan Dasar Sphere Tingkat Nasional, Bogor-Jawa Barat Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI) telah menyelenggarakan Pelatihan Dasar Sphere Tingkat Nasional pada tanggal 29 Agustus 2005 sampai tanggal 1 September 2005, di Bogor. Pelatihan ini diikuti oleh 24 peserta dari berbagai institusi/organisasi, baik wakil dari pemerintah, akademisi, LSM lokal dan internasional, masyarakat, dan sebagainya.
Berikut ini nama-nama yang mengikuti kegiatan pelatihan Sphere di Bogor :
1. Andi Saguni (Depkes RI) 2. dr. Aronica T.A. (B. S. M. I.(Bulan Sabit Merah Indonesia)
3. Benny B. Arnoldo (YKPMI) 4. Catur J. Sudira (MPBI) 5. Chairuddin (Peran) 6. Chandra Lukitasari (MPBI) 7. Christina M. Rantetana (Polhukam) 8. Efendi Panjaitan (Elsaka Sumut) 9. Hendra Permana S. (Mercy Corps.) 10. M. Hidayatussyadiqin (Kesbanglinmas Prop. Kalsel) 11. Maya Satochid (DiaKonie Emergency Aid) 12. Mufandi (Kesbanglimas Prop.Jambi) 13. Muhammad Saleh (HRC(Humanitarian Relief Center) 14. Nurjanah (Puskasi STKS Bandung) 15. Oya Rochita (Kerlip) 16. Raja Surya DM. (Polhukam) 17. Siswanto B.P. (Bakornas PBP Jakarta) 18. Siti Mulyati, Sip. (Dinas Trantib Jakarta Barat/Satkorlak DKI Jakarta) 19. Kompol. Susajato (Biro Ops Polda Metro Jaya) 20. Surya Aslim (Islamic Relief) 21. Teruna Jaya (CARE Internasional) 22. Tukino (Puskasi STKS Bandung) 23. Winarno Yusdi (IIDP) 24. Wuri Andayani (Cerdas Bangsa) Fasilitator Training : H. Iskandar Leman (Oxfam International, Oxfam Amerika)
Pelatihan Dasar Sphere Tingkat Nasional, Denpasar-Bali Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI) telah menyelenggarakan Pelatihan Dasar Sphere Tingkat Nasional pada tanggal 29 Agustus 2005 sampai tanggal 1 September 2005 di Denpasar, Bali. Pelatihan ini diikuti oleh 25 peserta dari berbagai institusi/organisasi, baik wakil dari pemerintah, akademisi, LSM lokal dan internasional, masyarakat, dan sebagainya. Berikut ini nama-nama yang mengikuti kegiatan pelatihan Sphere di Denpasar : 1. Frans. K. Samon (SATKORLAK NTT) 2. Nike (CWS Nias) 3. Herman Waruwu (Surfaid Intl-Nias) 4. Agus Sardiyarso (BAKORNAS PBP Jakarta) 5. Didik S Mulyana (Komunitas Peduli Bencana) 6. Ose Luan (SATLAK KAB. BELU) 7. ET Paripurno (Pusat Studi Bencana-UPN Yogya) 8. Jus Nakmofa (FKPB – Kupang) 9. Aminuddin Kirom (MPBI) 10. Aron Hutasoit (PMK HKP Jakarta) 11. Achfas Zacoeb (UNIBRAW – Malang) 12. Tonny S bengu (Care Intl Indonesia) 13. Endra (PMI daerah Bali) 14. Yanto (Care international) 15. Indro (PPMK – Depkes) 16. Sutrisna (Islamic Relief Indonesia) 17. Ketut Nendra (Kesbang Linmas Bali) 18. Nyoman Cindra (SATKORLAK NTB) 19. Petra Schneider (Yayasan IDEP) 20. Sofyan (WALHI EKNAS) 21. Tiromsa Sinaga (Yayasan IDEP) 22. Gendon (Kappala Indonesia-Jogja) 23. A. Junaidi (WALHI – NTB) 24. Eko Supeno (LPPM – UNAIR) 25. Nus Silli (Fird Ende) Fasilitator Training 1. Benny Usdianto (Oxfam GB) 2. Dr. R. Heru Ariyadi, MPH. (Indonesian Red Cross/PMI) 3. Banu Subagyo (Oxfam GB) 4. Theresia Wuryantari (MPBI)
Pelatihan Dasar Sphere Tingkat Nasional, Makassar-Sulawesi Selatan Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI) telah menyelenggarakan Pelatihan Dasar Sphere Tingkat Nasional pada tanggal 5-8 September 2005 di Makassar-Sulawesi Selatan. Pelatihan ini diikuti oleh 34 peserta dari berbagai institusi/organisasi, baik wakil dari pemerintah, akademisi, LSM lokal dan internasional, masyarakat, dan sebagainya. Berikut ini nama-nama yang mengikuti kegiatan pelatihan Sphere di Makassar : 1. Agus Setiawan (Oxfam Banda Aceh) 2. Ambo Tang (YSBB) 3. Arief Rachman (YPSHK) 4. Asmar Exwar (Jurnal Celebes) 5. Eddy Purwanto (YEU – Ambon) 6. Eko Yuli Handoko (Pusat Studi Bencana ITS – Surabaya) 7. Faisal Djalal (Como Consulting) 8. Fatchul Hadi (Bakornas PBP) 9. Hasan S.Pd (LEMM Lembaga Eksistensi Muslim Maluku) 10. Heryansyah (Oxfam Banda Aceh) 11. Inda Fatinaware (Pokja Analisis dan Studi Kebijakan) 12. Irmalisa (Oxfam Banda Aceh) 13. Iskandar Lamuka (LPMS Sulteng) 14. Johny D.A. Saptenno (CARDI Maluku) 15. Junet da Costa (Yayasan Hualopu Ambon) 16. Dr. Kusrini (Dinas Kesehatan Sulsel 17. Masna Indra Ria (Perhimpunan KPKP ST) 18. Moersen SB SE (SATKORLAK PBP Dinas Kessolinmas) 19. Muh. Artsal (SAR UNHAS) 20. Muh. Yusuf (Yay. Biasreka) 21. Murkdianingsih (YAKKUM Emergency Unit) 22. Okta Fitrianos (OXFAM Banda Aceh) 23. Saiful Bahri (Oxfam Banda Aceh) 24. Saiful Syahman (Islamic Relief) 25. Sang Anggapratiwi (Depkes RI Jakarta) 26. Sri Eddy Kuncoro (ACT DD) 27. Supardi Lasaming (WALHI Sulteng) 28. Tonny Victor (Oxfam Banda Aceh) 29. Tri Dani Widyastuti (Pusat Studi Bencana ITS) 30. Usman Fabanyo (LSM Primari Nabire Papua) 31. Vandayani I.Y. Lumunon (CARDI Maluku Utara) 32. Yozia Tikupadang (CWS) 33. Nurdin Amir (Walhi Sulsel) 34. Dandy (YLK Sulsel) Fasilitator Training : 1. Benny Usdianto (Oxfam GB) 2. H. Iskandar Leman (Oxfam International, Oxfam America)
Pelatihan untuk Pelatih Sphere Tingkat Nasional, Magelang-Indonesia Pelatihan untuk Pelatih Sphere Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh MPBI ini berlangsung dari tanggal 18-23 September 2005, di Magelang-Jawa Tengah. Kegiatan ini merupakan pelatihan ketiga untuk wilayah Asia Timur dan Pasifik, dan pertamakali diselenggarakan di Indonesia. Peserta yang mengikuti pelatihan ini sebanyak 22 orang, yang sebelumnya para peserta ini telah mengikuti pelatihan dasar Sphere di tiga kota (Bogor, Denpasar, dan Denpasar). Selain berasal dari beragam latarbelakang (pemerintah, akademisi, LSM lokal/internasional, masyarakat), ke-22 peserta tersebut merepresentasikan wilayah yang berbeda-beda: 10 peserta berasal dari Jakarta, 3 dari Jawa Tengah, 2 dari Jawa Timur, 2 dari Sulawesi Selatan, 2 dari Aceh, 1 dari Bali, 1 dari Papua, dan 1 peserta dari Nusa Tenggara Timur. Berikut ini nama-nama peserta yang ikut TOT Sphere di Magelang. 1. Adi Nugroho (SHEEP Indonesia 2. Ambo Tang (YSBB-Makassar) 3. Banu Subagyo (Oxfam GB) 4. Catur J. Sudira (MPBI) 5. Didik S. Mulyana (Komunitas Peduli Bencana) 6. Edi Purwanto (YEU – Ambon) 7. Eko Supeno (LPPM-UNAIR) 8. Endra Setyawan (PMI Bali) 9. Faisal Djalal (Como Consulting-Jakarta) 10. Inda Fatinaware (Pokja Analisis dan Studi Kebijakan-Makassar) 11. Julius Nakmofa (FKPB-Kupang) 12. Nurjanah (Puskasi STKS-Bandung) 13. Oya Rocita (Kerlip-Bandung) 14. Raja Surya DM. (Polhukam) 15. Saiful Syahman (Islamic Relief) 16. Sigit Gendon Widdiyanto (Kappala Indonesia-Yogyakarta) 17. Sofyan (Desk Aceh-Walhi Eknas) 18. Surya Aslim (Islamic Relief) 19. Tri Dani Widyastuti (Pusat Studi Bencana ITS-Surabaya) 20. Usman Fabanyo (LSM Primari-Nabire, Papua) 21. Wanti Maulidar (Yayasan Bungoeng Jeumpa) 22. Winarno Yusdi (IIDP-Jakarta). Fasilitator Training : 1. Mark Prasopa-Plaizier (pernah di RedR, sekarang di Oxfam International, Geneva) 2. Lusi (Oxfam Australia) 3. Ginny (Oxfam Australia) 4. Benny Usdianto (Oxfam GB) 5. H. Iskandar Leman (Oxfam International, Oxfam America) 6. Eko Prasetyo (CWS)
Pelatihan Dasar “Piagam Kemanusiaan dan Standar Minimum dalam Respons Bencana Proyek Sphere”
Yogyakarta, 17-20 September 2006
MPBI bekerjasama dengan HIVOS telah menyelenggarakan Pelatihan Dasar Piagam Kemanusiaan Proyek Sphere dan Standar Minimum dalam Respons Bencana di Hotel GALUH, Prambanan, Yogyakarta pada hari Minggu, 17 September sampai dengan Rabu, 20 September 2006.
Pelatihan diikuti oleh 22 orang peserta pelatihan yang mengikuti pelatihan sejak awal, namun hanya 20 orang yang dinyatakan lulus dan 2 orang dinyatakan tidak lulus akibat tidak mengikuti salah satu sessi. Dari 22 orang peserta tersebut masing-masing terdiri atas 11 orang perempuan dan 11 orang laki-laki yang mewakili mitra-mitra Hivos.
Tim Fasilitatornya adalah : Inda Fatinaware dan Ambo Tang.
Adapun mitra latih yang mengikuti pelatihan tersebut adalah :
1. Lesman
2. Persepsi
3. Yayasan Kembang
4. Circle Indonesia
5. Dream/Kappala
6. FKSIP (2 orang)
7. Setara
8. Jarnop
9. Sahabat Perempuan
10. Seknas Asppuk
11. RTND
12. KRKP
13.Jaringan komunitas siaga merapi
14. Kesbang Linmas Boyolali
15. Guru SMPN 1 Wedi
16. Dinkes dan Dinsoso Boyolali
17.Arak Kalten
Pelatihan Dasar “Piagam Kemanusiaan dan Standar Minimum dalam Respons Bencana Proyek Sphere”
Jakarta, 6-10 Juli 2009
MPBI telah menyelenggarakan Pelatihan Dasar Piagam Kemanusiaan Proyek Sphere dan Standar Minimum dalam Respons Bencana di Ruang Pelatihan MPBI, Jl. Kebon Sirih 5 G Jakarta Pusat pada 6-10 Juli 2009. Tim Fasilitatornya adalah : H. Iskandar Leman, Adi Nugroho, Oya Rocita. Pelatihandihadiri oleh13peserta, 4di antara merekaadalah perempuan. Para pesertabekerja dipemerintah kabupatenlokal (Kesbanglinmas, lembagayangmenangani manajemenbencana), sektor swasta(Unilever, konsultan freelance), INGO(Plan International, ArbeiterSamariaBundDeutschlandev), United Nations Fund for Population Agency (UNFPA), LSM Nasional(CBDRM Nahdlatul Ulama- salah satuOrganisasiIslamterbesaryang unitberkaitan dengan masyarakatberbasis manajemenrisiko bencana), dan LSMlokal (Yayasan Jambata, Palu). Distribusi geografisadalah Jakarta, Yogyakarta, Palu(Sulawesi Tengah), Tahuna(Sulawesi Utara), dan Maumere(Flores).
Berikut nama-nama peserta yang mengikuti pelatihan ini:
1. Abdul Jamil, Jamil (CBDRM NU)
2. As Ari Wahyu Utomo (ArbeiterSamariaBundDeutschlandev)
3. Dyah Harini/Nunu (MPBI)
4. Katharina Maria Anggraeni D.K.Ardi (Plan Indonesia)
5. Lany Harijanti (UNFPA)
6. Leny Jakaria (UNFPA)
7. Maryadi Nurhadiprayitno (MP2KI – DKI Jakarta)
8. Rockefeler M. Parera (Kesbang dan Linmas Kabupaten Kepulauan Sangihe)
9. Sari Ranti Tobing (Yayasan Unilever Indonesia)
10. Wahyu Sulastomo (ArbeiterSamariaBundDeutschlandev)
11. Yohanes B. Joman (Plan Indonesia)
12. Yovianus Toni Sakera (PADMA)
13. Zarlif (Jambata)
Pelatihan Dasar “Piagam Kemanusiaan dan Standar Minimum dalam Respons Bencana Proyek Sphere”
Jakarta, 14-17 Desember 2009
MPBItelah menyelenggarakanPelatihan DasarPiagamKemanusiaanProyek Spheredan Standar Minimum dalamRespons BencanadiRuang Pelatihan MPBI, Jl. Kebon Sirih 5 G Jakarta Pusatpada14-17 Desember2009.
Pelatihan diikuti oleh 9 orang mitra latih yang terdiri dari 1 perempuan dan 8laki-laki berasal dari Caritas Czech Republic (CCR), Kogami Padang, BPBD Kabupaten Sangihe, Badan Lingk Hidup Kab. Sangihe, Plan International Dompu.
Tim Fasilitatornya adalah : H. Iskandar Leman (MPBI) dan Adi Nugroho (MPBI).
Adapun mitra latih yang mengikuti pelatihan tersebut adalah :
1. Daniel Parande (Caritas Czech Republic)
2. Deni Sugiarto (Caritas Czech Republic)
3. Sapta Pramudya Pandia (Caritas Czech Republic)
4. Said Ridha (Caritas Czech Republic)
5. Roni Pasla (Kogami Padang)
6. Sukardi (BPBD Kabupaten Sangihe)
7. Elvira Juanita Aling (Badan Lingk Hidup Kab. Sangihe)
8. Abdul Haris (Plan International Dompu)
9. Hasan Ahmad (Plan International Dompu)
Pelatihan Dasar “Piagam Kemanusiaan dan Standar Minimum dalam Respons Bencana Proyek Sphere”
Jakarta, 18-22 Mei 2010
MPBItelah menyelenggarakanPelatihan DasarPiagamKemanusiaanProyek Spheredan Standar Minimum dalamRespons BencanadiRuang Pelatihan MPBI, Jl. Kebon Sirih 5 G Jakarta Pusatpada18-22 Mei 2010.
Pelatihan diikuti oleh 3orang mitra latih yang terdiri dari 2 perempuan dan 1laki-laki berasal ydari RS Islam Surabaya – Jemursari, Sucofindo, Mercy Corps. Tim Fasilitatornya adalah : Catur Djoko Sudira (MPBI) dan Sofyan (MPBI).
Adapun mitra latih yang mengikuti pelatihan tersebut adalah :
1. dr. Eko Wahyu Agustin (RS Islam Surabaya – Jemursari)
2. Novianti Lestari (Sucofindo)
3. Dasci Fadihu (Mercy Corps)
Pelatihan Pelatih Sphere (ToT Sphere) dan Pelatihan Dasar
Bandung, 12-16 Juli 2010
MPBItelah menyelenggarakanIn House Pelatihan Pelatih PiagamKemanusiaanProyek Spheredan Standar Minimum dalamRespons Bencana(TOT Sphere) diKantor Ibu Foundation di Bandung, Jawa Barat pada12-16 Juli 2010.
Pelatihan diikuti oleh 8 orang mitra latih dari Ibu Foundation yang terdiri dari 3 perempuan dan 5laki-laki. Fasilitatornya adalah : Catur Djoko Sudira (MPBI), Sofyan (MPBI), Adi Nugroho (MPBI), Oya Rocita .
Adapun mitra latih yang mengikuti pelatihan ToT Sphere tersebut adalah :
1. Mulyana Brata Manggala
2. Muhammad Raden Ricky Ismail
3. Vanie Marissa Iskandar
4. Iswar Abidin
5. Endri Budiwan
6. Rika Setiawati
7. Ranti Wulansari
8. dr. Ridwan Gustiana
Adapun mitra latih yang mengikuti Pelatihan Dasar Sphere tersebut adalah :
1. Destrian Setiawan
2. Muhammad Fauzi
3. Lina Meutia Moeis
Pelatihan Dasar “Piagam Kemanusiaan dan Standar Minimum dalam Respons Bencana Proyek Sphere”
Jakarta, 8-12 Maret 2011
Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI) bekerjasama dengan Oxfam Timor Lestetelah menyelenggarakan Pelatihan Dasar Piagam Kemanusiaan dan Standar Minimum Respons Bencana – Proyek Spheredi Jakarta dari tanggal 8 – 12 Maret 2011 yang diikuti oleh 10 orang mitra latih terdiri dari 9 orang laki-laki, 1 orang perempuan.
Mitra latih berasal dari Oxfam Timor Leste, Administrator district Oecusse, Penanganan Sosial, Focal Point Disaster District, mitra lokal FFSO, di Oecusse, Covalima, Dili, Timor Leste. Pelatihandiselenggarakan di Hotel SofyanBetawi, Jakarta danmitralatihtinggal di hotel tersebutjuga.
Fasilitator pada pelatihan ini adalah dr. H. Iskandar Leman, MDM (MPBI) dan Catur Joko Sudiro (MPBI).
Pada akhir pelatihan mitralatihmerencanakanmempelajarikembalibahan-bahanpelatihan, melaporkanpadaatasannyadanmembagikanpembelajarannyakepadarekan‐rekankerja, membuat Workshop district, membuatpelatihan sphere sertaberminatmengikutipelatihan‐pelatihan lain yang dilakukan MPBI. Fasilitator merekomendasikan Oxfam GB untuk memantau pelaksanaan rencana tindak lanjut mitra latih dan mendukung mitra untuk melaksanakan rencana mereka.
Adapun mitra latih yang mengikuti Pelatihan tersebut adalah :
1. Afonso Nogueira Nahak/Alfonso (Government Secretario DDMCCovalima)
2. Antonio Da Costa Santos Government (MSS DNGN Timor Leste)
3. Carlos Dos Santos Correia (CCA & RIC StafOxfam Timor LesteRua Bidau Akadiruhum,Dili Timor Leste)
4. Cornelio Da Cruz De Araujo (Government Focal point for Disaster District Oecusse Timor Leste)
5. Felisbela De Araujo (Government Focal point for Disaster District Covalima Timor Leste)
6. Jose Anuno (Government District Administrator, President DDMC District Oecusse Timor Leste)
7. Luis Fernandes (CCA & RIC StafOxfam Timor LesteRua Bidau Akadiruhum,Dili Timor Leste)
8. Rufino Da Costa Simoes (HumanitarianProgramOxfam Timor LesteRua Bidau Akadiruhum,Dili Timor Leste)
9. Valeriano Lucrecio Dos Reis Madeira (LogisticCoordinatorOxfam Timor LesteRua Bidau Akadiruhum,Dili Timor Leste)
10. Zeca de Carvalho (Lokal NGO Timor Leste (FFSO Oecusse)
Pelatihan Pelatih Sphere 2011 ToT
Bogor, 27 November -3 Desember 2011
Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI) bekerjasama dengan International Federation of Red Cross and Red Cresent Societies (IFRC) telah menyelenggarakan SPHERE 2011 Training of Trainers. Pelatihan pelatih ini bertaraf internasional dengan bahasa pengantar bahasa Inggris. Pelatihan diselenggarakan di D’Agape Residence Gadog, Bogor dari tanggal 27 Nov – 3 Des 2011. Pelatihan diikuti oleh 22 orang mitra latih yang terdiri dari 8 perempuan dan 14 laki-laki berasal dari IFRC, Palang Merah Indonesia, Palang Merah Belgia, Palang Merah Italia, Palang Merah Australia, Palang Merah Kanada, Action Contre le Faim, Save the Children, The Johanniter International dan World Vision International.
Tim Fasilitator terdiri dari : Vikrant Mahajan (Sphere India), H. Iskandar Leman (Focal Point Sphere Indonesia - MPBI) dan Benny Usdianto.
Selama pelatihan mitra latih mendengarkan paparan, berdiskusi, dan berlatih memfasilitasi sesi pelatihan. Mitra latih menilai sasaran pelatihan tercapai, harapan peserta pelatihan terpenuhi, dan merasa puas dengan proses pelatihan.
Mitra latih merencanakan mempelajari kembali bahan-bahan pelatihan, melaporkan pada atasannya dan membagikan pembelajarannya kepada rekan‐rekan kerja, serta akan menerapkannya dalam tugasnya.
Adapun mitra latih yang mengikuti Pelatihan tersebut adalah :
1. Agung Lestyawan (International Federation Red Cross/IFRC)
2. Anggraeni Puspitasari (World Vision Indonesia)
3. Arna Ferra Juanie (PMI Jawa Timur)
4. Dewi Sri Sumanah (PMI Jakarta Utara)
5. Dewi Reny Anggraeni (PMI Bali)
6. Doda Goccy Nugroho (Action Contre la Faim/ACF)
7. Fadli Usman(World Vision Indonesia)
8. Febriant Abby Marcel Mamesah(World Vision Indonesia)
9. Handry Hatta (Canadian Red Cross)
10. Lana Kuduzovic(Canadian Red Cross)
11. Lufti Faurusal Hasan (PMI Ketapang)
12. Maureen Laisang (Save The Children)
13. Matteo Ciarli (Italian Red Cross)
14. Novelina Laheba(International Federation Red Cross/IFRC)
15. R. Endro Teguh Kusumo (PMI Cilacap Jawa Tengah)
16. Robertus Sulistyo(International Federation Red Cross/IFRC)
17. Dr. Hely Stenley Sajow(International Federation Red Cross/IFRC)
18. Tonggo Uli Yusmaniar Manurung (The Johanniter International)
19. Teuku Khairil Azmi (Australian Red Cross)
20. Wayne Ulrich(International Federation Red Cross/IFRC)
21. William Halder (Belgian Red Cross)
22. Mujtahiddin (PMI Pusat)

