RENAS PB 2010-2014 dan RAN PRB 2010-2012 Diluncurkan
RENAS PB 2010-2014 DAN RAN PRB 2010-2012 DILUNCURKAN

MPBI News, Jakarta
Rencana Nasional Penanggulangan Bencana (Renas PB) 2010-2014 dan Rencana Aksi Nasional Pengurangan Risiko Bencana (RAN PRB) 2010-2012 diluncurkan secara resmi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pada tanggal 19 Februari 2010 di Museum Nasional, Jakarta. Acara peluncuran ini yang berjudul “Peluncuran Renas PB 2010-2014 dan RAN PRB 2010-2012: Pengurangan Risiko Bencana sebagai Investasi Pembangunan Berkelanjutan” dibuka oleh Dr. Krishna Pribadi – Platform Nasional (Planas) PRB, Abihilash Panda – wakil UN-ISDR, Prof. Dr. Armida Salfiah Alisjahbana, SE, ME – Kepala Bappenas, dan Dr. Syamsul Ma’arif, M.Si – Kepala BNPB. Peluncuran kedua dokumen penting mengenai perencanaan kebencanaan dihadiri sekitar 200 orang yang berasal dari latar belakang pemerintah daerah, kementrian/lembaga, lembaga swadaya pemerintah, Forum PRB (nasional dan daerah), lembaga internasional, perguruan tinggi dan dunia usaha.
Kliping Berita Bencana MPBI Tanggal 02 Februari 2010
Kliping Berita Bencana MPBI
Tanggal 02 Februari 2010
Daftar Isi:
- TAGANA Diskusi Publik, Rumuskan Pola Penanggulangan Bencana
- Kerugian bencana alam di Boyolali capai Rp 223 Juta
- Kopassus Operasikan Mobil Bencana Alam
- DKI Hibahkan Alat Tanggulangi Banjir ke Kopassus
- Panglima TNI Serahkan Seribu Rumah Korban Bencana
- Puluhan Rumah di Sukabumi Rusak Akibat Longsor
- Banjir di Rancaekek, Bandung, Jawa Barat
- Floods claim two lives in Pasuruan
- RTRW Bengkulu Berbasis Mitigasi Bencana
- Pengesahan RTRW Sumsel Molor
- Fasilitator Rekonstruksi Rumah Korban Gempa Mulai Bekerja
- What’s quaking, what’s shaking?
- How does Haiti differ from post-tsunami Aceh?
- REFILE-Indonesia tourist arrivals up in 2009, spending down
- Antisipasi Bencana, BPBD Jatim Bangun Jaringan Komunikasi
- Manggarai Dilanda Hujan dan Angin Kencang
- No accurate prediction of disaster, says expert
Kabupaten Sidoarjo akan membentuk BPBD pada tahun 2010
MPBI News, Jakarta
Di bawah ini naskah jawaban Bupati Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur terhadap pertanyaan/pandangan umum Fraksi Gerhana dan Partai Demokrat yang dilansir dalam Website DPRD Sidoarjo pada tanggal 20 Januari 2010. Dalam jawaban Bupati Sidoarjo itu ada dua hal yang terkait bencana, yaitu rencana pembentukan BPBD dan penanganan Lumpur Lapindo.
Bagaimana implementasi bidang kebencanaan dlm Program 100 Hari SBY?
Tanggal 28 Januari 2010 besok adalah hari terakhir dalam Program 100 Hari Kabinet Indonesia Bersatu II.
Kabinet Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presiden Boediono, yang biasa disebut Kabinet Indonesia Bersatu II, menetapkan 15 (lima belas) prioritas kerja 100 (seratus) hari Kabinet, salah satunya adalah bidang Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana. Penetapan Program 100 Hari Kabinet Indonesia Bersatu II ini dilakukan dalam Sidang Kabinet yang dipimpin Presiden pada tanggal 5 November 2009 di Istana Negara, Jakarta.
Early warning systems and politics of fear oleh Jonatan Lassa
Early warning systems and politics of fear
Jonatan Lassa , Bonn | Mon, 01/25/2010 11:01 AM | Opinion
The proponents of the decision of the Bank Century bailout are happy with the explanation that “the benefit of the intervention is the
crisis that did not happen until now”.
In other words, had there been no intervention or confirmed response to the indicated crisis, the risk would’ve been that the crisis may have happened today at an unexpected scale.
MPBI Adakan Pelatihan Penyusunan Perda untuk PB
MPBI Adakan Pelatihan Penyusunan Perda untuk PB
MPBI News, Jakarta
“Pelatihan Penyusunan Peraturan Daerah (Perda) untuk Penanggulangan Bencana (PB)” dibuka secara resmi oleh Suratman, SH., MH., Presidium MPBI pada tanggal 11 Januari 2010 di Jakarta. Pelatihan ini diselenggarakan oleh Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI) selama lima hari dari tanggal 11-15 Januari 2010 dan diikuti oleh 14 orang peserta yang berasal dari pejabat pemerintah daerah (Pemda) tingkat kabupaten/provinsi di Kalimantan Tengah (Kalteng), Sumatera Barat (Sumbar) dan Papua, serta aktivis LSM dari Kalteng, Sumbar, Aceh dan Papua. Narasumber pelatihan itu adalah orang-orang yang kompeten di bidang kebencanaan, antara lain Hening Parlan (Direktur Humanitarian Forum Indonesia - HFI), Ir. Sugeng Triutomo (Deputi Kesiapsiagaan dan Mitigasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana - BNPB), Dr. Moh. Roem (Direktur Manajemen Pencegahan dan PB Direktur Jenderal Pemerintahan Umum Departemen Dalam Negeri – MPPB Dirjen PUM Depdagri) dan Bernadinus Stanley, SH. Selama lima hari pelatihan di Ruang Pertemuan Kantor MPBI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat tersebut akan difasilitasi oleh Bernadinus Stanley, SH dan Ivan V. Ageung, SH.
Pelatihan Fasilitator Tingkat Lanjut
Pelatihan Fasilitator Tingkat Lanjut: Peningkatan ketrampilan dan pengetahuan dalam mendesain dan proses fasilitasi
1. Rasional
Advokasi dan Fasilitasi memainkan peranan yang sangat penting dalam dunia kita di Penanggulangan Kebencaanan.
Dalam tugas kita sehari-hari memfasiltasi, kita akan selalu berhadapan dengan beragam pihak, situasi, keadaan maupun kondisi yang sering di luar dugaan kita.
Dalam mempersiapkan diri untuk sukses dalam menjalankan tugas kita, diperlukan pengalaman dan jam terbang, penggunaan beragam teknik dan instrumen pendekatan yang tepat untuk dapat mempersiapkan diri dalam mendesain proses fasilitasi dengan baik dan efektif.
Daftar peraturan terkait bangunan
Kawan-kawan Pelaku dan Pemerhati PB,
Berdasarkan berita Antara tanggal 3 September 2009 ini didapat bahwa “Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Sumatra Barat, Insanul Kamil, mengharapkan pemerintah segera membuat regulasi tentang bangunan tahan gempa”.
Hal ini menimbulkan sebuah pertanyaan yang menarik, “Apakah PII Sumbar tidak mencermati peraturan-peraturan yang berkaitan dengan bangunan yang sudah ada?” Ada Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman, Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2005 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung dan lain-lain. Akan tetapi, banyak dari kita yang lupa bahwa ada cukup banyak peraturan yang mengatur suatu bidang tertentu dan masalahnya adalah sebagian dari kita “malas” atau merasa tidak ada waktu untuk membaca peraturan-peraturan tersebut.
Standar DPU mengukur tingkat kerusakan infrastruktur pasca bencana
Kawan-kawan Pelaku dan Pemerhati PB,
Tiap kali habis terjadi sebuah bencana maka yang ramai adalah mengenai kajian cepat pasca bencana. Banyak terjadi perdebatan tentang cara mengukur tingkat kerusakan dan penilaian kerusakan. Ada sebuah perangkat yang sering digunakan oleh pemerintah daerah utk mengukur tingkat kerusakan berdasarkan kriteria dari Departemen Pekerjaan Umum, yaitu:
Peluncuran dan Bedah Buku International Law and Standard Applicable in Natural Disaster Situation (ILSANDS)
Kepada Yth,
Bapak/Ibu Pemerhati Bencana
Di tempat
No: 037/MPBI/VIII/2009
Lampiran: TOR
Hal: Undangan Peluncuran Buku ILSAND
Dengan hormat,
Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI) telah menterjemahkan dan menerbitkan buku “International Law and Standard Applicable in Natural Disaster Situation (ILSANDS)” yang diterbitkan oleh International Development Law Organization (IDLO), sebuah organisasi yang berbasis di Roma Italia, Januari 2009, dengan dukungan dari Grasindo, Plan Indonesia, WVI, Save the Children dan OXFAM GB.
Pedoman-pedoman PB terbitan BNPB dapat diunduh di Website MPBI
MPBI News, Jakarta
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada bulan November dan Desember 2008 menerbitkan sejumlah pedoman PB. Saat ini pedoman-pedoman itu sudah dapat diunduh dengan cuma-cuma di Website MPBI, dan tentu saja file-file asli pedoman-pedoman itu juga dapat diunduh di Websitenya BNPB.
BNPB menerbitkan sejumlah buku pedoman mengenai pelaksanaan teknis penanggulangan bencana (PB). Penerbitan buku pedoman-pedoman PB ini merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana (UU 24/2007), Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2008 tentang Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Perpres 8/2008), Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana (PP 21/2008), Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2008 tentang Pendanaan dan Pengelolaan Bantuan Bencana (PP 22/2008), dan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2008 tentang Peran Serta Lembaga Internasional dan Lembaga Asing Nonpemerintah dalam Penanggulangan Bencana (PP 23/2008).
Berita Duka Cita
Berita Duka Cita.
Telah meninggal dunia, ayahanda Djuni Pristiyanto, hari Minggu 28 Februari 2010 di Caruban, Madiun.
Kami, keluarga besar Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia turut berduka sedalamnya atas kepergian beliau. Semoga arwah beliau diterima di sisi Tuhan Y.M.E. dan bagi yang ditinggalkan semoga ditambahkan kesabaran, kekuatan, serta ketabahannya.
Sekretariat
Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia.
Ringkasan Eksekutif RENAS PB 2010-2014
Rencana Nasional Penanggulangan Bencana 2010-2014
Rencana Nasional Penanggulangan Bencana (Renas PB) adalah dokumen perencanaan yang berlaku selama lima tahun dan berisi kebijakan, strategi, program dan fokus prioritas penanggulangan bencana dan pengurangan risiko bencana di Indonesia dalam kurun waktu tahun 2010-2014. Dokumen ini disusun secara partisipatif oleh Kementerian/Lembaga di tingkat pusat di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Ringkasan Eksekutif RAN PRB 2010-2012
RINGKASAN EKSEKUTIF
RENCANA AKSI NASIONAL PENGURANGAN RISTKO BENCANA TAHUN 2010-2012
PENDAHUTUAN
Penyusunan Rencana Aksi Nasional Pengurangan Risiko Bencana (RAN-PRB) dimaksudkan sebagai pedoman dan acuan bagi semua pihak dalam penjabaran kebijakan pengurangan risiko bencana di tingkat nasional dalam periode yang ditetapkan dalam 3 (tiga) tahun anggaran, dan memuat landasan, prioritas, rencana aksi serta mekanisme pelaksanaan dan kelembagaan dalam implementasi rencana aksi. RAN-PRB menjadi dasar pelaksanaan yang kuat dan sistematis bagi prioritas yang bersifat lintas-sektoral dan lintas-wilayah dalam mengurangi risiko dari beragam ancaman bencana.
Siaran Pers BNPB-Bappenas: Peluncuran RENAS PB 2010-2014 dan RAN PRB 2010-2012
Badan Nasional Penanggulangan Bencana
Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
Siaran Pers
Peluncuran Rencana Nasional Penanggulangan Bencana 2010-2014
dan Rencana Aksi Nasional Pengurangan Risiko Bencana 2010-2012
Jakarta, 19 Februari 2010 - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hari ini meluncurkan Rencana Nasional Penanggulangan Bencana (Renas PB) 2010-2014. Renas PB adalah dokumen perencanaan berjangka waktu lima tahun yang disusun berdasarkan amanat Pasal 35-36 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Dokumen ini berisi kebijakan, strategi, program-program dan fokus prioritas penanggulangan bencana lndonesia yang akan dilaksanakan dalam waktu lima tahun ke depan.