CARR Govenance Indonesia 3rd Issue - Culture and Disasters: A Beautiful Mind of Indigenous Flood Legend From Papua (Jan 2012 Edition)
Third Issue: January 2012
Pelatihan Dasar INEE 2010 Standar Minimum dalam bidang Pendidikan: Kesiapsiagaan, Respons dan Pemulihan (Jumat-Minggu, 17-19 Feb 2012)
Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI) mengundang lembaga Bapak/Ibu untuk ikut berpartisipasi dalam mengikuti/mengirimkan peserta untuk “Pelatihan Dasar INEE 2010 Standar Minimum dalam bidang Pendidikan : Kesiapsiagaan, Respons dan Pemulihan"
Hari/tanggal : Jumat-Minggu, 17-19 Februari 2012, di Jakarta.
Orientasi Pengenalan INEE 2010 (Jumat 3 Februari 2012)
Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI) mengundang lembaga Bapak/Ibu untuk ikut berpartisipasi dalam mengikuti/mengirimkan peserta untuk “Orientasi Pengenalan INEE 2010” pada :
The Inter-Agency Network for Education in Emergencies (INEE)
The Inter-Agency Network for Education in Emergencies (INEE) Jejaring Antar Lembaga untuk Pendidikan dalam Situasi DArurat adalah suatu jejaring terbuka global perwakilan-perwakilan dari NGOs, badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa, pemerintah, lembaga pendidikan, sekolah-sekolah dan masyarakat terkena bencana yang bekerja sama untuk memastikan semua orang memperoleh hak atas pendidikan yang bermutu dan aman dalam situasi darurat dan pemulihan pasca krisis.
Laporan Kondisi Kesukarelaan Dunia 2011: Nilai-nilai universal untuk kesejahteraan global
Laporan Kondisi Kesukarelaan Dunia 2011: Nilai-nilai universal untuk kesejahteraan global
The United Nations Volunteers (UNV) meluncurkan “Laporan Kondisi Kesukarelawanan Dunia 2011: Nilai-nilai universal untuk kesejahteraan global (State of the World’s Volunteerism Report 2011: Universal Values for Global Well-being)" pada tanggal 5 Desember 2011 New York, Amerika Serikat. Laporan ini diharapkan dapat meningkatkan pengakuan, fasilitasi, dan promosi jaringan di seluruh dunia kesukarelaan. Ini juga akan meningkatkan pengakuan atas peran penting dari UNV sebagai organisasi yang menetapkan standar dalam damai dan pembangunan, serta kesukarelaan, dalam sistem PBB.
Focus: “Do you want to be a man or a woman in the reincarnation?” A reflection on gender after disaster in Nias Island, Indonesia!
Focus: “Do you want to be a man or a woman in the reincarnation?” A reflection on gender after disaster in Nias Island, Indonesia!
Foto-foto KN PRBBK VII
Foto-Foto KN PRBBK VII dapat Diakses di Website MPBI
Jakarta, 14 Desember 2011
Peran OMS dalam Pemulihan Bencana Pasca Erupsi G. Merapi oleh Eko Teguh Paripurno
Peran Organisasi Masyarakat Sipil dalam Pemulihan Bencana Pasca Erupsi G. Merapi
Oleh: Eko Teguh Paripurno
Pusat Studi Amanajemen Bencana UPN Veteran Yogyakarta
pemulihan belum selesai.
mari kita lakukan pemulihan yang lebih baik.
Kebijakan RR Berbasis Pemberdayaan Masyarakat oleh Bambang Sulistianto
Kebijakan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Berbasis Pemberdayaan Masyarakat
Oleh: Ir. Bambang Sulistianto, MM
Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB
LATAR BELAKANG
- Kebijakan pembangunan perlu mengakomodasikan PB agar kegiatan PB pada semua tahapan memberikan manfaat bagi masyarakat di bidang ekonomi, sosial, politik, keamanan & lingkungan.
- Kegiatan rehab & rekon merupakan bagian penting dalam rangka memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana.
Pendekatan Kultural dalam Relokasi oleh Rani Sjamsinarsi
Pendekatan Kultural dalam Relokasi
Oleh Ir. Rani Sjamsinarsi, MT
Kepala Dinas PUP-ESDM PROVINSI DIY
Kerusakan Infrastruktur Publik, Korban dan kerusakan milik masyarakat
Ke-PU an
61,8 Km Jalan
26 Sabo Dam
64 Sistim Perpipaan Air Minum Pedesaan (SPAMDES) , tidak bisa berfungsi
3 Sistim PDAM tidak berfungsi
51 bendung tidak berfungsi
22 Jembatan putus
2 intake Saluran Induk Irigasi tertutup material
Mendesakkan Komunitas dalam Pemulihan Pasca-Bencana oleh Hasan Bachtiar
Mendesakkan “Komunitas” dalam Pemulihan Pasca-Bencana: Refleksi atas Pengalaman Advokasi FPRB-DIY dalam Pemulihan Pasca-Bencana Erupsi dan Lahar Gunungapi Merapi 2010—2011
Oleh Hasan Bachtiar
Seperti sudah banyak diketahui khalayak, Bencana Gunungapi Merapi 2010—2011 di Provinsi DI Yogyakarta, yang sekaligus melanda pula Provinsi Jawa Tengah, dalam kerangka kebijakan penyelenggaraan penanggulangannya, telah diputuskan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk “dipilah” menjadi dua, yakni Erupsi dan Lahar, yang berlangsung sebagai suatu rangkaian peristiwa. Bencana Erupsi Merapi 2010 telah menimbulkan korban manusia sebanyak 386 jiwa, penduduk mengungsi selama tanggap-darurat mencapai 15.366 orang, perkiraan nilai kerusakan dan analisis kerugiannya mencapai Rp3,628 triliun, serta estimasi biaya pemulihannya menembus angka Rp1,350 triliun; sedangkan kronologi, akibat, dampak, hingga kebutuhan pemulihan pasca-bencana Lahar Merapi 2011, sampai naskah ini ditulis, belum pernah secara resmi disiarkan oleh otoritas penanggulangan bencana nasional maupun daerah kepada publik.
Strategi Adaptasi Respon Pemerintah dan DPRD Mengintegrasikan PRB oleh Nuwirman
Strategi Adaptasi terhadap Respon Pemerintah dan DPRD dalam Mengintegrasikan Agenda Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dalam Kebijakan Pembangunan Daerah
Oleh: Nuwirman
a. Pengantar
Sebagian besar daerah kabupaten kota di Sumatra Barat merupakan daerah rawan bencana. Tidak sedikit masyarakatnya “masih merasakan” dampak gempa 30 September 2009 (psikis, psikologis, sosial budaya dan ekonomi), dampak gempa dan tsunami Mentawai dan banjir bandang di Pesisir Selatan. Fakta menunjukan, bahwa pemerintah daerah memiliki “keterbatasan anggaran” untuk upaya-upaya“kesiapsiagaan-mitigasi bencana”. Kondisi di atas berkontribusi pada ketidak berdayaan masyarakat, dan dalam banyak hal masyarakat di pelosok memiliki akses yang rendah terhadap dukungan anggaran pemerintah untuk upaya upaya mitigasi dan kesiapsiagaan. Dimaklumi bahwa sebagian besar anggaran daerah disedot oleh belanja pegawai. Oleh karena itu, sinergi proses partisipatif dari musrenbang dengan proses teknokratis dan politis menjadi sangat penting. Keterbukaan, inovasi, kerjasama multipihak dan kreatifitas sangat diperlukan karena kita tentu saja tidak bisa hanya mengandalkan APBD untuk membiayai upaya-upaya pengurangan risiko bencana (PRB).
Praktik Desa Tangguh di Yogyakarta dan Jawa Tengah oleh Untung Tri Winarso
PRAKTIK PENGEMBANGAN DESA TANGGUH DI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA DAN JAWA TENGAH OLEH PERKUMPULAN LINGKAR
Oleh: Untung Tri Winarso
(Anggota Perkumpulan Lingkar Yogyakarta)
LATAR BELAKANG
Komunitas sebagai pelaku utama dalam menggali informasi, menganalisis, menyimpulkan, merencanaan, melaksanaan, memantau dan mengevaluasi kegiatan untuk mengurangi kerentanannya sekaligus meningkatkan kemampuannya. Prakarsa atau inisiatif lokal dari masyarakat dipercaya efektif untuk mengurangi risiko bencana, sebab masyarakatlah yang memahami wilayah dan kebutuhannya serta mampu menggunakan kemampuannya bagi perubahan diri dan lingkungannya. Pengembangan Desa Tangguh dilaksanakan untuk mencapai komunitas yang mampu mengelola risiko dengan memaksimalkan sumber daya yang ada di komunitas tersebut. Komunitas yang tangguh diartikan sebagai komunitas yang dapat mengelola tekanan atau kekuatan yang menghancurkan (menyerap, mengurangi, menahan, mengalihkan, menghindar, adaptasi) dengan mempertahankan struktur dan fungsi aset penghidupan untuk memulihkan diri setelah bencana.
Pemulihan Anak Pasca Bencana oleh Wiwik Sulistyaningsih
PEMULIHAN ANAK PASCA BENCANA:
Pelibatan Komunitas untuk Hasil Intervensi yang Efektif
Wiwik Sulistyaningsih
Staf Pengajar Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara
wiwiksulistya@yahoo.co.id
Abstrak
Komunitas anak sebagai kelompok rentan dalam situasi bencana telah mendapatkan perhatian yang cukup di berbagai daerah rawan bencana. Refleksi pengalaman di lapangan menemukan bahwa tanpa adanya pelibatan komunitas di lingkungan anak akan berakibat timbulnya sikap penolakan masyarakat di awal, sikap pasif saat pelaksanaan, hingga enggan mendukung program psikososial yang dilakukan. Hal ini selain menimbulkan inefisiensi juga merugikan mengingat besarnya dana yang biasanya dianggarkan untuk kegiatan tersebut.

