You are hereInfo Terkini Aktifitas Merapi, 20 Juni 2006 Pukul 13.00 WIB
Info Terkini Aktifitas Merapi, 20 Juni 2006 Pukul 13.00 WIB
Selasa, 20 Juni 2006, 20:43 WIB
Info Terkini Aktifitas Merapi, 20 Juni 2006 Pukul 13.00 WIB
Laporan dari BPPTK, 20 Juni 2006, 06.00 WIB
1. Berdasarkan hasil analisis data pemantauan, status aktivitas Gunungapi Merapi
masih dinyatakan ”AWAS” khusus untuk sektor Gendol sampai dengan 8 km dari
puncak Merapi, terhitung mulai tanggal 14 Juni 2006 pkl. 14.00.
2. Berdasarkan pengamatan visual tanggal 19 Juni 2006, cuaca puncak pada pagi hari
cerah, siang hingga malam hari berkabut. Asap solfatara berwarna putih tebal,
tekanan lemah dengan ketinggian asap maksimum 600 m di atas puncak, teramati
dari Pos Jrakah.
Dari Pos Kaliurang dilaporkan terjadi 9 kali awan panas mengarah ke K. Gendol
dengan jarak luncur maksimum 3 Km. Guguran lava pijar terjadi sebanyak 37 kali
mengarah ke hulu K. Krasak dengan jarak luncur maksimum 1 Km.
3. Pada tanggal 19 Juni 2006 pkl. 00.00 s.d. 24.00, tercatat gempa MP 88 kali, gempa
guguran 272 kali, gempa vulkanik dangkal (VTB) tidak terjadi, awan panas 21 kali,
dan gempa tektonik terasa 7 kali.
4. Berdasarkan pengamatan visual pada tanggal 20 Juni 2006 pkl. 00.00 s.d. 06.00,
cuaca puncak pada pagi hari berkabut, asap solfatara berwarna putih tebal, tekanan
lemah dengan ketinggian asap maksimum 350 m dari puncak, teramati dari Pos
Ngepos. Dari Deles dilaporkan guguran lava pijar teramati 4 kali dengan jarak luncur
maksimum 1 km. Awan panas teramati 5 kali ke K. Gendol dengan jarak luncur
maksimum 3,5 km.
Hasil rekaman seismograf tercatat gempa MP 27 kali, gempa guguran 93 kali, gempa
vulkanik dangkal (VTB) tidak terjadi, awan panas 4 kali, sedangkan gempa tektonik
tidak terjadi.
Secara umum aktivitas vulkanik G. Merapi masih tinggi seperti ditunjukkan oleh data
kegempaan dan pengamatan visual. Data Kegempaan didominasi oleh guguran lava
pijar dan awan panas yang juga terlihat secara visual.
5. Aktivitas Gunungapi Merapi masih tetap dalam status AWAS karena masih terdapat
potensi terjadinya awan panas akibat aktivitas magmatis di permukaan/puncak.
6. Sehubungan dengan status ”Awas”, direkomendasikan:
a. Agar wilayah di sepanjang alur K. Krasak/Bebeng, K. Bedog, K. Boyong, dan K.
Gendol dalam radius 8 km dari puncak G. Merapi dalam jarak 300 m dari tebing
alur sungai tersebut di atas tetap dikosongkan karena masih berpotensi terancam
awan panas;
b. Agar menghentikan semua kegiatan masyarakat (penambangan pasir, bertani,
berkebun, beternak, pendakian ke puncak, dan sebagainya), di dalam dan di sekitar
alur sungai yang berhulu di G. Merapi dalam radius 8 km. Informasi lebih
lanjut, hubungi :
BPPTK +62 274 514 180, +62 819 3170 2491 (HP)
Website : http://bpptk.vsi.esdm.go.id
Laporan dari Posko
1. Ngemplak Seneng
Digunakan sebagai Tempat Penampungan Terakhir cadangan apabila Kepurun sudah tidak dapat menampung pengungsi. Jumlah pengungsi sekitar 1700 jiwa. Beberapa pengungsi dari Kepurun, Kemalang, Deles, mengalami gangguan pernapasan. Bantuan yang dibutuhkan obat-obatan. Untuk informasi lebih lanjut hubungi :
Aditya Wisaksono (Ketua DKD Jawa Tengah), Hp : 081575646163
2. Kec Cangkringan
Terjadi dua puluh kali luncuran lava pijar dengan jarak luncur tiga kilometer mengarah ke Kali Gendol (dapat dilihat secara visual dari Cangkringan), kondisi Merapi masih dinyatakan “awasâ€, Merapi masih tertutup asap solfatara putih yang mengalangi pengamatan visual, hujan abau sudah mulai berkurang, kubah baru mulai terlihat dari Deles yang berada di atas Kali Gendol, sedangkan kubah 2006 sudah banyak yang runtuh atau tidak utuh lagi. Yang ditakutkan saat ini apabila hujan kemungkinan terjadi lahar dingin dan pohon-pohon tumbang yang meluncur seperti air bah ke perkampungan penduduk. Untuk daerah Kali Adem warga sudah mengungsi dan dilarang berada di sekitar lokasi kecuali petugas yang melakukan pengamatan dan evakuasi. Kurangnya suplai makanan ternak membuat banyak warga di wilayah Kepuharjo menjual ternak mereka (banyak vegetasi yang hangus akibat awan panas dan lava kemarin serta kurangnya suplai air), masih banyaknya warga yang mengalami trauma akibat luncuran awan panas besar yang menyebabkan kepanikan mendadak kemarin (14/6), banyak warga terjangkit ISPA dan gatal-gatal akibat abu. Saat ini air masih disuplai dari PMI dan PDAM, perekonomian sudah mulai berjalan dimana warga di sekirar Pakem berdagang di depan rumah skit Grasia, system pendidikan pun kembali seperti normal di daerah Pakem. Informasi lebih lanjut, hubungi :
Ranto/ Sekertaris Desa Kelurahan Glagaharjo, Hp : 08161471649
3. Yogyakarta :
Kondisi Merapi masih dinyatakan "awas" karena frekuensi erupsi dinilai masih tinggi. Pada Pukul 08.30 wib asap cendawan muncul dan megaraj ke Gunung Kendil. Awan panas juga masih meluncur ke ketiga aliran sungai yaitu Gendol, Krasak, dan Boyong. Gempa vulkanik dangkal terjadi sekitar 20 kali. Secara visual, Merapi tertutup kabut tebak, lava masih keluar, asap solfatara cukup tinggi. Sehingga penduduk diminta tetap berada di pengungsian di Cangkringan, Umbulharjo, Kepuharjo. Relawan yang berada di lapangan : Satgana, Departemen Sosial Yogyakarta, Merah Putih, Arta Graha, Pramuka Peduli, Mercy Corps. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi :
Koko/Pramuka Peduli : 08164895250
4. Yogyakarta :
Diadakan pertemuan antara BPPT, Pengairan, Yayasan Tanggul Bencana Indonesia, SABUK Center, Pekerja Kemanusiaan Indonesia, dan lain-lain untuk membahas :
* Inisasi untuk merespon kekurangan air di daerah atas (sekitar Merapi) seperti Umbulanang dan Umbulharjo karena air tidak hanya digunakan untuk manusia tapi juga hewan ternak yang menghidupi kebutuhan ekonomi warga. oleh karena itu kemungkinan akan dibuat kandang bersama yang berada di dekat sumbera air terdekat di wilayah bawah.
* Evaluasi kondisi Sabuk (bendungan penahan sedimen) untuk menahan lahar dingin, diusulkan daripada membangun sabuk baru lebih baik dilakukan pengerukan sabuk lama.
* Kemungkinan mengalirkan lahar secara terprogram ke endapan piroklastik sehingga menjadi lahar yaitu dengan menggunakan hujan buatan sedikit demi sedikit.
5. Pos Pengamatan Gunung Merapi (PPGM) Kaliurang :
Untuk kondisi 20 juni 2006 dari Pukul 00.00 sampai dengan 06.00 wib : munculnya asap berwarna putih tebal setinggi 350 meter, awan panas yang mengarah ke Kali Gendol sebanyak empat kali dengan jarak luncur tiga setengah kilometer, guguran lava mengarah ke Kali Krasak sebanyak satu kali, mengarah ke kali Gnedol sebanyak dua kali dengan jarak luncur satu kilometer, gempa mp terjadi 27 kali, gempa guguran lava tujuh kali, dan awan panas terjadi empat kali.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi :
Panut/staf PPGM Kaliurang, Tlp : 0274-895209
6. Kali Gendol
Terjadi awan panas cukup besar sebanyak tiga kali pada pukul 10.00 wib mengarah ke Kali Gendol (selatan merapi) dengan jarak luncur antara empat sampai dengan empat setengah kilometer. Hujan abu terjadi di wilayah barat yaitu sekitar Magelang, Srumbung, Duku. Stok air dibantu oleh PDAM dan Spain Red Cross, untuk Kali Adem aliran air terputus. Saat ini warga terjangkit ISPA dan gatal-gatal akibat terkena debu. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi :
Nur/warga Gendol, Hp : 081804048283


Post new comment