You are hereInfo Terkini Gempa Pangandaran, Merapi dan Berita Lainnya, Senin, 31 Juli 2006 (15.00 WIB)

Info Terkini Gempa Pangandaran, Merapi dan Berita Lainnya, Senin, 31 Juli 2006 (15.00 WIB)


By djuni - Posted on 30 January 2009

Senin, 31 Juli 2006, 15:40 WIB
Info Terkini Gempa Pangandaran, Merapi dan Berita Lainnya, Senin, 31 Juli 2006 (15.00 WIB)

Gempa di Nias, Sumatera Utara

1. Laporan dari Website Geofon (geofon.gfz-potsdam.de)
Hari ini terjadi gempa tektonik di Daerah SumateraUtara pada pukul 09.28 dengan kekuatan gempa mencapai 5.2 SR.
2. Website USGS (www.usgs.gov)
Gempa tektonik terjadi pukul 09.28 di Nias Sumatera Utara dengan kekuatan gempa 5.7 SR pada kedalaman 30 km bawah laut. Gempa terletak 270 km dari kota Medan, Sumatera Utara.
3. Palang Merah Indonesia Nias
Gempa hari ini tidak begitu terasa di Nias, hanya gempa kemarin (29/7) pukul 08.00 diperkirakan kekuatan gempa 5.3 SR. Masyarakat sempat panik ketika terjadi gempa, dan mereka tetap bersiaga apabila terjadi gempa susulan namun tidak ada warga yang mengungsi. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi : SB Hareva/PMI Gunung Sitoli, Nias : 081533279515

Informasi Paska Tsunami di Pangandaran dan sekitarnya

1. Desa Batu Hiu, Kecamatan Parigi, Pangandaran :
Wilayah ini berada 12 km dari Pangandaran, jumlah korban yang tewas akibat tsunami berjumlah 18 orang, yang dirawat 15 orang di Rumah Sakit Banjar dan Rumah Sakit Pangandaran, jumlah rumah yang rusak berat 72 bangunan, warga mengungsi di depan Bali desa Ciliang dengan mendirikan tenda berjumlah 72 tenda. Bantuan yang telah masuk logistik yang mencukupi. Bantuan yang dibutuhkan : perehaban bangunan, dan kebanyakan warga kesulitan membeli minyak tanah. Bayi yang selamat setelah terseret tsunami saat ini dirawat dirumah kediaman Bapak Anda. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi : Anda/ warga Batu Hiu : 085223136607

2. Pedukuhan Batu Hiu, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Ciamis
Warga mendirikan tenda di bekas rumah mereka, bantuan saat ini disalurkan langsung ke keluarga korban sedangkan posko hanya memberikan data warga yang membutuhkan,. Kebutuhan listrik dan air bersih telah mencukupi, dan dapur umum telah didirikan untuk memenuhi kebutuhan pangan warga. Permasalahan saat ini yaitu tidak tersedianya MCK, dan kekurangan tenda-tenda darurat. Tenda yang dikirimkan ke tempat ini berasal dari tenda-tenda pengungsi Merapi dan tsunami Aceh yang tidak digunakan lagi, selain itu banyak wanita dan anak-anak yang menderita batuk karena debu akibat musim kemarau. Saat ini sedang diupayakan memberikan healing proces kepada warga dan juga anak-anak agar berani masuk sekolah lagi. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi : Dede/relawan Bulak Laut : 08156002555

Informasi Merapi Terkini

1. Pos Pengamatan Gunung Merapi (PPGM) Kaliurang
Laporan Merapi tanggal 31 Juli 2006 pukul 00.00 sampai dengan 06.00 wib :
Status Merapi masih siaga, asap solfatara putih tebal bertekanan lemah masih terlihat dengan ketinggian maksimal 200 m terlihat dari pos Jrakah. Data seismogrph menunjukan : guguran lava terjadi 15 kali mengarah ke Kali Gendol, gempa mp terjadi 3 kali, dan gempa tektonik 1 kali. Aktivitas gunung Merapi didominasi gempa guguran, dan guguran lava pijar masih terjadi, sedangkan energi guguran semakin menurun. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi : Panut/Staf PPGM : 0274-895209
2. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK)
Laporan Merapi tanggal 31 Juli 2006 pukul 00.00 sampai dengan 06.00 wib :
Asap solfatara berwarna putih tebal bertekanan lemah dengan tinggi 150 m, gugural lava pijar terjadi 36 kali mengarak ke Kali Genol dengan jarak luncur 2 km. Berdasarkan laporan seismogrph : terjadi 138 kali gempa guguran, gempa tektonik 4 kali. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi : 0274-514180

Paska Gempa Yogyakarta dan Jawa Tengah

Dusun Piranti, Desa Pundong, Kabupaten Bantul :
jumlah warga di dusun ini 245 KK dan sebagian masih tinggal di tenda. Saat ini warga sedang tahap rekonstruksi bangunan dengan menggunakan kayu bekas dan sangat membutuhkan atap, juga bantuan logistik yang menipis. Bantuan living cost telah didistribusikan sebulan yang lalu dan belum ada kejelasan mengenai bantuan tahap kedua. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi : Wantoro/Kepala Dusun Piranti : 08179440507

Berita Lainnya

Bencana Asap :
Pekanbaru; kebakaran lahan dan hutan di Riau kini merambah kawasan hutan lindung. Akibatnya, Provinsi Riau kini merambah kawasan hutan lindung. Akibatnya, Provinsi Riau ditetapkan berstatus siaga bencana asap. Data terakhit dari Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapeldalda) Riau menunjukan 1.500 hektar kawasan hutan lindung Mahato, Rokan Hulu, dan Taman Nasional Tesso Nilo yang termasuk Kabupaten Pelalawan, Kampar, dan Indragiri Hulu kini turut jadi sasaran penjarahan dan pembakaran lahan. Selama sepenkan ini, sebanyak 10 regu pemadam kebakaran provinsi dibantu perusahan-perusahaan besar di Riau dan instansi terkait telah turun memimpin penertiban kegiatan pembakaran lahan di sedikitnya delapan kabupaten. Mereka juga didukung aktivitas pelestarian lingkungan. Sementara itu kondisi Kota Pekanbaru dan kawasan sekitarnya, seperti Rumbai dan Minas, Sabtu kemarin relatif bersih dari sebruan asap. Sabtu pagi asap tetap ada, tetap ada, tetapi telah menipis dan jarak pandang telah normal kembali. Namun, semakin siang asap kembali menyelimuti. Suasana kelabu ini diperpaah dengan tertutupnya matahri oleh mendung. Menurut pemantauan Bapeldalda Riau, adah angin kini berembus dari utara ke arah Kota Pekanbaru. Oleh karena itu, diperkirakan pada hari Minggu ini dan beberapa hari ke depan ibu kota provinsi akan diserbu asap lagi. (Kompas, 30 Juli 2006).

Semburan Gas :
Bojonegoro; salah satu sumur milik PetroChina di Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, menyemburkan gas ke permukaan selama sekitar lima jam, Sabtu (29/7) sedikitnya 2.672 warga di sekitar lokasi mengungsi dari rumah mereka. Semburan gas dari dalam sumur ke permukaan, yang biasa disebut blow out, berlangsung pukul 00.15. lalu gas itu dialirkan ke tempat pembakaran (burned pit) untuk dibakar. Tujuannya agar Hidrokarbon tidak menyebar luas ke udara karena mudah terbakar. Berdasarkna pemantauan, api berkobar dari tempat pembakran dibarengi asap putih yang bergulung ke atas. Asap putih ini membubung setinggi sektiar 50 mter. Kobaran api dan semburan gas tersebut disertai dengan suara bergemuruh seperti suara jet, dan terdengar hingga radius sekitar 500 meter. Kobaran api dan smburan gas mulai surut sekitar pukul 04.00, sebelum akhinya padam pada pukul 05.00. akibat semburan gas dan kobaran api tersebut, ratusan warga di sekitar lokasi langsung berhamburan ke luar rumah untuk mengungsi. Warga tersebut meliputi warga Desa Campurejo di Kecamatan Bojonegoro serta Desa Ngampel dan Sambiroto di Kecamatan Kapas. Lokai Sumur Sukowati dikeliligi areal persawahan. Kawasan perumahan warga terdekat jaraknya sekitar 100 meter. Ledakan tidak sampai menyebabkan kebakaran yang meluas karena gas yang keluarberhasil disalurkan ke flare (tempat pembakaran). Selanjutnya gas tersebut diinjeksi dengan air dan lumpur. Kebakaran berhasil diatasi sekitar pukul 05.00. (Kompas, 30 Juli 2006)
Pasca Tsunami
Purbalingga; Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberi bantuan Rp. 9.000 perhari per keluarga nelayan korban tsunami, untuk astu bulan ke depan. Bantuan diberikan kepada 3.275 keluarga nelayan di Kabupaten Purworejo, Kebumen dan Cilacap. Wakil Gunernur Jateng Ali Mufiz mengemukakan itu seusai menghadiri peringatan ulang tahun ke 44 Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Jateng. Ali Mufiz mengukapkan bentuan Rp. 9.000 per keluarga salama satu bulan bukanlah bantuan jatah hidup (jadup). Dana itu merupakan bentuk kepedulian Pemprov Jateng, terhadap kesulitan yang dihadapi nelayan akibat bencana alam gelombang tsunami pada 17 Juli lalu. Di Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, ribuan personel Tnetara Nasioanl Indonesia mulai Sabtu ditarik dari wilayah itu dan sekitarnya. Panglima Daerah Militer III/Siliwangi Mayor Jendral TNI Sriyanto menyatakan melihat situasi saat ini, Pasukan infantri perlu menunggu hingga 31 Juli (berakhirnya masa tanggap darurat) dan sampai saat ini dua batlyon sudah ditarik dan satu batalyon hari ini. (Kompas, 30 Juli 2006)
Gunung Berapi :
Manado; sampai saat ini ribuan warga tiga kecamatan di Kabupaten Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut), yang mengungsi karena khawatir meletusnya Gunung Karangetang sudah kembali kerumahnya masing-masing. Aktivitas Gunung Karangetang mulai menunjukkan penurunan, namun kepulan asap masih terlihat dari kawah. Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Harry Sarundjang meminta warga tidak panik serta menyarankan sebaiknya warga kembali ke pengungsian bila malam hari, sebab dikhawatirkan warga tertidur lelap di rumah saat bencana datang. Menurut kasubid Pengamatan Bunung Api Badan Meteoroloi dan Geofisika (BMG) Hendrorasto, Gunung Karangetang masih terdapat guguran lava serta kepulan asap. Ketinggian asap dari kepundan gunung berada pada ketinggian sekitar 300 meter dan cendrung bertiup ke arah timur gunung. Gunung Karangetang yang ditetapkan statusnya awas pada 25 Juli lalu, beberapa hari ini menunjukkan aktivitas dengan memuntahkan lava pijar dan mengalir menjadi lahar panas ke sunga Beha, Kahetang, dan Sungai Bebali. (Media Indonesia, 30 Juli 2006)

Sumbangan dana untuk korban bencana dapat dikirimkan ke Rekening MPBI dan akan disalurkan ke pihak yang berhak :
025-0100220-00-8 (rekening rupiah)
025-02-00445-00-3 (rekening dollar)

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
7 + 1 =
Solve this simple math problem and enter the result. E.g. for 1+3, enter 4.