"rasa aman dan terlindungi dari bencana adalah hak asasi rakyat"


Pelatihan Dasar Akuntabilitas Kemanusiaan (Yogyakarta, 8-10 Januari 2013)

MPBI bekerjasama dengan YAKKUM Emergency Unit akan menyelenggarakan "Pelatihan Dasar Akuntabilitas Kemanusiaan", Mitra latih adalah pekerja kemanusiaan yang dikirim oleh lembaga kemanusiaan yang berminat mengadopsi akuntabilitas kemanusiaan sejumlah maksimal 20 orang. Mitra mengirimkan formulir pendaftaran pelatihan selambatnya tanggal 14 Desember 2012 ke panitia penyelenggara.

Pelatihan ini didampingi prosesnya oleh tim pendamping yang bersertifikasi Pelatih Sphere, yaitu:

Pelatihan Dasar Akuntabilitas Kemanusiaan, 4-6 Desember 2012 di Yogyakarta

Dengan hormat,
Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI) bersama dengan YAKKUM Emergency Unit akan menyelenggarakan kegiatan “Pelatihan Dasar Akuntabilitas Kemanusiaan”, yang akan dilaksanakan pada 4 – 6 Desember 2012 di Yogyakarta.

Yang diharapkan terlibat dalam kegiatan adalah pekerja kemanusiaan yang dikirim oleh lembaga kemanusiaan yang berminat mengadopsi akuntabilitas kemanusiaan sejumlah maksimal 30 orang.

Melalui surat ini, kami mengundang lembaga Bapak/Ibu untuk ikut berpartisipasi dalam mengikuti/mengirimkan peserta untuk pelatihan ini. Untuk informasi lebih rinci silakan menghubungi :
YAKKUM Emergency Unit
Sdr Ratna Susi (YEU)
HP : 0838 4027 0805
Email : yeutrainingcenter@yahoo.co.id

Besar harapan kami dapat menerima konfirmasi partisipasi Bapak/Ibu untuk undangan ini dan pembayaran investasi selambatnya hari Selasa, 27 November jam 12:00

_________________________________________________
TOR
Pelatihan Dasar Akuntabilitas Kemanusiaan
Yogyakarta, 4-6 Desember 2012

1. Latarbelakang
Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik dunia, memiliki lebih dari 128 gunung berapi aktif, dan sekitar 150 sungai, baik besar maupun kecil, yang melintasi wilayah padat penduduk. (http://www.bnpb.go.id/website/asp/content.asp?id=30) Posisi geografis ini mengakibatkan Indonesia akrab dengan kejadian beragam bencana, sampai mendapat julukan supermarket bencana. Kejadian beragam bencana ini telah mengajarkan kepada masyarakat dan pemerintah Indonesia untuk mengurangi kerentanan terhadap ancaman dan dampak bencana serta meningkatkan kemampuan mengurangi dan mengelola ancaman serta kesiapsiagaan. Pemerintah Indonesia sudah mensahkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, Peraturan-peraturan Pemerintah No. 21, 22, 23 Tahun 2008 serta beragam peraturan turunannya. Peraturan itu diikuti dengan pembentukan badan penanggulangan bencana di tingkat nasional dan daerah, serta program-program dan pengembangan kapasitasnya.

Laporan Kebencanaan Dunia 2011 mencatat meningkatkan krisis akibat kelaparan dan kurang gizi. Petani kecil yang menghasilkan setengah hasil pangan dunia termasuk dalam 1 milyar orang yang pergi tidur dalam keadaan lapar setiap malamnya. Jutaan anak menderita akibat menetap kurang gizi. Meningkatnya kerawanan pangan melemahkan ketangguhan masyarakat terhadap bencana dan penyakit. Kerawanan ini mengakibatkan orang mengalami peningkatan harga bahan pangan yang gila-gilaan. (http://www.ifrc.org/publications-and-reports/world-disasters-report/wdr2...). Dalam menanggapi situasi kebencanaan dan kematian sia-sia akibat bencana telah banyak inisiatif berbasis hak dan mutu layanan telah dikembangkan, antara lain Piagam Kemanusiaan dan Standar-standar Minimum dalam Respons Kemanusiaan Proyek Sphere, Standar Minimum dalam Pendidikan: Kesiapsiagaan, Respons dan Pemulihan INEE, Panduan dan Standar Minimum Layanan Ternak dalam Situasi Darurat LEGS, Standar Minimum Pemulihan Ekonomi Setelah Krisis SEEP dan Kemitraan Akuntabilitas Kemanusiaan HAP.

Kegiatan ini diberi nama Pelatihan Dasar Akuntabilitas Kemanusiaan. Pelatihan ini terdiri dari 3 tahapan, yaitu pra-pelatihan, saat pelatihan dan pasca-pelatihan. Pada saat pra-pelatihan merupakan persiapan mitra sebelum mengikuti pelatihan. Saat pelatihan merupakan proses belajar dan kerja bersama mitra lain didampingi oleh pendamping pelatihan. Pasca-pelatihan merupakan proses menyelesaikan tugas akhir pribadi atau bersama.

2. Tujuan umum
Meningkatkan kapasitas personel dan lembaga kemanusiaan dalam memastikan akuntabilitas penanggulangan bencana

2.3 Tujuan khusus
Pada akhir pelatihan ini mitra sudah:
• Semakin akrab dengan istilah yang digunakan dalam akuntabilitas kemanusiaan
• Semakin mengenali tolok ukur, persyaratan dan alat pembuktian akuntabilitas kemanusiaan
• Semakin mengenali akuntabilitas kemanusiaan versi Indonesia
• Terdorong mengadopsi akuntabilitas kemanusiaan dalam sistem dan prosedur lembaga

2.3 Hasil yang diharapkan pada tiap tahapan pelatihan
• Pra-pelatihan: pemahaman situasi dan kondisi wilayah, pemahaman kebijakan, peraturan dan perundang-undangan yang berlaku berkaitan dengan akuntabilitas kemanusiaan dalam respons kemanusiaan, pemangku kepentingan yang ada di wilayah yang merujuk pekerjaannya pada akuntabilitas kemanusiaan
• Saat-pelatihan: pemahaman istilah, prinsip, tolok ukur, persyaratan dan alat pembuktian akuntabilitas kemanusiaan
• Pasca-pelatihan: rancangan adopsi akuntabilitas kemanusiaan dalam sistem dan prosedur lembaga

3. Waktu dan Tempat
Pelatihan akan diselenggarakan dari hari Selasa, tanggal 4 Desember 2012 jam 08:30 WIB s/d hari Kamis, tanggal 6 Desember 2012 jam 17:00 WIB di Disaster Oasis Training Center, Jl. Kaliurang KM 21,5 dsn Purworejo, Hargobinangun, Pakem Sleman – Yogyakarta. Telp +62 274 897110.

4. Mitra latih
Mitra latih adalah pekerja kemanusiaan yang dikirim oleh lembaga kemanusiaan yang berminat mengadopsi akuntabilitas kemanusiaan sejumlah maksimal 30 orang. Mitra mengirimkan formulir pendaftaran pelatihan selambatnya tanggal 27 November 2012 ke panitia penyelenggara.

5. Metoda pelatihan

Pelatihan terdiri dari 3 bagian kegiatan yaitu:
5.1 Pra-pelatihan
Selama masa persiapan pelatihan, mitra melakukan self-study, observasi, wawancara, pengumpulan data lapangan untuk melengkapi tugas yang disyaratkan dalam formulir pendaftaran.

5.2 Pelatihan
Selama pelatihan, mitra akan berlatih dengan metoda presentasi singkat, buzz-group, diskusi, brainstorming, latihan, dinamika kelompok, menyaksikan tayangan film, kerja kelompok dan peragaan.

Setiap peserta pelatihan ini akan dibekali dengan Buku Akuntabilitas Kemanusiaan. Buku pedoman ini dalam Bahasa Indonesia.

5.3 Pasca-pelatihan
Selama pasca-pelatihan, mitra menyelesaikan rancangan yang sudah dibuat selama kegiatan pelatihan dan berkonsultasi dengan pendamping pelatihan dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan.

6. Pendamping
Pelatihan ini didampingi prosesnya oleh tim pendamping yang bersertifikasi Pelatih Sphere, yaitu:

6.1 Dr. H. Iskandar Leman MDM – konsultan lepas penanggulangan bencana. Dia berpengalaman dalam melatih ribuan pekerja penanggulangan bencana, pekerja sosial, mahasiswa, aktivis LSM dan siswa selama 30 tahun untuk beragam bentuk dan jenis pelatihan. Dia memiliki sertifikat Pelatih Humanitarian Accountability Partnership dari HAP Geneva. Dia pernah mengikuti pelatihan Akuntabilitas Kemanusiaan yang diselenggarakan oleh PIRAC dan HFI. Dapat dikontak melalui hleman@yahoo.com atau +62 816 922 375

6.2 Dita Novirani adalah Manajer Informasi dan Komunikasi dan Accountability Focal Point di YAKKUM Emergency Unit yang merupakan anggota pertama HAP International di Indonesia. Dia berpengalaman dalam melatih pekerja penanggulangan bencana terhadap prinsip akuntabilitas HAP dan pelaksanaannya di lapangan. Dia telah memperoleh pelatihan prinsip akuntabilitas oleh Christian Aid UK. Dia memiliki sertifikat Pembuatan Mekanisme Penanganan Pengaduan dari HAP Geneva. Dapat dihubungi melalui dita.novirani@gmail.com atau +62 274 882477
6.3 Ranie Hapsari adalah Staf Program dan Focal Point Akuntabilitas di YAKKUM Emergency Unit. Dia berpengalaman dalam mengawal pelaksanaan prinsip akuntabilitas HAP di lapangan. Dia telah memperoleh pelatihan prinsip HAP dari Christian Aid UK dan pelatihan akuntabilitas kemanusiaan yang diselenggarakan PIRAC dan HFI. Dapat dikontak melalui azhima_rn@yahoo.co.id atau +62 274 882477

7. Bahan dan sertifikat
Bahan pelatihan akan diberikan dalam bentuk elektronis pada saat pendaftaran bagi mereka yang kesulitan mengunduh dokumen. Peserta dianjurkan untuk membawa serta laptop/computer pribadi sendiri.

Sertifikat pelatihan hanya akan diberikan pada mitra yang mengikuti kegiatan pra-pelatihan, pelatihan dan pasca-pelatihan.

8. Panitia penyelenggara
Kegiatan ini diselenggarakan oleh YAKKUM Emergency Unit bersama Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI)

Kontak:
Ratna Susi
YAKKUM Emergency Unit
Email : yeutrainingcenter@yahoo.co.id
Mobilephone: 0838 4027 0805

9. Kontribusi
Kontribusi pelatihan ini membiayai:
1. Akomodasi masing-masing peserta;
2. Konsumsi selama pelatihan berlangsung;
3. Uang saku tim fasilitator;
4. Biaya terkait lainnya.

Mitra latih diharapkan berkontribusi minimal sebanyak Rp 2.650.000,- (#dua juta enam ratus lima puluh ribu rupiah#).
Kontribusi pelatihan dikirim selambatnya tanggal 27 November 2012, ke rekening:

Nama rekening: Yakkum Emergency Unit
Bank: Niaga Cab Jenderal Sudirman Yogyakarta
No. Rekening 018.0100 52 5001

Tanda bukti transfer agar disampaikan kepada panitia penyelenggara.

10. Bahasa
Selama pelatihan digunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar.

Rekomendasi KN PRBBK VIII (Kupang 5-8 September 2012)

Konferensi Nasional Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Komunitas VIII
Kupang, 5 – 8 September 2012

Latar Belakang