You are hereBanjir
Banjir
Puluhan Wilayah Sumatera Barat Terancam Banjir dan Longsor April Ini
Puluhan Wilayah Sumatera Barat Terancam Banjir dan Longsor April Ini
Jum'at, 09 April 2010 | 10:28 WIB
TEMPO Interaktif, Padang - Sembilan kecamatan di Sumatera Barat berpotensi banjir bandang dan 43 kecamatan lainnya berpotensi terjadinya gerakan tanah menengah hingga tinggi yang bisa menyebabkan longsor pada April ini.
Kesembilan kecamatan itu enam di Padangpariaman, yaitu Sungai Limau, Sungai Garingging, V Koto Kampung Dalam, Lubuk Alung, VII Koto Bagian Utara, dan Batang Anai. Tiga lainnya di Kabupaten Agam, yaitu IV Angkat Candung, Banuhampu Sungai Puar, dan Lubuk Basung.
Banjir Bandang Tapsel Akibat Ilegal Logging
Banjir Bandang Tapsel Akibat Ilegal Logging
08:53 | Friday, 9 April 2010
MEDAN-Gubsu Syamsul Arifin SE berpendapat, banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu di Kecamatan Sayurmatinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan, terjadi karena maraknya praktek ilegal loggging di daerah itu.
“Bencana datang biasanya disebabkan beberapa faktor. Untuk banjir bandang di Tapsel, kemungkinan besar dipengaruhi faktor lingkungan yakni kerusakan lingkungan yang terjadi,” kata Syamsul saat meresmikan Radar Cuaca dan Kalibrasi di Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah 1 Sumut Jalan Ngumban Surbakti Medan, Kamis (8/4).
Floods claim two lives in Pasuruan
Tuesday, February 2, 2010 10:41 AM
Floods claim two lives in Pasuruan
The Jakarta Post , Jakarta | Sat, 01/09/2010 10:05 PM | National
At least two people were killed as floods hit the East Java town of Pasuruan on Saturday.
Local media reported the two people were swept away by the raging river that flows through Pandaan district, one of the three areas hit hardest by the disaster. The dead victims have remained unidentified as of Saturday evening.
Banjir di Rancaekek, Bandung, Jawa Barat
Banjir di Rancaekek, Bandung, Jawa Barat
Senin, 01 Februari 2010 14:34
Sejak tanggal 27 Januari 2010 terjadi banjir di 4 desa (Desa Linggar, Desa Sukamulya, Desa Jelegong, dan Desa Bojongloa) di Kec. Rancaekek, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat.
Tidak ada korban meninggal dunia, luka-luka maupun pengungsian. Pasien yang dirawat jalan di Pos Kesehatan sebanyak 399 orang. Persentase penyakit potensial KLB yaitu sebagai berikut : Dermatitis (28,07%), ISPA (14,29%), Diare (5,26%) dan Conjungtivitis (3,01%).
Pembelajaran dari Bencana Situ Gintung
MPBI News, Jakarta
Apa yang bisa dipelajari dari kasus bencana jebolnya Bendungan Situ Gintung? Komponen-komponen kerentanan apakah yang menyebabkan bencana itu terjadi? Bagaimana sebaiknya langkah yang kita pilih agar peristiwa tersebut tidak terulang di bendungan lain? Itulah pertanyaan-pertanyaan utama yang diajukan dalam acara “Lokakarya Sehari Uji Implementasi Kebijakan Penanggulangan Bencana di Indonesia, Studi Kasus Situ Gintung: Hak Perlindungan Masyarakat terhadap Bencana” pada tanggal 30 April 2009 di Sekretariat Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI). Acara yang dilaksanakan oleh MPBI ini dihadiri oleh 20 orang peserta dari unsur pemerintah, LSM nasional/lokal, LSM internasional, perguruan tinggi dan media massa.
Pembelajaran dari Bencana Situ Gintung
MPBI News, Jakarta
FGD Pengurangan Risiko Banjir di Jabodetabek
MPBI News, Jakarta Karakteristik perkotaan DKI Jakarta telah berkontribusi dalam kejadian banjir di kota ini. Kenyataan dengan adanya sekitar 12 juta penduduk tinggal di Jakarta, karakteristik geografis tanah, serta jumlah penghuni daerah kumuh yang tinggi di sepanjang tepi sungai atau di daerah pemukiman yang padat adalah contoh dari masalah rumit yang dihadapi oleh pemerintah daerah. Ditambah dengan masalah perubahan iklim yang memperburuk situasi, dirasakan adanya kebutuhan untuk mendiskusikan serta melakukan tindakan secara menyeluruh dan simultan yang melibatkan pemerintah dan masyarakat dengan dukungan sumber daya dari berbagai pihak.
