You are hereGempa

Gempa


Sekolah Darurat Tenda Biru itu Masih Berdiri

Sekolah Darurat Tenda Biru  itu Masih Berdiri
Oleh: Yuriansyah– LP2DER

Setahun berlalu sejak gempa di wilayah Nipa, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima, November 2009. Namun tidak ada perubahan apa pun bagi SDN Dana Bura, Nipa.  Gedung sekolah itu masih tetap rusak  parah sisa gempa berkekuatan 6,8 SR itu.

Kegiatan belajar mengajar sekitar 113 murid sekolah itu juga masih dilakukan di tenda darurat berwarna biru. Seperti setahun lalu paska gempa. Satu-satunya yang membedakan tenda darurat sekolah ini dengan kondisi paska gempa adalah tenda ini telah dilengkapi bilik hasil urunan orang tua murid. Atapnya juga tidak lagi terpal melainkan anyaman daun kelapa. Semuanya adalah hasil urunan orang tua murid dan bantuan dari LP2ER sebuah LSM Lokal yang peduli pada pengurangan risiko  bencana.

Tanggapan Hasil Kajian Tanggap Darurat Gempa Bumi Sumbar 2009, Padang 27 September 2010

Tanggapan terhadap Hasil Kajian dan Pembelajaran Penanganan Masa Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Sumbar 2009

MPBI News, Padang, 27/9/2010
Provinsi Sumatera Barat (Prov. Sumbar) diguncang gempa pada tanggal 30 September 2009 lalu. Di tingkat provinsi penanganan tanggap darurat gempa dilakukan oleh Satuan Koordinasi Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satkorlak PB) Prov. Sumbar dan khususnya dilaksanakan oleh Badan Kesatuan Kebangsaan dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbanglinmas) Prov. Sumbar. “Kesulitan yang dihadapi oleh Bakesbanglinmas Sumbar adalah ketika dana ada tapi aturan pendukungnya tidak ada, sehingga hal itu menjadi kendala. Hambatan yang lain dalam hal koordinasi dan tidak adanya SOP, “demikian dikatakan oleh wakil Bakesbanglinmas Prov. Sumbar, Hardison Bahar dalam acara “FGD Hasil Kajian dan Pembelajaran Penanganan Masa Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Sumbar 2009” pada tanggal 27 September 2010 di Hotel Mariani, Padang. Acara ini diikuti oleh 25 orang dari berbagai latar belakang, seperti wakil pemerintah (Prov. Sumbar, Kota Padang, Agam dan Padang Pariaman), LSM serta wakil masyarakat.

FGD Hasil Kajian Tanggap Darurat Bencana Gempa Sumbar 2009, Padang 27 September 2010

FGD Hasil Kajian dan Pembelajaran Penanganan Masa Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Sumbar 2009

MPBI News, Padang, 27/9/2010
Provinsi Sumatera Barat (Prov. Sumbar) diguncang gempa pada tanggal 30 September 2009 lalu. Gempa  berkekuatan 7,6 SR itu menyebabkan kerusakan luar biasa. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban meninggal mencapai 1.195 jiwa dan yang terluka mencapai 1.789 orang. Bangunan-bangunan yang hancur mencapai 119.005 rumah,  4.607 pusat pendidikan, dan 395 rumah sakit. Total kerugian material akibat gempa tersebut sebanyak Rp. 4.815.477.418.250,- (Empat trilyun delapan ratus lima belas milyar empat ratus tujuh puluh tujuh juta empat ratus delapan belas ribu dua ratus lima puluh rupiah).

Sumatra Quake Leaves Billions in Damages for Aceh’s Weary Residents

April 08, 2010
Sumatra Quake Leaves Billions in Damages for Aceh’s Weary Residents

Banda Aceh. A day after a powerful 7.2-magnitude earthquake shook Sumatra Island, Aceh is starting to count the costs.

Though no one was killed in Wednesday’s quake, the strongest since the temblor that triggered the devastating 2004 Indian Ocean tsunami that killed as many as 170,000 people in the region, districts are reporting billions of rupiah in damages.

Hundreds of houses, mosques and other buildings in four villages in Aceh Singkil district, located about 500 kilometers southeast of the provincial capital, reportedly sank by at least a meter.

Gempa Masih Mengancam

Gempa Masih Mengancam
09:30 | Friday, 9 April 2010

Gempa Masih Mengancam, HINDARI DAMPAK GEMPA: Sejumlah pasien dirawat di luar rumah sakit di Sinabang ketika serangkaian gempa mengguncang Pulau Simeulue, Rabu (7/8) lalu. // AFP PHOTOHINDARI DAMPAK GEMPA: Sejumlah pasien dirawat di luar rumah sakit di Sinabang ketika serangkaian gempa mengguncang Pulau Simeulue, Rabu (7/8) lalu. // AFP PHOTO

Listrik Sumut Pulih Dua Hari Lagi

MEDAN- Gempa di Sinabang dan rangkaian gempa susulannya, kemarin (7/4) membuat banyak pihak was-was terhadap kemungkinan datangnya gempa yang lebih besar.

Menjawab hal itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG),  Dr Ir Sri Woro Budiarti Budiati Harijono MSc menegaskan, gempa seperti di Sinabang tidak bisa diprediksi.

No accurate prediction of disaster, says expert

No accurate prediction of disaster, says expert
Tue, Feb 02, 2010
New Straits Times
   
Earthquakes cannot be predicted with accuracy and certainty. Geophysics and Tsunami Department director Dr Mohd Rosaidi Che Abas says, however, that seismic agencies around the world are able to compile statistical estimates and probabilities of an earthquakes based on past records.

How does Haiti differ from post-tsunami Aceh?

Page last updated at 17:14 GMT, Tuesday, 26 January 2010
How does Haiti differ from post-tsunami Aceh?

The last international disaster on the scale of the January earthquake in Haiti was the tsunami that devastated coastlines across Asia in 2004. The death toll in the territory of Aceh in Indonesia was similar to that in the Haitian capital, Port-au-Prince.

The BBC's International Development Correspondent David Loyn, who reported from both towns, looks at the differences in the international response.

What’s quaking, what’s shaking?

What’s quaking, what’s shaking?
By Jerry Mazza
Online Journal Associate Editor
Feb 2, 2010, 00:25

An article by Holly Deyo on rense.com raises the question Did An 8.6 Quake Hit China? Her lede reads, “Something occurred in China yesterday [January 27, 2010], something that may have been a magnitude 8.6 quake.’

She went to say, “We don’t know what happened yesterday but two seismic monitoring stations some 1,300 miles apart both reported an 8.6 earthquake in China. Maybe it was a weapons test.” Whose weapons, theirs or ours? “Dirty boys with dirty toys,” as someone commented who sent me this report.

Fasilitator Rekonstruksi Rumah Korban Gempa Mulai Bekerja

Fasilitator Rekonstruksi Rumah Korban Gempa Mulai Bekerja
Selasa, 02 Februari 2010 | 12:41 WIB

TEMPO Interaktif, Bandung - Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf melepas 982 fasilitator yang akan mendampingi rekonstruksi rumah warga korban gempa 2 September 2009. "Setiap satu orang fasilitator mengawasi 10 Kelompok Masyarakat," katanya usai seremoni pelepasan itu di halaman Gedung Sate Bandung, Selasa (2/2).

Perbaikan Bangunan Publik Korban Gempa Tanpa Pengawasan

Perbaikan Bangunan Publik Korban Gempa Tanpa Pengawasan

Kamis, 28 Januari 2010 | 10:20 WIB

TEMPO Interaktif, Padang - Perbaikan bangunan publik yang rusak karena gempa 30 September lalu di Padang tanpa pengawasan pemerintah. Pemilik bangunan hotel, lembaga kursus, dan swalayan yang rusak karena gempa kini sedang memperbaiki sendiri bangunannya, bahkan ada yang sudah mulai beroperasi kembali.

Perbaikan Rumah Korban Gempa Sumatera Barat Dimulai Februari

Perbaikan Rumah Korban Gempa Sumatera Barat Dimulai Februari

Kamis, 28 Januari 2010 | 14:49 WIB

TEMPO Interaktif, Padang - Bantuan perbaikan rumah korban gempa di Sumatera Barat akan dimulai Februari mendatang. Dana pembangunan rumah berasal dari dana pemulihan dini dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk perbaikan rumah rusak berat dan rusak sedang senilai Rp 115,18 miliar.

Perbaikan Rumah Korban Gempa Padang Harus Diperkuat

Perbaikan Rumah Korban Gempa Padang Harus Diperkuat 

Senin, 01 Februari 2010 | 10:19 WIB

TEMPO Interaktif, Padang — Kawasan pesisir Padang, Sumatera Barat, rawan likuifaksi sehingga banyak bangunan yang rusak berat dan ambles hingga 30 centimeter ke dalam tanah saat gempa 30 September 2009 terjadi.

Likuifaksi adalah fenomena lapisan tanah pasir berubah menjadi cairan sehingga tak mampu menopang beban bangunan di dalam atau di atasnya.

Rapat Kerja Gubernur Jawa Barat dengan Wapres soal Penanganan Pasca Bencana

RAPAT KERJA GUBERNUR JAWA BARAT DENGAN WAPRES SOAL PENANGANAN PASCA BENCANA      
Friday, 29 January 2010 15:02

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan melakukan Rapat Kerja dengan Wakil Presiden Budiono dalam rangka membahas pelaksanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Gempa Bumi Jawa Barat. Hadir dalam rapat tersebut, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menteri Keuangan Srimulyani Indrawati, Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufrie, Bupati Bandung Obar Subarna, Bupati Garut Aceng Fikri, Bupati Cianjur Tjetjep M Soleh, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat Sigit Udjwalaprana dan Asisten III Kesra Pery Soeparman.

Out of Aceh's experience, hope for rebuilding Haiti

Out of Aceh's experience, hope for rebuilding Haiti
   
By Joachim von Amsberg
Friday, January 29, 2010

The official death toll of the recent earthquake in Haiti is more than 110,000. That tens of thousands more may have been killed puts this tragedy on par with that wrought by the tsunami that struck South Asia in December 2004, killing about 200,000 people and displacing more than half a million just in Indonesia's Aceh province. There are other parallels between these disasters. Haiti is a poor country long plagued by governance issues. Even though Indonesia is a well-functioning state, Aceh at that time had been ravaged by decades of conflict between the Indonesian government and Acehnese groups fighting for independence. Whatever government had existed in Aceh was severely diminished by the tsunami.

Gempa Tasikmalaya: Rehabilitasi Gempa Butuh Rp 1,3 Triliun

Gempa Tasikmalaya: Rehabilitasi Gempa Butuh Rp 1,3 Triliun
Syamsul tetap berharap anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi Gempa dibebankan ke APBN-P.

Kamis, 28 Januari 2010, 17:16 WIB
Arry Anggadha, Bayu Galih
Suasana Gempa di Tasikmalaya (ANTARA/ Aris Prasetya)

VIVAnews - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Ma'arif mengatakan Pemerintah membutuhkan dana sebesar Rp 1,3 triliun untuk rehabilitasi dan rekonstruksi korban gempa Jawa Barat, yang berpusat di Tasikmalaya awal September kemarin.

Dana itu baru digunakan untuk mengganti kerusakan rumah korban gempa, dan belum termasuk fasilitas umum dan infrastruktur umum.