You are herePengurangan Risiko Bencana

Pengurangan Risiko Bencana


Laporan Kondisi Kesukarelaan Dunia 2011: Nilai-nilai universal untuk kesejahteraan global

Laporan Kondisi Kesukarelaan Dunia 2011: Nilai-nilai universal untuk kesejahteraan global

The United Nations Volunteers (UNV) meluncurkan “Laporan Kondisi Kesukarelawanan Dunia 2011: Nilai-nilai universal untuk kesejahteraan global (State of the World’s Volunteerism Report 2011: Universal Values for Global Well-being)" pada tanggal 5 Desember 2011 New York, Amerika Serikat. Laporan ini diharapkan dapat meningkatkan pengakuan, fasilitasi, dan promosi jaringan di seluruh dunia kesukarelaan. Ini juga akan meningkatkan pengakuan atas peran penting dari UNV sebagai organisasi yang menetapkan standar dalam damai dan pembangunan, serta kesukarelaan, dalam sistem PBB.

Focus: “Do you want to be a man or a woman in the reincarnation?” A reflection on gender after disaster in Nias Island, Indonesia!

Focus: “Do you want to be a man or a woman in the reincarnation?” A reflection on gender after disaster in Nias Island, Indonesia!

Women ‘least prepared’ during disasters

Women ‘least prepared’ during disasters
Elly Burhaini Faizal, The Jakarta Post, Jakarta | Thu, 11/24/2011 8:00 AM

Women continue to make up the majority of victims of natural disasters but not enough is being done to empower women to better protect themselves when a crisis strikes.

Women, especially those who live in disaster-prone areas, may suffer disproportionately due to a profound ignorance of women’s needs in disaster preparedness and mitigation, activists say.

KOSLATA: Jambore Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Masyarakat

Jambore Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Masyarakat
16 Nopember 2011

Sepuluh Tim Siaga Bencana Desa (TSBD) yang beranggotakan minimum 10 orang warga berkumpul selama dua hari (15-16 Nopember 2011) di Dusun Buani, Desa Bentek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Sebanyak 10 desa, lima Sekolah Menengah Umum dan lima Madrasah Alawiyah berpartisipasi dalam Jambore ini. Pementasan Cupak Gurantang (pertunjukan teater rakyat tradisional), lomba pertolongan pertama, evakuasi dan merakit tandu serta seminar sehari.

Yayasan KOSLATA, mitra lokal Oxfam, telah menjalankan program pengurangan risiko bencana (PRB) sejak 2010 di 10 desa, di Kabupaten Lombok Utara, yang didukung oleh Pemerintah Australia melalui Kemitraan Australia-Indonesia.

Undangan Penulisan KN PRBBK VII: Pemulihan Pasca Bencana dengan pendekatan PRBBK

Konferensi Nasional Pengelolaan Risiko Bencana Berbasis Komunitas ke-7 (KN PRBBK VII)
“Pemulihan Pasca Bencana dengan pendekatan PRBBK”
Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 5 – 8 Desember 2011

Undangan Penulisan

Melembagakan pelaksanaan Konferensi Nasional Pengelolaan Risiko Bencana Berbasis Komunitas (PRBBK) menjadi perhelatan tahunan PRBBK di Indonesia, maka konferensi untuk tahun 2011 akan dilaksanakan pada tanggal 5 – 8 Desember 2011, di Yogyakarta. Tema khusus konferensi tahun ini adalah Pemulihan Berbasis Komunitas, akan mendukung tema umum sebagai mandat KN-PRBBK yakni Pelembagaan PRBBK. Untuk itu, Konferensi Nasional PRBBK 2011 mengundang anda, mengirimkan makalah untuk dipresentasikan dalam Diskusi Tematik Konferensi, dan/atau disertakan dalam prosiding Konferensi.

Unduh: Kerangka Acuan (Terms of Reference - TOR) Konferensi Nasional Pengelolaan Risiko Bencana Berbasis Komunitas VII.

Newsletter API Perubahan No. 3 Juli-September 2011

NEWSLETTER
API Perubahan
Adaptasi Perubahan Iklim dan Pengurangan Risiko Bencana untuk Ketahanan

No.3 Juli-September 2011

Editorial

Sebagai tindak lanjut terpilihnya kelurahan percontohan di Jakarta Barat dan Sumatera Barat, Tim API Perubahan bersama-sama dengan KPP dan unsur terkait di tingkat kelurahan telah membentuk Kelompok Kerja (Pokja) di Kedoya Utara, Jelambar Baru, Puluik Puluik dan Bungo Pasang.

Tahapan penting lainnya yang telah dilaksanakan adalah penyelenggaraan training workshop tentang Kajian Kerentanan dan Kapasitas / Vulnerability and Capacity Assessment yang difasilitasi oleh ISET dan Mercy Corps, bekerjasama dengan Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI). Kegiatan pelatihan ini merupakan langkah awal dimulainya kajian yang akan dilaksanakan oleh Universitas Indonesia di Jakarta, Universitas Andalas di Sumatera Barat dan konsorsium akademisi-praktisi di Lampung.

Radio BPBD Nabire FM 106.6 Mhz oleh Djuni Pristiyanto

Radio  BPBD Nabire FM 106.6 Mhz
oleh
Djuni Pristiyanto

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) adalah sebuah instansi pemerintah daerah yang tugas dan fungsinya (tupoksi) melaksanakan penanggulangan bencana (PB). Upaya PB itu dilakukan pada semua tahapan, seperti sebelum terjadi bencana, saat bencana atau tanggap darurat, dan pasca bencana berupa rehabilitasi rekonstruksi. Untuk menjalankan tupoksinya itu BPBD menggunakan beragam cara untuk menciptakan rasa aman dari bencana bagi para warga masyarakat berupa sosialisasi, kampanye, pelatihan, simulasi, dll. Di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua salah satu cara yang digunakan adalah dengan memanfaatkan Radio BPBD Nabire FM. Dan ini mungkin satu-satunya di Indonesia dimana BPBD mempunyai sebuah stasiun radio untuk melaksanakan tupoksinya.

Kebahagiaan Terbesar Victoria Oleh: Muhary Wahyu Nurba/Oxfam

Kebahagiaan Terbesar Victoria

Oleh: Muhary Wahyu Nurba/Oxfam

LEWAT perannya sebagai fasilitator Desa Matase, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur Victoria Lawekleau (38) menemukan jati dirinya yang utuh. Seorang perempuan tangguh sekaligus sahabat terbaik bagi bagi kaumnya dan tentu saja pelindung bagi keluarganya.

"Saya tidak tahu mengapa saya dipilih sebagai fasilitator. Tapi saya yakin warga di dusun ini punya alasan tersendiri," kata Victoria tersenyum.

Semiloka PRB di Sulawesi Tengah

Semiloka PRB di Sulawesi Tengah

26 Juli 2011
Yayasan Jambata melaksanakan seminar dan lokakarya (semiloka) untuk mendorong perluasan upaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB) di Sulawesi Tengah pada 27 Juli di Palu. Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama Yayasan Jambata Palu, Oxfam dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Propinsi Sulawesi Tengah atas dukungan Pemerintah Australia melalui Kemitraan Australia Indonesia.

Oxfam Adakan Tinjauan Tahunan Kedua Program Membangun Ketahanan di Kawasan Indonesia Bagian Timur

Oxfam Adakan Tinjauan Tahunan Kedua Program Membangun Ketahanan di Kawasan Indonesia Bagian Timur

MPBI News, Jakarta, 6 April 2011
Oxfam GB mengadakan “Annual Review Year 2: Building District Resilience in Eastern Indonesia atau Tinjauan Tahun Kedua: Membangun Ketahanan Kabupaten di Indonesia Bagian Timur” pada tanggal 6 – 7 April 2011 di Hotel Grand Flora, Kemang, Jakarta. Acara ini dihadiri 46 orang dari Oxfam, AIFDR, Kompak, Konsepsi, LP2DER, YPPS, Koslata, PMPB, Perdu, Jambata, Kelola, IDEA dan MPBI. Victor Chandrawira dari BR2C (Be Ready 2 Change) menfasilitasi kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini.

Oxfam Research Report: Dealing with Disasters A Review of Disaster Risk Reduction Investments in West Java and West Sumatra

OXFAM RESEARCH REPORT

Dealing with Disasters A Review of Disaster Risk Reduction Investments in West Java and West Sumatra, Indonesia

Saut Sagala
Regional and Rural Planning Research Group
School of Architecture, Planning and Policy Development,
Institute of Technology Bandung, Indonesia
September 2010

Executive Summary

Disaster Risk Reduction (DRR) Investment covers a ranges of activities that include time, effort and energy spent with the aim of reducing disaster risks. This research assesses the extent to which the previous DRR investment in two provinces in Indonesia (West Java and West Sumatra) have contributed to the reduction of risk and vulnerabilities of communities. The objective of the research is to identify how DRR investments have developed and contributed to reduce the impacts in recent earthquakes in Indonesia. The results of the research will be shared with the government, Non-Government Organization, and education institution working in DRR.

Ibu Rumah Tangga Wamena Rentan Terinfeksi HIV/AIDS

Ibu Rumah Tangga Wamena  Rentan Terinfeksi HIV/AIDS
Oleh: Siprianus Guntur

“Ancaman yang paling besar di Kabupaten Jayawijaya setiap tahun adalah banjir. Setiap tahun kita menyibukkan diri dengan bencana banjir. Akan tetapi tahukah Anda bahwa ancaman terbesar di Kabupaten Jayawijaya saat ini adalah penyakita HIV/AIDS?” demikian diungkapkan Asisten II Kabupaten Jayawijaya, Gad Tabuni, mewakili Bupati pada seminar dan lokakarya tentang: Penanggulang-an Bencana dan Pengurangan risiko Bencana pada tingkat Pemerintahan, 15-17 September 2010, di Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

Bulus, Penyelamat Warga Sembalun

Bulus, Penyelamat Warga Sembalun
Oleh: Abdul Muiz—Konsepsi

Pukul 03.00 dinihari di bulan April 2006, bunyi kentungan yang dipukul keras dan terus menerus membangunkan warga Desa Sembalun Bumbung, Lombok Timur. Bagi warga desa, bunyi kentungan seperti itu dikenal sebagai bulus, yaitu pertanda sebuah marabahaya akan datang.

Mereka yang tadinya terbuai dalam kenyamanan tidur, segera bangun, dan siap-siap menyelamatkan diri bersama keluarganya masing-masing. Kendati desa itu tengah mengalami pemadaman listrik, warga saling membantu menuju ke tempat yang aman. Seiring dengan itu, terdengar bunyi bergemuruh dikejauhan dari arah bukit. Tidak lama kemudian banjir bandang  mulai menerjang desa tersebut.

KN PRBBK VI - Kearifan Lokal Membuat Tangguh Hadapi Bencana

MPBI : Kearifan Lokal Membuat Tangguh Hadapi Bencana
Kamis, 9 Desember 2010 01:24 WIB

(ANTARA News) - Sekretaris Jenderal Masyarakat Peduli Bencana Indonesia (MPBI) Faisal Djalal mengemukakan, kearifan lokal perlu terus digali untuk membuat tangguh masyarakat mengadapi risiko bencana.

"Kita harus lebih melihat pentingnya menggali kembali kearifan lokal untuk membuat tangguh masyarakat, dan ini bukan hanya untuk di perdesaan, tetapi juga harus terjadi di daerah perkotaan," katanya seperti disampaikan Antonius R Gah, dari Perkumpulan Skala, media relation Konferensi Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Komunitas (PRBBK) VI melalui surat elektronik kepada ANTARA di Bogor, Rabu malam.

Rilis Pers: Pertemuan Tahunan dan Sidang Umum ADRRN 2010, Yogyakarta, 8 - 10 Desember 2010

PRESS Release

Pertemuan Tahunan dan Sidang Umum ADRRN 2010
8 - 10 Desember 2010
Hotel Jayakarta, Yogyakarta

Tinjauan Statistik Bencana Tahun 2009 (The Annual Disaster Statistical Review 2009)  melaporkan ada 335 kejadian bencana di seluruh dunia yang menewaskan 10.655 jiwa dan menyebabkan 119 juta penduduk menderita kerugian ekonomi sebesar US$ 41,3 milyar. Dari keseluruhan itu 40,3% bencana terjadi di kawasan Asia dengan rincian 89,1% korban bencana alam dan 38,5% merupakan kerusakan materil. Hal ini mencerminkan bahwa kawasan Asia adalah kawasan yang paling rawan dalam menghadapi ancaman bencana alam.

Unduh file rilis pers (pdf, 192 kb) disini.